Perut Perih Padahal Sudah Makan, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perut perih padahal sudah makan menimbulkan rasa tak nyaman dan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Maka dari itu, keluhan ini tak boleh diabaikan, terutama jika disertai gejala lain.
Biasanya, rasa perih muncul ketika perut kosong dan hilang setelah makan. Namun, pada kasus tertentu, rasa perih tersebut tetap tidak hilang meskipun sudah diisi oleh makanan.
Untuk mengetahui penyebab umum dari perut perih setelah makan dan serta langkah-langkah yang bisa penderita lakukan untuk mengatasinya, simak terus uraian ini.
Penyebab Perut Tetap Perih Padahal Sudah Makan
Perut perih meski sudah makan bisa menjadi tanda adanya masalah pada saluran pencernaan. Berikut beberapa kemungkinan penyebabnya menurut informasi dari berbagai sumber.
1. Gastritis (Radang Lambung)
Merujuk Mayo Clinic, gastritis adalah kondisi ketika dinding lambung mengalami peradangan. Meski sudah makan, peradangan ini tetap bisa menyebabkan rasa nyeri atau perih di perut bagian atas. Gejala umum gastritis, di antaranya:
Perut terasa perih atau terbakar.
Mual setelah makan.
Perut kembung.
Serdawa berlebih.
2. GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)
Dijelaskan WebMD, GERD terjadi saat asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Meski sudah makan, tekanan di lambung bisa membuat katup esofagus terbuka sehingga asam naik dan menimbulkan rasa perih di dada dan perut bagian atas. Ciri khas GERD, yakni:
Nyeri dada seperti terbakar.
Perut perih setelah makan.
Rasa asam di mulut.
Batuk kronis.
3. Tukak Lambung
Tukak lambung atau ulkus peptikum adalah luka yang terbentuk di lapisan lambung atau usus halus. Luka ini bisa tetap terasa perih walau lambung terisi makanan. Berikut tanda Anda mengalami tukak lambung:
Nyeri perut setelah makan atau saat malam hari.
Berat badan turun tanpa sebab.
Mual dan muntah.
4. Iritasi Akibat Makanan Tertentu
Beberapa makanan seperti makanan pedas, asam, kopi, atau alkohol bisa mengiritasi dinding lambung. Meski sudah makan, zat-zat ini bisa memperparah kondisi lambung dan menimbulkan perih.
5. Infeksi H. pylori
Bakteri Helicobacter pylori adalah penyebab umum peradangan dan tukak pada lambung. Infeksi ini bisa menyebabkan nyeri yang bertahan walau sudah makan.
Baca Juga: Teh yang Aman untuk Asam Lambung dan Tip Mengonsumsi secara Tepat
Cara Mengatasi Perut Perih Padahal Sudah Makan
Jika Anda sering mengalami kondisi perut perih padahal sudah makan, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasinya menurut Healthline:
Pilih makanan yang ramah lambung. Hindari makanan pedas, asam, berminyak, dan berkafein. Pilih makanan lembut seperti pisang, nasi putih, oatmeal, kentang rebus, dan sup bening.
Makan dalam porsi kecil tapi sering. Makan berlebihan bisa memberi tekanan lebih pada lambung. Sebaiknya, makan dalam porsi kecil dan sering, yakni sebanyak 4–5 kali sehari.
Minum obat antasida atau PPI. Obat antasida bisa menetralkan asam lambung. Jika keluhan tak membaik, dokter mungkin meresepkan obat golongan PPI (proton pump inhibitor) seperti omeprazole.
Hindari langsung tidur setelah makan. Berbaring setelah makan bisa memicu naiknya asam lambung. Tunggu minimal 2–3 jam sebelum berbaring atau tidur.
Kelola stres. Stres berlebihan dapat memperparah gangguan lambung. Cobalah relaksasi, meditasi, atau aktivitas yang menenangkan pikiran.
(NDA)
