Perbedaan Kista dan Miom: Bentuk, Penyebab, hingga Gejalanya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kesehatan reproduksi wanita sering kali dikaitkan dengan istilah-istilah medis seperti kista dan miom. Keduanya merupakan benjolan abnormal yang bisa tumbuh di area rahim atau sekitarnya.
Meski demikian, sebenarnya terdapat perbedaan antara kista dan miom, baik dari segi asal, bentuk, gejala, hingga penanganannya.
Untuk memahami lebih lanjut, artikel ini akan membahas secara lengkap perbedaan kista dan miom, serta bagaimana mengenalinya sejak dini.
Apa Itu Kista?
Dikutip dari Mayo Clinic, kista adalah kantung berisi cairan yang bisa terbentuk di berbagai bagian tubuh, termasuk indung telur (ovarium). Kista ovarium merupakan jenis yang paling umum terjadi pada wanita, terutama saat masa subur.
Sebagian besar kista bersifat jinak dan bisa menghilang dengan sendirinya tanpa perlu pengobatan. Namun, ada juga jenis kista yang berukuran besar atau bertahan lama dan bisa menimbulkan komplikasi seperti nyeri, gangguan haid, atau bahkan memengaruhi kesuburan.
Kista biasanya terbentuk akibat gangguan pada proses ovulasi. Salah satu jenis yang umum adalah kista fungsional yang muncul saat folikel tak pecah dan melepaskan sel telur. Kista ini umumnya tak berbahaya dan akan hilang dalam beberapa siklus menstruasi.
Baca Juga: Perbedaan Obstetri dan Ginekologi dalam Dunia Kedokteran
Apa Itu Miom?
Sementara itu, miom atau yang dikenal juga sebagai fibroid rahim, adalah tumor jinak yang tumbuh di dinding rahim. Berbeda dengan kista yang berisi cairan, miom merupakan jaringan padat yang terbentuk dari otot dan jaringan fibrosa rahim.
Miom bisa tumbuh tunggal atau berkelompok dengan ukuran yang bervariasi dari sangat kecil hingga sebesar buah jeruk. Meski penyebab pastinya belum sepenuhnya diketahui, faktor hormonal dan genetik diyakini memengaruhi pertumbuhan miom.
Miom cenderung terjadi pada wanita usia subur dan sering kali tak menimbulkan gejala. Namun, pada beberapa kasus, miom dapat menyebabkan nyeri hebat saat haid, perdarahan berlebihan, gangguan buang air kecil, serta rasa tak nyaman di perut bagian bawah.
Perbedaan Kista dan Miom
Berdasarkan penjelasan di atas dan buku Mengenal Mioma Uteri dan Kista Ovarium oleh Liliek Pratiwi, M.KM., dkk., berikut perbedaan kista dan miom yang perlu diketahui wanita.
1. Isi dan Struktur
Kista biasanya berisi cairan, sedangkan miom berbentuk padat dan berasal dari jaringan otot rahim.
2. Lokasi
Kista paling sering muncul di ovarium, sementara miom tumbuh di dinding rahim, baik di bagian luar, dalam, atau tengah dinding rahim.
3. Gejala
Kista sering kali tak menimbulkan gejala, tetapi bila membesar dapat menyebabkan nyeri panggul, gangguan haid, dan rasa penuh di perut. Miom lebih sering menyebabkan perdarahan hebat saat menstruasi, tekanan pada kandung kemih, dan nyeri panggul kronis.
4. Penyebab
Kista berkaitan dengan proses ovulasi dan hormon estrogen, sedangkan miom juga dipengaruhi oleh hormon tetapi lebih kompleks, termasuk faktor keturunan.
5. Risiko Komplikasi
Kista yang pecah atau terpuntir bisa menyebabkan nyeri mendadak dan memerlukan tindakan medis darurat. Miom berukuran besar bisa menekan organ sekitarnya dan memengaruhi kesuburan.
(NDA)
