Penyakit Dekompresi: Pengertian, Penyebab, dan Gejalanya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Decompression sickness atau penyakit dekompresi merupakan gangguan kesehatan yang berkaitan erat dengan penyelaman. Dekompresi adalah penyakit yang disebabkan oleh gelembung gas yang menyumbat pembuluh darah yang kemudian menyebabkan berkurangnya suplai oksigen ke jaringan organ.
Penyakit dekompresi umumnya mengacu pada masalah yang terjadi saat sedang menyelam. Namun, dekompresi juga dapat dialami pilot dan astronom. Penyebab kondisi ini misalnya karena terbang di pesawat yang tidak bertekanan di ketinggian dan aktivitas luar biasa dari pesawat ruang angkasa.
Mengutip Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kelautan Kajian Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sektor Maritim) oleh Lalu Muhammad Saleh (2018: 286), perubahan tekanan air dan udara penyebab dekompresi akan terjadi ketika seorang penyelam bergerak naik ke atas permukaan air.
Ketika aktivitas penyelaman berlangsung, secara otomatis gelembung nitrogen dalam tubuh akan terbentuk. Jika gelembung tersebut tidak dilepaskan akan menyumbat aliran darah dan sistem pernapasan.
Penyebab Penyakit Dekompresi
Penyebab utama penyakit dekompresi adalah gelembung gas yang menyumbat aliran darah dan jaringan tubuh lainnya akibat perubahan tekanan air atau udara dari tinggi ke rendah.
Selain itu, ada beberapa faktor penyebab yang diyakini dapat meningkatkan risiko dekompresi, di antaranya:
1. Lemak Tubuh
Nitrogen diketahui dapat tereabsorpsi dengan mudah ke dalam jaringan lemak. Jadi, penyelam yang memiliki berat badan berlebih atau kegemukan berisiko lebih besar untuk mengalaminya.
2. Aktivitas Fisik
Aktivitas fisik setidaknya 12 jam sebelum menyelam dapat memproduksi protein yang melindungi tubuh dan menurunkan risiko penyakit dekompresi. Di sisi lain, aktivitas fisik kurang dari 12 jam sebelum penyelaman dapat meningkatkan sejumlah gas mikronuklei yang dapat membentuk gelembung dan meningkatkan risiko dekompresi.
3. Usia
Secara umum, orang dengan usia di atas 30 tahun memiliki risiko tinggi terkena penyakit dekompresi.
Selain beberapa faktor di atas, faktor lainnya yang berisiko menyebabkan seseorang mengalami dekompresi di antaranya memiliki riwayat cedera pada otot atau tulang, menderita penyakit jantung, dan mengalami kelelahan sebelum menyelam.
Gejala Penyakit Dekompresi
Gejala penyakit dekompresi bagi setiap orang dapat berbeda-beda, tergantung dari lokasi terjadinya penyumbatan aliran darah. Mengutip Buku Ajar Penyakit Akibat Kerja Sektor Maritim oleh Syamsiar S. Russeng (2021: 48-49), beberapa gejala penyakit dekompresi yang umum terjadi adalah sebagai berikut:
Gejala-gejala muskuloskeletal (struktur yang mendukung anggota badan, leher, dan punggung), seperti nyeri sendi, tendonitis, nyeri tulang belakang, atau ekstremitas yang memberat.
Gejala-gejala perubahan status mental, seperti kebingungan, tidak sadar, perubahan kepribadian.
Gejala-gejala mata dan telinga, seperti diplopia, penglihatan kabur, paresis otot-otot ekstraokular, tinnitus, atau gangguan pendengaran.
Gejala-gejala pada kulit, seperti gatal dan ruam merah.
Gejala-gejala pulmoner, seperti sesak, batuk non-produktif, atau hemoptisis.
Gejala-gejala kardiak, seperti nyeri dada terasa tertusuk atau terbakar.
Gejala-gejala gastrointestinal, seperti nyeri perut, inkontinensia alvi, nausea atau muntah.
Gejala-gejala genitourinaria, seperti inkontinensia urine (sulit buang air kecil) atau retensi urine.
Gejala-gejala neurologis, seperti parestesia, paralisis, migrain, pusing, vertigo, atau ataksia.
Frequently Asked Question Section
Siapa yang paling berisiko terkena penyakit dekompresi?

Siapa yang paling berisiko terkena penyakit dekompresi?
Orang yang paling mungkin mengalami dekompresi adalah penyelam.
Apa saja faktor yang dapat meningkatkan risiko dekompresi?

Apa saja faktor yang dapat meningkatkan risiko dekompresi?
Lemak tubuh, aktivitas fisik, dan usia.
(SFR)
