Mengenal Apa Itu Otot Polos dan Gangguan Kesehatan yang Mungkin Terjadi

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
Konten dari Pengguna
7 Juli 2022 19:40
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi tubuh manusia yang terdiri dari otot polos, otot lurik, dan otot jantung. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tubuh manusia yang terdiri dari otot polos, otot lurik, dan otot jantung. Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
Salah satu bagian tubuh manusia terpenting adalah otot. Tanpa adanya otot, tubuh tidak bisa bergerak secara maksimal. Otot manusia sendiri dibagi menjadi tiga macam, yaitu otot polos, otot lurik, dan otot jantung.
ADVERTISEMENT
Di antara ketiga otot tersebut, otot polos merupakan satu-satunya otot yang keberadaannya tidak dapat dirasakan. Kendati demikian, otot polos memiliki beragam fungsi yang tak kalah penting dari jenis otot lainnya.
Fungsi dari otot polos akan bergantung pada letak atau keberadaannya di dalam tubuh, mulai dari membantu proses persalinan, pernapasan, pencernaan, sirkulasi darah, buang air kecil (urine), dan proses melihat.
Sebagai contoh, jika otot polos terletak pada dinding rahim, itu akan membantu proses mengandung hingga persalinan bayi. Dengan kata lain, fungsinya akan disesuaikan dengan letak di mana otot itu berada.
Inilah penjelasan tentang otot polos, beserta gangguan kesehatan yang bisa terjadi. Selengkapnya ada di bawah ini.
Ilustrasi otot polos yang berfungsi untuk membantu penglihatan manusia. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi otot polos yang berfungsi untuk membantu penglihatan manusia. Foto: Pixabay

Definisi Otot Polos

Merujuk pada Buku Ajar Anatomi Untuk Mahasiswa Kebidanan karangan Heni Sumastri, S.Pd, M.Kes, otot polos adalah otot yang bekerja secara tidak sadar atau involunter. Otot polos bergerak secara lambat, teratur, dan tidak cepat lelah.
ADVERTISEMENT
Letak otot polos tidak hanya di satu organ, tetapi tersebar di banyak organ. Mayoritas otot-otot ini akan bekerja secara terus-menerus, bahkan ketika manusia sedang tidur.
Bila otot polos berkontraksi, bagian tengahnya akan membesar, sehingga otot mengecil. Perlu diketahui, bahwa sel otot polos lebih pendek dari sel otot rangka. Sel otot polos ini tersusun atas serabut berbentuk spindel dan memiliki nukleus di bagian tengah.
Berdasarkan cara kerja serabut otot ketika berada di fase aktif, otot polos dibagi menjadi dua jenis, yakni otot polos unit tunggal dan otot polos unit jamak. Otot polos unit tunggal tersusun atas lembaran sel berbentuk spindel dan pada ujungnya terdapat gap junction. Serabut otot ini merespons sebagai unit tunggal.
ADVERTISEMENT
Ketika ada stimulus, impuls akan bergerak di permukaan sel otot yang akan menggerakkan, dan menstimulasi sel otot di dekatnya. Kontraksi otot polos unit tunggal tidak memerlukan stimulus melalui saraf untuk mengaktifkan diri. Sebab, ada kelompok sel otot khusus yang mampu menghasilkan potensial aksi.
Otot polos unit tunggal banyak ditemukan pada dinding organ berongga, seperti saluran pencernaan, alat reproduksi, dan pembuluh darah kecil.
Sementara itu, otot polos unit jamak terdiri dari berbagai unit sel otot polos yang distimulasi oleh saraf untuk dapat berkontraksi. Oleh sebab itu, otot polos jenis ini memiliki cara kerja yang hampir sama dengan sel otot rangka.
Perbedaannya terletak pada depolarisasi otot polos yang termasuk potensial bertingkat, sedangkan pada sel otot rangka adalah potensial aksi. Otot polos tipe ini ditemukan pada dinding pembuluh darah besar, saluran udara ke paru-paru, dan otot mata yang menggerakkan iris dan lensa mata.
Ilustrasi gangguan kesehatan pada otot polos yang menyerang bagian sistem saluran kemih. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gangguan kesehatan pada otot polos yang menyerang bagian sistem saluran kemih. Foto: Pixabay

Gangguan Kesehatan pada Otot Polos

Seperti halnya otot rangka, otot polos juga mudah terserang berbagai masalah kesehatan. Namun, masalah yang muncul akan beragam, sesuai letak di mana otot polos itu berada.
ADVERTISEMENT
Menyadur dari buku Seri Kesehatan Umum: Pencegahan Dini Gangguan Kesehatan yang ditulis oleh Dr.dr. Anies MKes PKK, inilah beberapa gangguan kesehatan yang dapat menyerang otot polos:
  • Gastroparesis, yaitu gangguan otot polos di saluran cerna, tepatnya di lambung yang membuat proses mencerna makanan menjadi terganggu. Biasanya, kemunculan kondisi ini ditandai dengan gejala mual, muntah, kembung, dan mudah kenyang.
  • Leiomyosarcoma (LMS), yaitu jenis kanker ganas yang menyerang sel-sel otot polos. Biasanya, jenis kanker ini menyerang otot polos yang berada di dinding rahim dan saluran cerna. Munculnya kondisi ini ditandai dengan perut kembung, pembengkakan di bawah kulit, berat badan menurun, demam, hingga kelelahan.
  • Otot polos yang terganggu pada sistem saluran kemih juga bisa menyebabkan penyakit gagal ginjal. Gagal ginjal adalah kondisi ketika ginjal kehilangan kemampuannya dalam menyaring zat sisa dari darah, sehingga menyebabkan penumpukan racun di dalam tubuh.
  • Jika otot polos mengalami masalah di daerah pembuluh darah, itu bisa menjadi penyebab kemunculan aterosklerosis. Aterosklerosis merupakan penyakit yang terjadi akibat adanya penumpukan plak (timbunan lemak) pada pembuluh darah.
ADVERTISEMENT
Layaknya otot secara keseluruhan, menjaga kesehatan otot polos sangatlah penting. Pasalnya, cara kerja otot polos yang sudah terganggu tentu akan mempengaruhi fungsi otot secara keseluruhan, sehingga akan berdampak pula pada kesehatan tubuh.
(VIO)
Apa jenis-jenis otot polos?
chevron-down
Apa itu otot polos unit tunggal?
chevron-down
Apa itu otot polos unit ganda?
chevron-down
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020