Konten dari Pengguna

Mengenal Gejala Flu Burung dan Cara Mendiagnosisnya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi unggas yang bisa menularkan virus penyebab flu burung. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi unggas yang bisa menularkan virus penyebab flu burung. Foto: Pixabay

Flu burung atau secara medis dikenal dengan istilah avian influenza ternyata bisa menyerang siapa saja. Penyakit ini tidak bisa dianggap remeh, sebab infeksi virus ini bisa berujung pada kematian. Oleh sebab itu, kenali gejala flu burung dalam pembahasan berikut ini.

Flu burung adalah flu yang ditularkan dari burung ke manusia. Memuat informasi dalam situs MedBroadcast, penyebaran virus flu burung ini awalnya hanya menyebar antarunggas. Namun, lama-kelamaan virus ini ini bermutasi menjadi beberapa turunan.

Virus yang bermutasi inilah yang akhirnya menulari manusia. Beberapa turunan virus tersebut di antaranya H5N1, H7N7, H9N2, H5N6, H6N1, H7N9, dan H10N8. Dari beragam virus turunan tersebut, hanya dua jenis yang hingga kini mewabah dan menyebabkan tingginya angka kematian, yaitu H5N1 dan H7N9.

Penyakit flu burung sangat mudah menular, terutama bagi mereka yang berkontak langsung dengan unggas yang sudah terinfeksi, tidak sengaja menghirup debu atau kotoran unggas yang sedang sakit, hingga mengonsumsi daging yang tidak dimasak secara matang sempurna.

Lantas, apa saja gejala flu burung yang perlu diwaspadai? Langsung saja, simak uraiannya berikut ini.

Ilustrasi demam yang menjadi salah satu gejala flu burung. Foto: Pixabay

Gejala Flu Burung

Gejala flu burung umumnya baru muncul setelah 2-5 hari terpapar virus ini. Gejala yang timbul pada tiap penderita juga beragam, mulai dari yang ringan hingga parah.

Menghimpun dari buku Mengenal Virus Flu Burung H5N1 (Avian Influenza), Pencegahan dan Pengobatannya tulisan R. Haryo Bimo Setiarto, secara umum penderita flu burung akan mengalami gejala berupa:

  • Demam

  • Batuk

  • Sakit tenggorokan

  • Hidung berair atau tersumbat

  • Sakit kepala

  • Nyeri otot

  • Kelelahan

  • Sesak napas

Pada beberapa kasus, gejala lain yang juga dapat timbul antara lain:

  • Muntah

  • Sakit perut

  • Diare

  • Gusi berdarah

  • Mimisan

  • Nyeri dada

  • Mata merah (konjungtivitis)

Bahkan, pada kasus infeksi berat, flu burung bahkan bisa menyebabkan pneumonia, acute respiratory distress syndrome (ARDS), gagal napas, kejang, dan gangguan sistem saraf.

Ilustrasi flu burung yang dapat didiagnosis dengan berbagai cara. Foto: Pixabay

Cara Mendiagnosis Flu Burung

Segera periksakan diri ke dokter, apabila mengalami gejala flu burung seperti yang telah disebutkan di atas, terutama jika gejala tersebut muncul setelah mengunjungi daerah yang sedang mengalami wabah flu burung.

Flu burung dapat menyebabkan terjadinya komplikasi serius pada beberapa penderita yang memiliki kondisi tertentu, seperti ibu hamil, orang dengan daya tahan yang lemah, atau orang yang berusia lebih dari 65 tahun.

Jika Anda memiliki kondisi tersebut dan mengalami gejala flu burung, segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan tanya jawab mengenai keluhan dan gejala yang dialami pasien, riwayat kesehatan, riwayat perjalanan, dan kegiatan yang baru dilakukan pasien.

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yang meliputi pemeriksaan tanda-tanda vital, seperti suhu tubuh, tekanan darah, denyut nadi, dan laju napas, serta pemeriksaan dada.

Jika dokter mencurigai pasien terjangkit flu burung, pemeriksaan lanjutan akan dilakukan guna memastikan diagnosis, di antaranya meliputi:

  • Kultur swab (usap) hidung dan tenggorokan untuk memeriksa adanya virus pada hidung atau tenggorokan.

  • Tes PCR untuk mengetahui keberadaan virus yang menyebabkan flu burung.

  • Tes darah untuk mengetahui kadar sel darah putih yang berfungsi melawan infeksi di dalam tubuh

  • Foto rontgen dada untuk mendapatkan gambaran kondisi paru-paru.

Apabila tidak segera ditangani, flu burung dapat berakibat fatal, atau bahkan membahayakan nyawa penderitanya. Kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi akibat flu burung adalah:

  • Pneumonia

  • Gangguan sistem pernapasan

  • Ginjal tidak berfungsi dengan baik

  • Masalah pada jantung

Mengutip laman resmi Emho WHO, dari total jumlah orang yang terinfeksi penyakit ini, setengahnya berakhir dengan kematian. Bahkan, persentase kematian yang mungkin terjadi pada penderita mencapai angka 60%.

Baca Juga: Tamiflu, Obat Flu Burung yang Digunakan untuk Pasien Corona

(VIO)

Frequently Asked Question Section

Bagaimana gejala flu burung yang umum?

chevron-down

Secara umum penderita flu burung akan mengalami gejala berupa demam, batuk, sakit tenggorokan, hidung berair atau tersumbat, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, dan sesak napas.

Bagaimana penularan flu burung?

chevron-down

Penyakit flu burung sangat mudah menular, terutama bagi mereka yang berkontak langsung dengan unggas yang sudah terinfeksi, tidak sengaja menghirup debu atau kotoran unggas yang sedang sakit, hingga mengonsumsi daging yang tidak dimasak secara matang sempurna.

Apakah flu burung bisa sembuh?

chevron-down

Mengutip laman resmi Emho WHO, dari total jumlah orang yang terinfeksi penyakit ini, setengahnya berakhir dengan kematian. Bahkan, persentase kematian yang mungkin terjadi pada penderita mencapai angka 60%.