Konten dari Pengguna

Mirasic Obat Apa? Ini Kegunaan, Efek Samping, dan Aturan Pakainya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 6 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mengonsumsi obat Mirasic bentuk kaplet. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengonsumsi obat Mirasic bentuk kaplet. Foto: Unsplash

Mirasic obat apa? Mirasic adalah obat yang digunakan untuk menurunkan demam dan meredakan rasa sakit ringan hingga sedang, seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri sendi, hingga nyeri saat menstruasi.

Mirasic termasuk golongan obat bebas, sehingga pembeliannya tidak perlu menggunakan resep dokter. Meski begitu, penggunaan obat ini harus sesuai anjuran dosis dan instruksi pada kemasan obat.

Apa Itu Mirasic?

Ilustrasi obat dengan kandungan paracetamol. Foto: Pexels

Mirasic adalah obat yang mengandung zat aktif paracetamol. Mengutip buku Demam: Mengenal Demam dan Aspek Perawatannya oleh Efris Kartika Sari dan Rustiana Tasya Ariningpraja (2021: 75), paracetamol merupakan obat yang memiliki sifat analgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam).

Sebagai analgesik, Mirasic bekerja dengan cara mengurangi aktivitas bahan kimia tertentu di dalam tubuh untuk memberikan efek penghilang rasa sakit.

Sementara untuk antipiretik, Mirasic bekerja dengan cara menghambat pembentukan bahan kimia dalam tubuh penyebab terjadinya demam. Dengan cara kerja tersebut, obat ini dapat menurunkan suhu tubuh ke tingkat normal, sehingga terjadi penurunan demam.

Khasiat Mirasic

Ilustrasi obat Mirasic. Foto: Unsplash

Mirasic termasuk ke dalam golongan obat non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAID). Menurut Healthline, obat jenis ini dapat membantu mengatasi beberapa kondisi medis tertentu, di antaranya:

  • Menurunkan demam

  • Meredakan sakit kepala

  • Mengatasi sakit gigi

  • Mengatasi sakit pinggang dan sakit punggung

  • Mencegah pembekuan darah

  • Mengurangi nyeri pascaoperasi

Selain itu, Mirasic juga dapat mengurangi peradangan dalam tubuh bila digunakan dengan dosis yang lebih tinggi, termasuk rasa nyeri akibat radang sendi atau arthritis. Namun, obat ini hanya membantu meredakan nyeri, tidak dapat mengobati penyebab radang sendi tersebut.

Efek Samping Mirasic

Ilustrasi salah satu efek samping Mirasic adalah detak jantung meningkat. Foto: Unsplash.

Paracetamol yang terkandung dalam Mirasic umumnya memiliki efek samping minimal. Namun, ada beberapa efek samping yang dapat muncul, di antaranya:

  • Mual

  • Kehilangan nafsu makan

  • Muntah

  • Detak jantung meningkat

Selain beberapa efek samping di atas, penggunaan obat ini jika dikonsumsi dalam dosis tinggi dan jangka waktu lama dapat menyebabkan komplikasi tertentu, seperti:

  • Kerusakan pada hati

  • Masalah jantung

  • Respons hipersensitivitas, seperti reaksi alergi berupa ruam kulit, pembengkakan pada bagian tubuh, dan gatal-gatal

  • Perdarahan berlebihan

Dosis dan Aturan Pakai Mirasic

Ilustrasi mengonsumsi obat Mirasic sesuai anjuran. Foto: Unpslash

Mirasic tersedia dalam bentuk kaplet dan sirup. Penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk pada label kemasan, panduan informasi, dan anjuran dokter.

Sebagai pereda nyeri, Mirasic umumnya bekerja secara maksimal jika digunakan saat awal gejala nyeri muncul. Obat ini mungkin tidak bekerja dengan baik jika ditunda sampai gejalanya memburuk.

Sesuai petunjuk pada kemasan produk, berikut rekomendasi dosis dan cara penggunaan Mirasic untuk anak-anak dan orang dewasa.

Dosis Mirasic Kaplet 500 mg

  • Anak usia 5-12 tahun: diminum 3-4 kali sehari sebanyak ½ kaplet.

  • Dewasa atau anak di atas 12 tahun: diminum 3-4 kali sehari sebanyak 1 kaplet.

Dosis Mirasic Forte 650 mg

  • Anak usia 7-12 tahun: diminum 3-4 kali sehari sebanyak ½ sampai 1 kaplet.

  • Dewasa atau anak di atas 12 tahun: diminum 3-4 kali sehari sebanyak 1-2 kaplet.

Dosis Mirasic Sirup 60 ml

  • Anak usia di bawah 1 tahun: diminum 3-4 kali sehari sebanyak ½ sendok takar (2,5 ml).

  • Anak usia 1-2 tahun: diminum 3-4 kali sehari sebanyak 1 sendok takar (5 ml).

  • Anak usia 2-6 tahun: diminum 3-4 kali sehari sebanyak 1-2 sendok takar (5-10 ml).

  • Anak usia 6-9 tahun: diminum 3-4 kali sehari sebanyak 3-3 sendok takar (10-15 ml).

  • Anak usia 9-12 tahun: diminum 3-4 kali sehari sebanyak 3-4 sendok takar (15-20 ml).

Cara Mengonsumsi Mirasic dengan Benar

Ilustrasi konsumsi Mirasic harus sesuai anjuran dosis. Foto: Pexels

Meskipun termasuk golongan obat bebas, penggunaan Mirasic tidak boleh sembarangan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat mengonsumsi obat ini, yaitu:

  • Sebelum mengonsumsi Mirasic, konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki riwayat kesehatan tertentu, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, dan hal-hal lain yang perlu diperhatikan terkait penggunaan obat.

  • Konsumsi Mirasic harus sesuai anjuran dosis yang tertera pada kemasan obat. Penggunaannya tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.

  • Untuk Mirasic kaplet, konsumsi obat ini secara utuh dengan segelas air putih. Jangan mengunyah, menghancurkan, atau mencampurkan obat dengan makanan.

  • Untuk Mirasic sirup, kocok terlebih dahulu botol obat sebelum digunakan. Gunakan sendok takar yang sesuai agar obat yang dikonsumsi tidak melebihi dosis. Jangan mencampurkan obat dengan makanan atau minuman tertentu.

  • Jika Anda lupa mengonsumsi Mirasic pada waktu yang ditentukan, segera konsumsi obat begitu ingat selama jeda dengan waktu konsumsi berikutnya belum terlalu dekat.

  • Disarankan untuk mengonsumsi obat Mirasic di jam yang sama setiap harinya agar pengobatan lebih maksimal.

  • Simpan Mirasic di tempat yang sejuk dan kering, serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Pastikan obat berada di luar jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Interaksi Mirasic dengan Obat Lain

Ilustrasi Mirasic dengan obat-obatan lain dapat menyebabkan interaksi obat. Foto: Pexels

Kandungan paracetamol dalam Mirasic dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu yang berpotenesi meningkatkan risiko efek samping. Dikutip dari National Health Service (NHS), adapun beberapa interaksi Mirasic dengan obat lain yang perlu diwaspadai, yaitu:

  • Obat-obatan pengencer darah, seperti warfarin, dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan jika digunakan bersamaan dengan paracetamol.

  • Obat-obatan untuk mengatasi infeksi jamur, seperti ketoconazole atau levoketoconazole. Kombinasi obat ini dengan Mirasic dapat meningkatkan risiko efek samping.

  • Obat-obatan antikejang, seperti arbamazepine, dapat memengaruhi efektivitas obat Mirasic dan meningkatkan risiko efek samping.

  • Obat-obatan pereda nyeri, seperti aspirin, ibuprofen, diklofenak, asam mefenamat, atau naproxen memiliki efek serupa dengan paracetamol. Kombinasi ini dapat meningkatkan risiko efek samping.

Cara Penyimpanan Mirasic

Ilustrasi obat Mirasic harus disimpan di tempat yang sejuk dan kering. Foto: Pexels

Simpan Mirasic pada suhu ruangan yang sejuk dan kering (sebaiknya di bawah 30 derajat Celsius), serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung dan kelembapan.

Selain itu, jangan menaruh tempat penyimpanan obat Mirasic sembarangan. Simpan obat ini di tempat yang jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Mirasic

Ilustrasi konsumsi obat Mirasic harus sesuatu petunjuk pada kemasan obat. Foto: Pexels

Sebelum mengonsumsi Mirasic, konsultasikan dengan dokter tentang obat-obatan yang sedang dikonsumsi dan riwayat penyakit yang dimiliki agar tidak terjadi kontraindikasi. Jangan mengonsumsi obat ini apabila memiliki kondisi berikut:

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap paracetamol dan golongan obat NSAID lainnya.

  • Pasien yang menderita tekanan darah rendah (hipotensi).

  • Pasien yang memiliki gangguan fungsi sumsum tulang.

  • Pasien yang memiliki penyakit infeksi jamur, infeksi bakteri, atau infeksi virus seperti herpes.

  • Pasien yang memiliki riwayat penyakit tukak lambung, katarak, gagal jantung, penyakit liver, atau gangguan mental seperti depresi.

  • Pasien yang menderita gangguan fungsi hati dan ginjal berat.

  • Pasien yang mengidap infeksi saluran pernapasan kronis.

  • Ibu hamil dan menyusui.

Baca Juga: Bolehkah Minum Paracetamol Sebelum Makan? Ini Penjelasannya

Penyakit Terkait dengan Obat Mirasic

Ilustrasi salah satu penyakit yang bisa diobati dengan Mirasic adalah sakit kepala. Foto: Pexels

Mirasic yang mengandung bahan aktif paracetamol sering digunakan untuk meredakan nyeri dan menurunkan demam. Berikut adalah beberapa penyakit terkait yang bisa diobati dengan Mirasic.

1. Sakit Kepala

Mirasic adalah obat analgesik yang bisa digunakan untuk meredakan sakit kepala ringan hingga sedang. Obat ini dapat membantu meredakan rasa nyeri dan peradangan yang menyebabkan sakit kepala.

2. Nyeri Otot dan Sendi

Jika Anda mengalami nyeri pada otot atau sendi, seperti setelah berolahraga atau akibat kondisi medis tertentu, Mirasic dapat membantu meredakan rasa nyeri tersebut.

3. Demam

Kandungan paracetamol dalam Mirasic juga dapat digunakan untuk menurunkan demam. Obat ini bermanfaat untuk menurunkan panas tubuh akibat infeksi atau penyakit lainnya.

4. Sakit Gigi

Jika Anda mengalami sakit gigi ringan hingga sedang, Mirasic dapat memberikan bantuan sementara untuk mengurangi nyeri tersebut. Namun, obat ini tidak dapat mengobati penyebab yang mendasarinya.

5. Sakit Pinggang dan Sakit Punggung

Sakit pinggang dan punggung sering kali disebabkan oleh ketegangan otot. Mirasic dapat membantu meredakan rasa nyeri pada area tubuh ini, meskipun tidak dapat mengatasi penyebab yang mendasarinya.

(SFR)