Perbedaan Maag Akut dan Kronis: Penyebab, Gejala, hingga Penanganannya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Maag atau gastritis merupakan gangguan pencernaan yang cukup umum di masyarakat. Maag sendiri terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu maag akut dan maag kronis.
Meskipun memiliki gejala yang mirip, maag akut dan kronis berbeda dalam hal tingkat keparahan, durasi, serta dampaknya terhadap kesehatan lambung.
Artikel ini akan membahas perbedaan maag akut dan kronis secara lengkap, agar siapa pun lebih waspada dan dapat menentukan langkah pengobatan yang tepat.
Pengertian Maag Akut dan Kronis
Sebelum memahami perbedaannya, penting untuk mengetahui pengertian dari maag akut dan kronis terlebih dahulu. Berikut pengertian keduanya yang diterangkan Mayo Clinic.
Maag Akut
Peradangan pada lapisan lambung ini muncul secara tiba-tiba dan biasanya berlangsung dalam waktu singkat. Kondisi ini sering dipicu oleh infeksi, konsumsi alkohol, atau obat-obatan tertentu.
Maag Kronis
Peradangan lambung ini berlangsung dalam jangka panjang dan bisa berminggu-minggu hingga bertahun-tahun. Penyakit ini sering kali tak menimbulkan gejala jelas di awal, tetapi dapat merusak lapisan lambung secara bertahap.
Baca Juga: Perbedaan Batuk TBC dan Batuk Biasa yang Penting Diketahui
Perbedaan Maag Akut dan Kronis
Memahami perbedaan maag akut dan kronis sangat penting agar dapat mendapat penanganan yang sesuai. Merangkum WebMD dan Healthline, perbedaan tersebut dapat dilihat dari beberapa hal berikut:
1. Durasi Penyakit
Maag Akut: Terjadi secara mendadak dan berlangsung singkat, biasanya hanya beberapa hari hingga satu minggu.
Maag Kronis: Berkembang perlahan dan bisa berlangsung lama, bahkan seumur hidup jika tak ditangani.
2. Penyebab
Maag Akut: Infeksi bakteri Helicobacter pylori, konsumsi alkohol berlebihan, efek samping obat NSAID (seperti ibuprofen, aspirin), makanan pedas atau asam secara berlebihan, dan stres fisik atau emosional.
Maag Kronis: Infeksi kronis H. pylori, gangguan autoimun, refluks empedu, paparan zat iritatif jangka panjang, dan faktor genetik
3. Gejala yang Dirasakan
Maag Akut: Nyeri perut tiba-tiba di ulu hati, mual dan muntah, perut kembung, hilang nafsu makan, terkadang disertai demam ringan.
Maag Kronis: Gejala lebih ringan atau bahkan tanpa gejala, rasa penuh setelah makan sedikit, penurunan berat badan secara perlahan, nyeri perut berulang, mual berkepanjangan.
4. Kerusakan pada Lambung
Maag Akut: Menyebabkan peradangan sementara, jika ditangani dengan baik bisa sembuh total tanpa meninggalkan kerusakan permanen.
Maag Kronis: Menyebabkan kerusakan jangka panjang pada lapisan lambung dan dapat berkembang menjadi tukak lambung atau kanker lambung jika dibiarkan.
5. Penanganan dan Pengobatan
Maag Akut: Menghindari pemicu seperti alkohol dan makanan iritatif, minum obat antasida atau inhibitor pompa proton (PPI), istirahat yang cukup.
Maag Kronis: Terapi jangka panjang untuk mengontrol peradangan, pengobatan infeksi H. pylori jika ada, diet khusus, pemantauan rutin oleh dokter.
(NDA)
