Konten dari Pengguna

Nyeri Dada saat Tarik Napas Panjang, Ini Penyebabnya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi nyeri dada saat tarik napas panjang. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi nyeri dada saat tarik napas panjang. Foto: Pexels.com

Nyeri dada yang muncul setiap kali menarik napas panjang sering menimbulkan kepanikan tersendiri. Apalagi jika nyeri terjadi secara terus menerus seperti ditusuk atau tertekan kuat, hal ini menimbulkan kekhawatiran akan hal buruk yang ada di baliknya.

Rasa nyeri saat menarik napas bisa menjadi sinyal akan masalah kesehatan yang serius. Namun, beberapa penyebab nyeri ada yang tergolong ringan dan bisa sembuh dengan beristirahat.

Meski begitu, gejala ini tak boleh diabaikan, terutama apabila disertai keluhan lain. Karena itu, penting bagi setiap orang untuk mengetahui berbagai kemungkinan penyebab nyeri dada saat tarik napas panjang agar bisa menentukan penanganan yang tepat.

Penyebab Nyeri Dada saat Tarik Napas Panjang

Ilustrasi nyeri dada saat tarik napas panjang. Foto: Pexels.com

Berdasarkan laman Medical News Today disebutkan bahwa terdapat beberapa kondisi yang mendasari gejala nyeri dada saat menarik napas panajng, antara lain, sebagai berikut.

1. Pneuominia

Pneumonia merupakan peradangan pada jaringan paru-paru. Penyakit ini muncul akibat infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan jamur.

Gejalanya dapat ditandai dengan munculnya nyeri dada, demam, batuk, dan sesak napas. Nyeri dada terkait pneumonia dapat terasa lebih memburuk saat bernapas atau batuk, jika peradangan telah menyebar ke pleura.

2. Pleuritis

Pleuritis adalah peradangan yang memengaruhi pleura, yakni jaringan di sekitar paru-paru. Kondisi ini menyebabkan nyeri dada tajam saat bernapas dalam, batuk, atau bersin.

Penyakit ini sering kali berkembang setelah penderita mengalami infeksi pernapasan seperti penumonia atau flu. Selain nyeri dada, penderita mungkin mengalami demam, batuk kering, dan sesak napas.

3. Emboli Paru

Emboli paru terjadi saat gumpalan darah menyumbat pembuluh darah di paru-paru. Kondisi ini dapat menyebabkan paru-paru kekurangan oksigen sehingga menimbulkan nyeri dada.

Selain nyeri dada, penderita juga mengeluhkan gejala seperti kesulitan bernapas, batuk berdarah, dan kehilangan kesadaran. Pada kasus yang jarang terjadi, emboli paru dapat menyebabkan gangguan jantung, seperti detak jantung tidak teratur.

4. Perikarditis

Perikarditis menyebabkan peradangan pada perikardium (kantung di sekitar jantung). Kondisi ini menyebabkan nyeri dada tajam yang memburuk saat bernapas dalam, berbaring, atau menelan.

Namun, nyeri terkadang dapat hilang dengan duduk tegak atau mencondongkan tubuh ke depan. Penyebab umum perikarditis meliputi infeksi virus, gangguan autoimun, atau komplikasi setelah serangan jantung.

Baca Juga: Ciri-ciri Angin Duduk dan Cara Mencegahnya Sejak Dini

5. Cedera Tulang Rusak

Patah atau memar pada tulang rusuk bisa menyebabkan rasa nyeri hebat saat bernapas dalam. Cedera ini bisa terjadi akibat jatuh, terbentur, atau kecelakaan. Nyeri akibat kondisi ini dapat menjalar ke leher atau punggung.

6. Serangan Panik

Serangan panik atau gangguan kecemasan bisa memicu napas pendek, dada terasa sesak, hingga nyeri menusuk saat bernapas. Sensasinya sangat mirip dengan serangan jantung sehingga sering membuat orang panik. Kondisi ini dapat diatasi dengan teknik relaksasi, latihan pernapasan, dan terapi psikologis.

7. Costochondritis

Costochondritis adalah peradangan pada tulang rawan yang menghubungkan tulang dada dan tulang rusuk. Kondisi ini dapat terjadi setelah infeksi pernapasan atau akibat gerakan dada berulang.

Rasa sakitnya terasa tajam dan biasanya bertambah parah saat bernapas dalam, batuk, atau melakukan aktivitas fisik. Meski begitu, kondisi ini dapat membaik seiring waktu dengan pengobatan anti-nyeri dan istirahat.

(SA)