Penyebab Gigi Keropos di Usia Muda yang Perlu Diwaspadai

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gigi keropos termasuk salah satu masalah kesehatan gigi yang bisa menyerang siapa saja tanpa pandang usia. Tak hanya terjadi pada orang tua, gigi keropos kini juga dialami oleh generasi muda.
Rutinitas sehari-hari juga justru mempercepat kerusakan gigi. Pola makan yang kurang sehat dan kebiasaan buruk dalam merawat gigi bisa menjadi pemicu utama gigi keropos pada anak muda.
Untuk itu, penting bagi setiap orang memahami apa saja penyebab gigi keropos di usia muda. Dengan mengetahui sumber masalahnya, kita bisa mengambil langkah pencegahan yang tepat sejak dini.
Penyebab Gigi Keropos di Usia Muda
Mengutip buku Panduan Ringkas Cara Menjaga Kesehatan Gigi karya Vanesa Adisa dan laman Mayo Clinic, berikut faktor yang menyebabkan gigi geropos di usia muda.
1. Konsumsi Makanan Manis dan Asam Secara Berlebihan
Anak muda dan remaja sering kali mengonsumsi makanan tinggi gula, asam, dan tepung seperti permen, cokelat, susu, es krim, kue, biskuit, sereal kering, dan keripik.
Gula yang tertinggal di gigi akan menjadi sumber energi bagi bakteri. Bakteri tersebut memproduksi zat asam yang dapat melarutkan email gigi dan menyebabkan gigi keropos.
2. Kebiasaan Tidak Menyikat Gigi dengan Benar
Kerusakan gigi tidak selalu disebabkan oleh kelalaian dalam menjaga kebersihan gigi. Terkadang, hal ini terjadi karena kebiasaan anak muda yang tidak menyikat giginya dengan benar.
Misalnya, hanya menyikat gigi sehari sekali atau tidak membersikan gigi dengan benang gigi. Padahal, menyikat gigi dua kali sehari dengan teknik yang tepat sangat penting untuk menghilangkan plak dan sisa makanan.
Membiarkan plak tetap berada di mulut dalam jangka waktu lama akan membuatnya mengeras menjadi karang gigi dan mempercepat kerusakan enamel.
Baca Juga: Penyebab Gusi Bengkak dan Cara Mengobatinya
3. Konsumsi Minuman Berkarbonasi Berlebihan
Mengonsumsi minuman soda secara berlebihan dapat memicu pembentukan plak gigi dan meningkatkan produksi asam. Akhirnya ini akan mengakibatkan erosi enamel gigi.
Selain itu, minuman bersoda juga dapat menyebabkan kekeringan pada mulut. Kondisi mulut yang kering memungkinkan bakteri berkembang dengan cepat sehingga meningkatkan risiko kerusakan gigi.
4. Kondisi Mulut Kering
Produksi air liur yang sedikit membuat gigi lebih mudah rusak. Air liur berfungsi mencegah kerusakan gigi dengan membersihkan sisa makanan dan plak dari gigi.
Zat yang ditemukan dalam air liur juga membantu melawan asam yang diproduksi oleh bakteri. Kondisi seperti stres, dehidrasi, atau konsumsi obat-obatan tertentu dapat menyebabkan mulut kering.
5. Tidak Rutin ke Dokter Gigi
Rutin memeriksakan gigi ke dokter gigi bisa membantu mendeteksi gejala gigi keropos sebelum menjadi parah. Namun, pemeriksaan ini kerap terabaikan bahkan menunggu sampai gigi benar-benar sakit.
Oleh karena itu, usahakan untuk selalu rajin melakukan kontrol gigi untuk memastikan kessehatan gigi tetap terjaga. Deteksi dini bisa menyelamatkan gigi dari kerusakan permanen.
6. Genetika atau Riwayat Keluarga
Beberapa orang mungkin memiliki kecenderungan terhadap kerusakan gigi secara genetik karena faktor-faktor seperti ketebalan dan kandungan mineral pada email gigi mereka. Faktor genetik ini dapat membuat gigi lebih rentan terhadap kerusakan gigi.
(SA)
