Penyebab Jamur Kuku yang Perlu Diwaspadai

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jamur kuku merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya bercak putih atau kuning di kuku tangan maupun kaki. Kondisi ini memang tidak membahayakan. Namun, jika dibiarkan tanpa penanganan, jamur dapat menyebar ke bagian tubuh lain.
Seperti yang telah diketahui, jamur menyukai area yang hangat dan lembab. Itulah mengapa, saat kuku berada dalam suhu hangat dan lembab, jamur akan mudah berkembang dan menjadikan kuku sebagai habitatnya.
Situs resmi E-Medicine menyebut, jamur kuku kerap menyerang kuku jari kaki dibandingkan jari tangan. Sebab, jari kaki sering berada dalam kondisi tertutup, seperti saat menggunakan kaos kaki atau sepatu.
Jamur kuku juga lebih berisiko terjadi pada orang yang memiliki gangguan pada aliran darah di kaki. Jika sudah dalam keadaan parah, jamur dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kuku.
Kerusakan tersebut dapat menyebabkan infeksi serius yang bisa menyebar ke kulit kaki atau tangan (selulitis), terutama jika penderitanya memiliki daya tahan tubuh yang melemah, misalnya akibat penggunaan obat-obatan imunosupresan dan diabetes.
Karena lebih berisiko mengalami infeksi jamur, penderita diabetes perlu lebih sering memeriksa kakinya untuk melihat apakah ada luka, robek, atau perubahan pada kuku.
Lantas, apa penyebab jamur kuku yang sebenarnya? Faktor apa yang paling berisiko menyerang penderitanya? Untuk menjawab pertanyaan ini, simak pembahasan berikut.
Penyebab Jamur Kuku
Jamur kuku bisa disebabkan oleh tiga hal, yakni adanya pertumbuhan jamur, kebiasaan atau pola hidup, hingga berbagai faktor yang berisiko memicu terjadinya kondisi ini.
Langsung saja, dihimpun dari buku Ensiklopedi Macam-Macam Penyakit: Flek Hitam hingga Kutu Rambut tulisan Atma Endris dkk., berikut uraian penyebabnya:
1. Pertumbuhan Jamur
Ada beragam jenis jamur yang menjadi penyebab jamur kuku, mulai dari dermatofita, jamur Candida, dan jamur non-dermatofita. Pada dasarnya, infeksi jamur pada kuku disebabkan oleh pertumbuhan jamur berlebih di area bawah kuku. Berikut penjelasan masing-masing jenis jamurnya.
Dermatofita
Jenis dermatofita yang paling sering menyebabkan infeksi pada kuku adalah Trichophyton rubrum. Perlu diketahui, bahwa patogen yang satu ini dapat ditularkan melalui tikus dan kotorannya.
Candida Albicans
Jamur ini umumnya menyerang seseorang yang memiliki pekerjaan berhubungan dengan air, seperti perenang dan penyelam. Infeksi Candida albicans akan diawali dengan menyerang jaringan lunak yang mengelilingi kuku.
Kemudian, infeksi akan menyebar hingga pada lempeng kuku setelah jamur berkembang biak. Akibatnya, kuku menjadi berwarna hitam atau putih.
Jamur Non Dermatofita
Pada negara beriklim tropis dan subtropis, jamur Skyalidium ternyata menjadi penyebab jamur kuku pada kebanyakan orang. Selain itu, infeksi jamur kuku ini juga bisa bertahan tanpa pengobatan.
Jenis jamur yang satu ini lebih sering menginfeksi orang berusia di atas 60 tahun atau lansia. Pasalnya, lansia memiliki kesehatan kuku yang lemah untuk melawan infeksi jamur, sehingga menjadi lebih berisiko.
2. Kebiasaan atau Pola Hidup
Sejumlah kebiasaan di bawah ini bisa meningkatkan risiko kuku jamur, seperti:
Sering membasuh kaki atau tangan sepanjang hari;
Merokok;
Menghabiskan banyak waktu di air;
Berjalan tanpa alas kaki di tempat yang panas dan lembab, seperti kolam renang;
Memakai sepatu yang terlalu ketat, terutama saat kaki berkeringat;
Menggunakan sarung tangan selama berjam-jam setiap hari;
Kerap melakukan perawatan kuku seperti manicure dan pedicure. Sebab, peralatan kuku yang berupa papan amplas dan gunting kuku dapat menjadi sarana penyebaran infeksi jamur pada kuku.
3. Faktor yang Mampu Meningkatkan Risiko Kuku Jamur
Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena kuku jamur, yaitu:
Usia
Seiring bertambahnya usia, kesehatan kuku akan semakin menurun, serta sirkulasi darah melambat, sehingga kuku semakin lemah untuk melawan infeksi jamur. Itulah sebabnya, jamur kuku lebih rentan terjadi pada lansia.
Iklim
Hidup di negara dengan iklim yang panas dan lembab, membuat seseorang lebih sering berkeringat. Alhasil, kulit di sekitar kuku menjadi lebih lembab dan menjadi tempat pertumbuhan jamur.
Kondisi Kesehatan tertentu
Bagi penderita masalah kesehatan tertentu, ternyata juga berisiko mengembangkan infeksi jamur pada kuku. Adapun kondisi kesehatan yang dimaksud, yakni:
Kutu air atau athlete’s foot;
Kanker atau tengah menjalani kemoterapi;
Diabetes;
Pernah mengalami infeksi kuku;
Cedera pada kuku;
Psoriasis;
Menerima transplantasi organ;
Penyakit yang menurunkan sistem imun, seperti HIV.
Selain itu, infeksi jamur pada kuku juga lebih sering terjadi pada pria dan wanita dewasa. Memiliki anggota keluarga yang sering mengalami kondisi ini dapat meningkatkan risiko seseorang terkena jamur kuku.
Baca Juga: Kingdom Protista: Pengertian dan Klasifikasi Kelompoknya
(VIO)
Frequently Asked Question Section
Bagaimana cara mengobati kuku yang berjamur?

Bagaimana cara mengobati kuku yang berjamur?
Meski bukan penyakit serius, pengobatan jamur kuku membutuhkan waktu cukup lama. Setidaknya, dibutuhkan waktu sekitar 2-4 bulan, agar seseorang sembuh dari penyakit ini. Salah satu caranya adalah dengan menjaga kebersihan kuku.
Jamur kuku disebabkan oleh apa?

Jamur kuku disebabkan oleh apa?
Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai jenis jamur. Jenis jamur yang paling sering ditemui sebagai penyebab masalah pada kuku adalah dermatofita. Selain itu, ragi juga bisa menyebabkan infeksi pada kuku.
Apakah jamur kuku bisa sembuh total?

Apakah jamur kuku bisa sembuh total?
Walaupun penderitanya telah melakukan perawatan dan pengobatan, jamur kuku bisa saja datang kembali, terutama jika mereka tidak menjaga kebersihan kuku dengan baik.
