Konten dari Pengguna

Pantangan Setelah Bleaching Gigi yang Harus Dihindari

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pantangan setelah bleaching gigi. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pantangan setelah bleaching gigi. Foto: Pexels.com

Memiliki senyum yang indah dengan gigi yang putih bersih menjadi dambaan banyak orang. Salah satu cara populer untuk mendapatkan tampilan gigi seperti itu adalah melalui prosedur bleaching atau pemutihan gigi.

Bleaching dilakukan untuk mencerahkan gigi yang sudah berubah warna atau bernoda akibat kopi, teh, rokok, atau makanan tertentu. Perawatan ini menggunakan bahan pemutih gigi yang kuat.

Setelah proses bleaching, lapisan gigi biasanya menjadi lebih sensitif terhadap suhu dan zat asam sehingga sangat rentan dengan noda baru dan perubahan warna. Untuk itu, penting untuk mengetahui apa saja pantangan yang harus dihindari agar hasil bleaching tetap aman dan bertahan lebih lama.

Pantangan Setelah Bleaching Gigi

Ilustrasi pantangan setelah bleaching gigi. Foto: Pexels.com

Terdapat beberapa hal yang perlu dihindari setelah prosedur bleaching gigi agar tampilan gigi tetap terjaga, di antaranya sebagai berikut.

1. Hindari Minuman Berwarna Pekat

Minuman seperti kopi, teh, jus buah berwarna pekat harus dihindari setelah perawatan pemutihan gigi. Kandungan pigmen dalam minuman ini sangat mudah menempel pada email yang masih rentan. Sebaiknya, tunggu setidaknya 48—72 jam setelah bleaching dan gunakan sedotan untuk meminimalkan kontak langsung dengan gigi.

2. Hindari Makanan Berwarna Gelap

Selain minuman berwarna, beberapa makanan yang berwarna juga termasuk dalam daftar pantangan. Pewarna alami maupun buatan dari makanan ini dapat langsung mengubah warna gigi yang baru saja diputihkan.

Makanan ini termasuk, saus, rempah-rempah berwarna, cokelat, permen, sayuran, buah-buahan yang sangat berpigmen. Sebaliknya, pilihlah makanan berwarna putih seperti nasi putih, kentang, pasta, tahu, telur, ikan, dada ayam tanpa kulit, dan susu.

3. Hindari Makanan Asam

Selama prosedur pemutihan gigi, email gigi sedikit sensitif karena bahan pemutih yang digunakan. Minuman dan makanan dengan kandungan asam tinggi, seperti buah jeruk, lemon, cuka, soda dapat semakin melemahkan email gigi.

4. Hindari Merokok

Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang menjadi penyebab utama noda kuning pada gigi. Jika kembali merokok setelah bleaching, hasil pemutihan akan cepat memudar.

Baca Juga: 10 Kebiasaan Buruk yang Merusak Gigi dan Tips Mencegahnya

Anjuran Setelah Bleaching Gigi

Ilustras bleaching gigi. Foto: Pexels.com

Sebaliknya, setelah melakukan bleaching gigi pasien dianjurkan untuk melakukan perawatan antara lain.

1. Konsumsi Makanan Tertentu

Setelah 48 jam perawatan, pasien disarankan untuk mengonsumsi makanan tertentu yang akan membantu menjaga keputihan gigi seperti apel, pisang, seledri, wortel, dan kacang hijau.

Sayuran dan buah-buahan yang renyah tersebut meningkatkan produksi dan aliran air liur sehingga membantu membersihkan mulut dan menghilangkan retensi asam.

2. Minumlah dengan Sedotan

Minum dengan sedotan merupakan praktik jangka panjang yang perlu dilakukan setelah perawatan bleaching. Hal ini untuk meminimalkan kontak atau waktu paparan antara gigi dan minuman penyebab noda.

3. Minum Air Putih secara Rutin

Air putih membantu membersihkan mulut dari sisa makanan dan pigmen yang bisa menempel pada gigi. Minumlah air putih setiap habis makan atau minum untuk menjaga kebersihan gigi.

4. Gunakan Pasta Gigi Khusus

Setelah bleaching, gigi cenderung lebih sensitif dari biasanya. Pilih pasta gigi yang diformulasikan untuk gigi sensitif guna mengurangi rasa ngilu dan gunakan pasta gigi pemutih gigi setelah sensitivitas gigi berkurang.

(SA)