Konten dari Pengguna

Penyebab Mata Berkunang-kunang dan Cara Mengatasinya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mengalami mata berkunang-kunang. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengalami mata berkunang-kunang. Foto: Unsplash

Penyebab mata berkunang-kunang cukup beragam, termasuk adanya masalah pada mata dan kondisi medis di luar mata. Kondisi ini sering kali disertai rasa pusing atau kepala ringan.

Mata berkunang-kunang sendiri merujuk pada kondisi ketika seseorang melihat kilatan cahaya, titik-titik hitam, atau sensasi pandangan yang berbayang.

Gejala ini bisa terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung dalam beberapa detik hingga menit. Meskipun tidak berbahaya, mata berkunang-kunang bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang perlu diperhatikan.

Penyebab Mata Berkunang-kunang

Ilustrasi mengalami mata berkunang-kunang. Foto: Unsplash

Mengutip laman Healthdirect, mata berkunang-kunang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik yang bersifat ringan maupun kondisi medis yang lebih serius, di antaranya:

1. Tekanan Darah Rendah (Hipotensi)

Penurunan tekanan darah secara tiba-tiba, terutama saat berdiri terlalu cepat dan bisa menyebabkan mata berkunang-kunang. Hal ini terjadi karena otak kekurangan aliran darah sementara.

2. Anemia (Kekurangan Sel Darah Merah)

Anemia menyebabkan tubuh kekurangan oksigen, sehingga seseorang bisa mengalami mata berkunang-kunang, lemas, dan pusing. Penyebab utama anemia adalah kekurangan zat besi, perdarahan, atau penyakit tertentu.

3. Dehidrasi

Kekurangan cairan dalam tubuh dapat mengganggu keseimbangan elektrolit yang berakibat pada mata berkunang-kunang, sakit kepala, dan lemas.

4. Hipoglikemia (Gula Darah Rendah)

Kondisi ini sering terjadi pada penderita diabetes yang telat makan atau menggunakan obat diabetes dalam dosis yang terlalu tinggi. Hipoglikemia dapat menyebabkan pandangan kabur, gemetar, dan keringat dingin.

5. Vertigo

Gangguan keseimbangan pada telinga bagian dalam, seperti vertigo, dapat menyebabkan sensasi berputar, pusing, dan mata berkunang-kunang.

6. Migrain

Sebelum atau selama serangan migrain, seseorang bisa mengalami gangguan penglihatan, termasuk mata berkunang-kunang, kilatan cahaya, atau aura visual lainnya.

7. Gangguan Mata

Beberapa kondisi mata yang dapat menyebabkan mata berkunang-kunang antara lain:

  • Retina lepas: Kondisi serius ketika retina terlepas dari dinding belakang mata sehingga menyebabkan kilatan cahaya atau titik-titik hitam di penglihatan.

  • Floaters: Bercak kecil seperti bayangan di mata yang bisa muncul seiring bertambahnya usia.

  • Glaukoma: Penyakit mata akibat tekanan tinggi di dalam bola mata yang dapat merusak saraf optik.

8. Efek Samping Obat

Beberapa obat, terutama obat tekanan darah, antidepresan, dan obat penenang, dapat menyebabkan efek samping berupa mata berkunang-kunang.

9. Stres dan Kelelahan

Terlalu banyak bekerja, stres berlebihan, atau kurang tidur dapat menyebabkan tubuh kelelahan yang berdampak pada gangguan penglihatan sementara.

10. Gangguan Jantung

Masalah pada jantung, seperti aritmia atau gagal jantung dapat menyebabkan aliran darah ke otak terganggu dan mengakibatkan mata berkunang-kunang serta pusing.

Baca Juga: Benjolan di Kelopak Mata Tapi Bukan Bintitan, Ini Jenis dan Penyebabnya

Cara Mengatasi Mata Berkunang-kunang

Ilustrasi mengalami mata berkunang-kunang. Foto: Unsplash

Mengatasi mata berkunang-kunang tergantung pada penyebabnya. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan menurut laman All About Vision:

1. Bangun dari Duduk atau Tidur Secara Perlahan

Jika sering mengalami mata berkunang-kunang saat berdiri, cobalah untuk bangun secara perlahan agar tubuh memiliki waktu untuk menyesuaikan aliran darah.

2. Minum Air yang Cukup

Dehidrasi bisa menyebabkan mata berkunang-kunang. Pastikan Anda minum cukup air, terutama setelah beraktivitas berat atau berada di bawah terik matahari.

3. Konsumsi Makanan Bergizi

Konsumsi makanan yang kaya zat besi, vitamin B12, dan magnesium untuk mencegah anemia dan menjaga kesehatan saraf.

4. Istirahat yang Cukup

Kurang tidur bisa memicu kelelahan dan mata berkunang-kunang. Pastikan tidur cukup setiap malam selama 7 hingga 9 jam.

5. Periksa Diri ke Dokter

Jika mata berkunang-kunang terjadi berulang kali atau disertai gejala lain seperti nyeri kepala hebat, lemas, atau pingsan, segera periksakan diri ke dokter. Beberapa tindakan medis yang mungkin dilakukan antara lain:

  • Pemeriksaan mata: Jika dicurigai ada gangguan retina atau glaukoma.

  • Tes darah: Untuk mengecek kadar gula darah, zat besi, dan keseimbangan elektrolit.

  • Pemeriksaan jantung: Jika dicurigai ada gangguan jantung.

  • Pemberian obat: Dokter mungkin akan memberikan obat sesuai dengan penyebab mata berkunang-kunang, seperti suplemen zat besi untuk anemia atau obat untuk tekanan darah rendah.

(NDA)