Konten dari Pengguna

Penyebab Biduran pada Anak dan Cara Mengatasinya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi biduran pada anak. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi biduran pada anak. Foto: Shutterstock

Biduran (urtikaria) merupakan reaksi kulit yang ditandai dengan munculnya bentol-bentol merah, gatal, dan kadang disertai pembengkakan. Kondisi ini bisa membuat para penderitanya merasa sangat tak nyaman.

Biduran sendiri bisa dialami siapa saja, termasuk anak-anak. Lalu, apa yang menjadi penyebab biduran pada anak? Simak informasi lengkapnya, termasuk gejala, hingga cara mengatasinya di bawah ini.

Penyebab Biduran pada Anak

Ilustrasi biduran pada anak. Foto: Shutterstock

Berdasarkan informasi dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), biduran adalah reaksi alergi atau iritasi kulit yang menyebabkan timbulnya ruam kemerahan dan gatal. Ruam ini bisa muncul di satu area tubuh atau menyebar ke beberapa bagian.

Pada anak-anak, biduran bisa berlangsung beberapa jam hingga beberapa hari, tergantung pemicunya. Biduran tergolong umum dan biasanya tidak berbahaya.

Namun, jika disertai gejala lain seperti sesak napas, pembengkakan wajah, atau demam tinggi, penderita perlu segera mendapat penanganan medis. Berikut beberapa penyebab umum biduran pada anak yang perlu diketahui.

1. Alergi Makanan

Salah satu penyebab paling umum biduran pada anak adalah alergi terhadap makanan tertentu. Makanan yang sering memicu reaksi alergi seperti:

  • Telur.

  • Susu sapi.

  • Kacang-kacangan (terutama kacang tanah).

  • Makanan laut (udang, kepiting, ikan).

  • Cokelat dan makanan olahan yang mengandung pewarna buatan.

2. Obat-obatan

Beberapa jenis obat juga dapat menimbulkan reaksi alergi pada anak, termasuk antibiotik seperti penisilin, ibuprofen, dan obat antipiretik. Jika anak baru saja mengonsumsi obat dan mengalami ruam gatal, kemungkinan besar itu adalah reaksi alergi.

3. Suhu Dingin atau Panas Berlebih

Perubahan suhu ekstrem seperti cuaca dingin, panas terik, atau berkeringat berlebihan bisa memicu biduran. Ini disebut urtikaria fisik, yakni ketika paparan lingkungan memicu reaksi pada kulit.

4. Infeksi Virus atau Bakteri

Beberapa infeksi, terutama infeksi saluran pernapasan atas dan infeksi virus seperti flu juga bisa menyebabkan biduran pada anak. Reaksi ini biasanya muncul karena respons imun tubuh yang berlebihan terhadap infeksi.

5. Gigitan Serangga

Gigitan nyamuk, semut, atau serangga lain bisa menyebabkan reaksi alergi berupa biduran. Pada beberapa anak, gigitan serangga bahkan bisa memicu pembengkakan hebat dan gatal yang parah.

6. Alergen dari Lingkungan

Debu, serbuk sari bunga, bulu hewan, dan jamur juga bisa menjadi pemicu biduran. Anak yang sensitif terhadap alergen ini dapat mengalami gejala setelah bermain di luar rumah atau saat kontak dengan hewan peliharaan.

Baca Juga: Penyebab Biduran di Malam Hari dan Cara Mengatasinya

Cara Mengatasi Biduran pada Anak

Ilustrasi biduran pada anak. Foto: Shutterstock

Dengan perhatian dan penanganan yang tepat, biduran bisa dikendalikan dan tak mengganggu kenyamanan si kecil dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Dikutip dari American Academy of Pediatrics, berikut cara mengatasi biduran pada anak yang bisa menjadi panduan orang tua.

  1. Langkah pertama yang paling efektif adalah mencari tahu pemicu biduran. Catat makanan yang dikonsumsi, obat yang diminum, atau aktivitas sebelum gejala muncul. Konsultasikan dengan dokter jika diperlukan tes alergi.

  2. Untuk meredakan gatal dan bentol, dokter biasanya akan memberikan antihistamin yang aman untuk anak-anak. Obat ini membantu menekan reaksi alergi dalam tubuh.

  3. Mengompres area kulit yang gatal dengan air dingin atau es batu (dibungkus kain) dapat mengurangi rasa gatal dan pembengkakan.

  4. Gunakan sabun non-parfum dan air hangat untuk membersihkan kulit anak. Hindari air terlalu panas karena bisa memperparah gatal.

  5. Bersihkan rumah secara rutin, hindari penggunaan produk pembersih yang mengandung bahan kimia keras, dan jauhkan anak dari debu serta bulu hewan peliharaan jika terbukti alergi.

(NDA)