Konten dari Pengguna

Penyebab Rahang Bawah Maju dan Tindakan Operasi untuk Mengatasinya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kondisi rahang bawah yang normal. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kondisi rahang bawah yang normal. Foto: Pixabay

Kondisi rahang bawah maju atau underbite bisa membuat penampilan dagu menjadi tampak lebih panjang. Itulah sebabnya, orang-orang yang memiliki kondisi rahang ini memiliki raut wajah yang terkesan dingin atau jutek.

Meski sebenarnya tidak terlalu mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi rahang bawah maju bisa menurunkan kepercayaan diri bagi sebagian orang. Dalam dunia medis, kondisi rahang bawah maju disebut dengan mandibula prognatisme.

Sebenarnya, tidak semua kondisi rahang bawah maju memerlukan penanganan khusus. Namun, jika sampai menimbulkan nyeri, sulit berbicara, sulit menggigit dan mengunyah makanan, hingga menurunkan kepercayaan diri, seseorang dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sebelum mengetahui cara mengatasinya, ketahui terlebih dahulu apa saja penyebab rahang bawah yang maju. Dengan begitu, perawatan yang dilakukan bisa lebih tepat dan efektif. Simak ulasannya berikut ini.

Ilustrasi rahang bawah yang seharusnya sejajar dengan rahang atas. Foto: Pixabay

Kenapa Rahang Bawah Lebih Maju?

Secara normal, susunan gigi rahang atas seharusnya berada sekitar 2-4 mm lebih maju dibandingkan dengan gigi rahang bawah. Jika terjadi sebaliknya, yakni rahang bawah lebih maju, otomatis membuat kondisi rahang atas dan bawah menjadi tidak sejajar.

Lalu, kenapa rahang atas dan bawah tidak sejajar bisa terjadi pada beberapa kasus? Menurut buku Serba Serbi Kesehatan Gigi & Mulut susunan Tim Bukune, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan kondisi ini, yaitu:

1. Faktor Keturunan

Posisi rahang juga dipengaruhi oleh gen dari orang tua. Apabila orang tua memiliki rahang bawah yang maju, ada kemungkinan keturunannya mengalami kondisi serupa.

Tidak hanya posisi rahang, genetik dari orang tua juga bisa memengaruhi susunan gigi di rongga mulut. Susunan gigi yang kurang baik juga bisa menjadi penyebab bergesernya posisi rahang.

2. Kebiasaan Buruk

Mungkin belum banyak yang mengetahui hal ini. Siapa sangka, bahwa kebiasaan yang dilakukan saat kecil juga bisa memengaruhi posisi rahang.

Beberapa kebiasaan buruk yang bisa berpengaruh pada susunan gigi dan posisi rahang, di antaranya:

  • Kebiasaan mengisap jempol.

  • Sering mendorong-dorong gigi menggunakan lidah.

  • Menggunakan empeng saat berusia lebih dari tiga tahun.

  • Kebiasaan minum dengan dot hingga memasuki usia sekolah.

3. Cedera

Cedera berat pada wajah atau rahang bisa menyebabkan kerusakan permanen pada tulang wajah. Tulang rahang yang patah memang bisa disembuhkan. Namun, terkadang pada kondisi yang parah, rahang tidak bisa benar-benar kembali ke posisi semula dan menyebabkan rahang bawah terlihat maju.

4. Bibir Sumbing

Cacat tertentu seperti bibir sumbing atau langit-langit sumbing dapat muncul saat lahir. Kondisi ini terkadang dapat menyebabkan maloklusi (susunan atau posisi gigi dan rahang tidak normal) dan biasanya mengalami underbite.

5. Tumor

Pertumbuhan tumor pada tulang rahang atau mulut dapat menyebabkan rahang bawah tampak menonjol. Kondisi ini dapat menyebabkan underbite. Tumor kanker atau tumor jinak merupakan penyakit yang disebabkan oleh karsinoma sel basal nevoid yang membuat rahang menonjol.

Ilustrasi kondisi rahang bawah maju yang memerlukan tindakan operasi. Foto: Pixabay

Apakah Posisi Rahang Bisa Berubah?

Wajah dibentuk oleh tulang-tulang wajah dan gigi, serta otot-otot wajah dan lemak kulit wajah. Perubahan pada salah satu komponen inilah yang akan akan menyebabkan perubahan pada penampakan fisik wajah, termasuk posisi rahang.

Adapun tulang-tulang yang membentuk wajah, di antaranya tulang pelipis (zygomaticus), tulang pipi (maxila), tulang rahang (mandibula), dan tulang hidung (nasal).

Rahang sendiri dibentuk oleh tulang (mandibula), otot rahang, dan sendi (sendi temporomandibular). Pembentukan rahang juga dapat dipengaruhi oleh keadaan gigi.

Sistem kompleks rahang yang terdiri dari komponen-komponen di atas, terutama sendi radang, membuat manusia dapat menggerakkan rahang ke samping, depan, ataupun bawah, serta membentuk gerakan berbicara, mengunyah, menggigit, membuka mulut, dan mengatupkan mulut.

Berdasarkan buku Pediatric Dentistry: A Clinical Approach tulisan Goran Koch, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan perubahan posisi rahang, yaitu:

  • Kebiasaan sehari-hari yang menyangkut posisi tidur

  • Posisi menopang dagu

  • Menopang rahang

  • Kebiasaan mengunyah

  • Kebiasaan membuka mulut seperti menguap atau tertawa terlalu lebar

  • Keadaan lain seperti trauma (benturan), tumor, dan peradangan sendi

Ilustrasi melakukan pemeriksaan sebelum operasi rahang bawah. Foto: Pexels

Berapa Biaya Operasi Rahang Bawah Maju?

Posisi dan susunan gigi yang tidak sejajar biasanya tidak memerlukan perawatan medis apa pun. Namun, tingkat keparahan underbite juga menentukan apakah diperlukan tindakan operasi atau tidak.

Jika kondisi underbite yang parah atau pasien lansia, operasi rahang (operasi ortognatik) bisa menjadi pilihan. Biasanya, operasi rahang bagian bawah gigi dilakukan bersamaan dengan perawatan ortodontik seperti menggunakan kawat gigi maupun retainer.

Operasi rahang dapat memperbaiki posisi rahang atas dan bawah agar sejajar, sehingga membuat seseorang bisa mengunyah, menggigit, dan berbicara dengan lancar sekaligus nyaman.

Operasi pemotongan rahang hanya dilakukan sebanyak satu kali. Namun, untuk membuat hasil lebih memuaskan, pasien sebaiknya melakukan perawatan orto atau kecantikan gigi di atas 2 bulan setelah 2 bulan dioperasi.

Operasi ini harus dilakukan dokter spesialis bedah mulut dan usia pasien harus di atas 20 tahun. Setiap rumah sakit maupun klinik gigi memiliki perkiraan harga biaya operasi yang berbeda-beda. Namun, diambil dalam situs resmi milik RS Bina Estetika, harganya berkisar Rp 25-75 juta, bergantung pada bentuk rahang dan keinginan pasien.

Pasien akan menjalani pemeriksaan menyeluruh sebelum prosedur ini dilakukan. Waktu pemulihan setelah operasi sendiri diperkirakan satu hingga tiga minggu.

Ilustrasi tindakan operasi untuk memperbaiki posisi rahang bawah. Foto: Pexels

Apakah Operasi Rahang Berbahaya?

Operasi rahang untuk setiap orang berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahannya. Operasi ini dilakukan di bawah pengaruh bius total.

Dokter yang mengoperasi akan melakukan pembentukan ulang tulang rahang dan memasang alat-alat tertentu untuk membantu memperbaiki posisi rahang bawah. Proses operasi pemotongan rahang dibagi menjadi dua, yaitu:

Teknik Sagital Split

Operasi pemotongan rahang bawah menggunakan teknik sagital split, yaitu dengan cara dimundurkan atau dimajukan. Sebelum operasi, pasien dibius, lalu gusinya dibuka dengan menggunakan pisau dari rahang bawah bagian atas, hingga ke bawah samping-samping gigi bagian depan. Setelah terbuka, rahang dibelah menjadi dua, lalu rahang yang memiliki gigi dimundurkan atau dimajukan.

Teknik Le Ford Satu

Operasi pemotongan rahang atas dengan teknik le ford satu, yaitu dengan cara dimajukan dan dimundurkan dan disesuaikan kebutuhan. Teknik ini dapat membuat tonjolan wajah di bawah kedua mata. Setelah melakukan operasi pemotongan pada rahang bawah, maka rahang atas dipotong secara horizontal di atas akar gigi. Selanjutnya, rahang atas dimajukan ataupun dimundurkan.

(VIO)

Frequently Asked Question Section

Kenapa rahang bawah lebih maju?
chevron-down

Faktor keturunan, kebiasaan buruk, cedera, bibir sumbing, dan tumor.

Bagaimana cara memundurkan rahang bawah yang maju?
chevron-down

Operasi rahang dapat memperbaiki posisi rahang atas dan bawah agar sejajar, sehingga membuat seseorang bisa mengunyah, menggigit, dan berbicara dengan lancar sekaligus nyaman.

Apakah posisi rahang bisa berubah?
chevron-down

Wajah dibentuk oleh tulang-tulang wajah dan gigi, serta otot-otot wajah dan lemak kulit wajah. Perubahan pada salah satu komponen inilah yang akan akan menyebabkan perubahan pada penampakan fisik wajah, termasuk posisi rahang.