Konten dari Pengguna

Penyebab Gatal di Selangkangan dan Cara Mengatasinya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi gatal di selangkangan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gatal di selangkangan. Foto: Shutterstock

Gatal di selangkangan adalah keluhan yang cukup umum dialami oleh pria maupun wanita. Rasa gatal ini bisa sangat mengganggu, terutama ketika berada di tempat umum atau sedang beraktivitas.

Selain menyebabkan rasa tak nyaman, gatal di area selangkangan juga bisa menjadi gejala dari masalah kulit yang lebih serius. Namun, apa yang menjadi penyebab gatal di selangkangan?

Uraian di bawah ini akan menjelaskan secara lengkap penyebab, faktor risiko, serta tips pengobatan yang bisa dilakukan.

Penyebab Gatal di Selangkangan

Ilustrasi gatal di selangkangan. Foto: Shutterstock

Mengetahui penyebab gatal di selangkangan adalah langkah awal yang penting untuk menentukan pengobatan secara tepat dan mencegah kekambuhan.

Adapun penyebab gatal di selangkangan, menurut Mayo Clinic, di antaranya sebagai berikut:

1. Infeksi Jamur (Tinea Cruris)

Penyebab paling umum dari gatal di selangkangan adalah infeksi jamur dermatofita yang dikenal sebagai tinea cruris atau jock itch. Jamur ini tumbuh subur di area tubuh yang lembap, hangat, dan tertutup seperti selangkangan.

Gejalanya meliputi gatal hebat, ruam berbentuk lingkaran kemerahan, serta kulit mengelupas di sekitar area yang terinfeksi. Faktor risikonya meliputi:

  • Sering berkeringat.

  • Menggunakan celana ketat.

  • Tak mengganti pakaian dalam secara teratur.

  • Berbagi handuk atau pakaian dengan orang lain.

2. Iritasi Akibat Gesekan

Selangkangan merupakan area tubuh yang rentan terhadap gesekan, terutama saat berjalan, berlari, atau menggunakan pakaian ketat. Gesekan berulang ini bisa menyebabkan iritasi kulit dan menimbulkan rasa gatal.

Biasanya, kondisi ini tak disertai ruam merah yang parah, tetapi bisa menyebabkan perih dan kemerahan ringan.

3. Reaksi Alergi

Gatal di selangkangan juga bisa dipicu oleh reaksi alergi terhadap sabun, detergen, pewangi pakaian, atau bahan pakaian dalam tertentu seperti lateks atau bahan sintetis. Gejala umumnya berupa gatal, kulit kemerahan, dan terkadang disertai bintik-bintik kecil atau ruam.

4. Infeksi Menular Seksual (IMS)

Beberapa infeksi menular seksual, seperti herpes genital, klamidia, atau kutil kelamin, dapat menimbulkan gejala gatal di area genital dan sekitarnya, termasuk selangkangan.

Gejala lain yang menyertai biasanya berupa luka terbuka, sensasi terbakar saat buang air kecil, atau benjolan kecil di sekitar area genital. Jika gatal disertai gejala mencurigakan lainnya, penderita sangat disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter.

5. Kebersihan yang Buruk

Kurangnya kebersihan diri, seperti tidak mengganti pakaian dalam setelah berkeringat atau jarang membersihkan area selangkangan bisa menyebabkan penumpukan keringat dan bakteri. Kondisi ini menciptakan lingkungan lembap yang ideal bagi mikroorganisme penyebab iritasi dan gatal.

6. Eksim atau Dermatitis

Eksim (dermatitis atopik) dan dermatitis kontak juga dapat menyerang area selangkangan. Gejalanya meliputi kulit kering, bersisik, gatal parah, dan kemerahan. Penyebab eksim bisa berasal dari faktor genetik, stres, atau alergi terhadap bahan kimia tertentu.

7. Kudis (Scabies)

Kudis disebabkan oleh tungau kecil yang masuk ke dalam lapisan kulit. Kondisi ini sangat menular dan sering menyebabkan gatal hebat, terutama di malam hari. Kudis bisa menyerang berbagai area tubuh, termasuk selangkangan, sela jari, dan perut.

Baca Juga: Penyebab Kutu Air di Tangan dan Cara Mencegahnya

Cara Mengatasi Gatal di Selangkangan

Ilustrasi gatal di selangkangan. Foto: Shutterstock

Untuk mengatasi gatal di selangkangan, penting untuk mengetahui penyebabnya terlebih dahulu. Berikut beberapa langkah pengobatan yang bisa dilakukan sebagaimana dikutip dari WebMD:

  • Gunakan krim antijamur jika penyebabnya adalah tinea cruris (Contoh: Clotrimazole, miconazole).

  • Krim antihistamin atau steroid ringan untuk gatal akibat alergi.

  • Antibiotik atau obat antivirus, bila disebabkan oleh IMS (dengan resep dokter).

  • Hindari menggaruk untuk mencegah infeksi sekunder.

(NDA)