Konten dari Pengguna

Mengenal Apa Itu Hipotermia dan Penyebabnya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mengalami hipotermia. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengalami hipotermia. Foto: Unsplash

Jika seseorang sedang merasa kedinginan, tubuh akan memberikan reaksi seperti menggigil hingga mati rasa. Apabila telah mengalami gejala tersebut tetapi tubuh tidak segera dihangatkan, maka seseorang bisa saja akan terkena hipotermia. Apa itu hipotermia?

Hipotermia adalah keadaan darurat medis yang terjadi ketika tubuh seseorang kehilangan panas lebih cepat daripada menghasilkan panas, sehingga menyebabkan suhu tubuh yang sangat rendah.

Perlu diketahui bahwa suhu tubuh normal manusia adalah sekitar 98,6 °F (37 °C). Hipotermia bisa terjadi saat suhu tubuh turun di bawah 95 °F (35 °C). Saat suhu tubuh turun, maka jantung, sistem saraf, dan organ lainnya tidak dapat bekerja secara normal.

Jika tidak diobati, hipotermia dapat menyebabkan seseorang mengalami kegagalan total pada jantung dan sistem pernapasan hingga akhirnya menyebabkan kematian. Simak informasi lebih lengkapnya dalam uraian di bawah ini.

Apa Itu Hipotermia?

Ilustrasi mengalami hipotermia. Foto: Unsplash

Disadur dari laman WebMD, hipotermia adalah penurunan suhu tubuh yang berpotensi seseorang berada dalam keadaan berbahaya, biasanya disebabkan oleh paparan suhu dingin yang terlalu lama.

Risiko paparan dingin dapat meningkat saat bulan-bulan musim dingin telah tiba. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan seseorang dapat terkena hipotermia saat terkena suhu dingin ketika mendaki gunung atau berlayar di tengah lautan pada musim panas.

Selama terpapar suhu dingin, sebagian besar tubuh akan kehilangan panas hingga 90 persen yang keluar melalui kulit. Kemudian, seseorang akan merasakan napasnya terasa panas karena sisa suhu panas dalam tubuh dikeluarkan melalui paru-paru.

Kehilangan panas melalui kulit terjadi melalui radiasi dan pengeluarannya menjadi cepat ketika kulit terkena angin atau kelembaban. Jika paparan dingin karena direndam dalam air dingin, kehilangan panas dapat terjadi 25 kali lebih cepat daripada jika terkena suhu udara yang sama.

Biasanya, aktivitas jantung dan hati menghasilkan sebagian besar panas pada tubuh. Namun, ketika suhu inti tubuh mendingin, organ-organ ini menghasilkan lebih sedikit panas untuk mempertahankan panas dan melindungi otak.

Suhu tubuh yang rendah dapat memperlambat aktivitas otak, pernapasan, dan detak jantung. Akibatnya, kebingungan dan kelelahan dapat terjadi, sehingga menghambat kemampuan seseorang untuk memahami apa yang terjadi dan tidak dapat berpikir dengan jernih.

Penyebab Hipotermia

Ilustrasi mengalami hipotermia. Foto: Unsplash

Suhu dingin adalah hal utama yang membuat pertahanan otomatis tubuh menurun. Apabila berada di daerah yang bersuhu dingin, berusahalah untuk menghangatkan diri. Jika tidak segera mendapat kehangatan, tubuh pun akan mengalami hipotermia.

Lingkungan yang jauh lebih ringan juga dapat menyebabkan hipotermia, tergantung pada usia seseorang, massa dan lemak tubuh, kesehatan secara keseluruhan, serta lamanya waktu terpapar suhu dingin.

Orang dewasa yang lebih tua dan lemah, serta berada di dalam rumah dengan suhu dingin setelah pemadaman listrik, juga dapat mengembangkan hipotermia ringan dalam semalam. Bayi yang tidur di kamar tidur dengan suhu dingin juga berisiko terkena hipotermia.

Beberapa kondisi medis tertentu, seperti seperti diabetes dan kondisi tiroid, beberapa obat, trauma parah, atau penggunaan obat-obatan atau alkohol, juga bisa meningkatkan risiko hipotermia.

Tanda dan Gejala Hipotermia

Ilustrasi mengalami hipotermia. Foto: Unsplash

Seseorang yang terkena hipotermia akan mengalami tanda dan gejala klinis, seperti ditulis dalam Buku Ajar Asuhan Kebidanan pada Neonatus, Bayi, Balita, dan Anak Prasekolah oleh Baiq Ricca Afrida dan Ni Putu Aryani, berikut ini:

  • Hipotermia sedang (suhu tubuh 32°C-36°C), tanda-tandanya antara lain kaki teraba dingin, kemampuan menghisap lemah, tangisan lemah dan kulit berwarna tidak rata atau disebut kutis marmorata.

  • Hipotermia berat (suhu tubuh < 32°C), tanda-tandanya antara lain sama dengan hipotermia sedang, dan disertai dengan pernapasan lambat tidak teratur, bunyi jantung lambat, terkadang disertai hipoglikemi dan asidosis metabolik.

  • Stadium lanjut hipotermia, tanda-tandanya antara lain muka, ujung kaki dan tangan berwarna merah terang, bagian tubuh lainnya pucat, kulit mengeras, merah dan timbul edema terutama pada punggung, kaki dan tangan (sklerema).

Namun, seseorang dengan hipotermia biasanya tidak menyadari kondisinya karena gejala sering dimulai secara bertahap. Selain itu, hipotermia juga bisa menyebabkan kebingungan sehingga seseorang sulit berpikir dengan benar dan akhirnya kehilangan kesadaran diri.

Baca Juga: 5 Lapisan Udara Penyelimut Bumi yang Dipelajari dalam Geografi

(NDA)

Frequently Asked Question Section

Hipotermia disebabkan oleh apa?

chevron-down

Suhu dingin adalah hal utama yang membuat pertahanan otomatis tubuh menurun. Apabila berada di daerah yang bersuhu dingin, berusahalah untuk menghangatkan diri. Jika tidak segera mendapat kehangatan, tubuh pun akan mengalami hipotermia.

Apa itu gejala hipotermia?

chevron-down

Tanda-tanda hipotermia antara lain kaki teraba dingin, kemampuan menghisap lemah, tangisan lemah dan kulit berwarna tidak rata atau disebut kutis marmorata.

Apakah penyakit hipotermia berbahaya?

chevron-down

Suhu tubuh yang rendah dapat memperlambat aktivitas otak, pernapasan, dan detak jantung. Akibatnya, kebingungan dan kelelahan dapat terjadi, sehingga menghambat kemampuan seseorang untuk memahami apa yang terjadi dan tidak dapat berpikir dengan jernih.