Posisi Tidur untuk Penderita Skoliosis agar Tetap Nyaman

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tidur menjadi momen penting bagi tubuh untuk beristirahat dan memulihkan diri. Namun bagi penderita skoliosis, tidur justru bisa menjadi tantangan tersendiri.
Posisi tidur yang salah bisa menambah tekanan pada tulang belakang, bahkan memicu rasa nyeri yang berkepanjangam. Tak heran jika penderita skoliosis kesulitan mendapatkan kualitas tidur yang baik.
Meski umumnya tak berbahaya, skoliosis bisa menyebabkan ketidaknyaman, terutama saat tidur. Karena itu, penting memahami posisi tidur yang tepat penderita agar dapat merasa lebih nyenyak dan mengurangi rasa sakit yang mungkin timbul.
Apa Itu Skoliosis?
Skoliosis adalah kelainan postur tulang belakang yang ditandai dengan kelengkungan ke arah samping, baik kanan maupun kiri. Lengkungan ini dapat membentuk huruf "S" atau "C" dengan tingkat keparahan yang bervariasi setiap individu.
Mengutip buku berjudul Buku Ajar Sistem Muskuloskeletal karya Liss Dyah Dewi Arini dkk., disebutkan bahwa pada derajat kelengkungan yang cukup besar, skoliosis bisa menekan organ vital seperti paru-paru dan jantung. Akibatnya, ini bisa menyebabkan keterbatasan fungsi pada organ-organ tersebut.
Skoliosis umumnya berkembang selama masa pertumbuhan anak dan remaja. Namun kondisi ini juga bisa muncul pada usia dewasa akibat penuaan, cedera tulang belakang atau penyakit tertentu yang memengaruhi struktur tulang.
Baca Juga: 4 Terapi untuk Penderita Osteoarthritis yang Direkomendasikan Dokter
Posisi Tidur untuk Penderita Skoliosis
Mengutip laman Scoliosis Reduction Center, berikut posisi tidur yang direkomendasikan untuk penderita skoliosis agar tetap nyaman saat beristirahat.
1. Tidur Telentang
Tidur telentang merupakan salah satu posisi terbaik, baik untuk penderita skoliosis maupun orang tanpa kelainan tulang belakang. Posisi ini membantu menjaga kesejajaran tulang belakang karena berat tubuh terdistribusi secara merata.
Gunakan bantal kecil di pinggang untuk mengisi kekosongan dan menopang lengkungan tersebut. Ini sangat membantu mengurangi tekanan pada area yang melengkung dan memberi rasa nyaman saat tidur.
Sementara jika bagian lengkungan terjadi di punggung atas, penderita bisa juga menempatkan bantal tipis di bawah tulang belikat sebagai penyangga tambahan agar tulang belakang tetap dalam posisi netral.
2. Tidur Miring
Posisi tidur menyamping atau miring juga bisa menjadi pilihan baik, bergantung pada sisi mana yang terasa lebih nyaman. Untuk menambah kenyamanan, letakkan bantal di antara kedua lutut agar posisi pinggul tetap sejajar.
Posisi ini membantu menghindari rotasi tubuh yang tidak seimbang dan menjaga tulang belakang dalam posisi yang lurus sepanjang malam.
3. Hindari Tidur Tengkurap
Tidur tengkurap adalah posisi yang paling tak direkomendasikan untuk penderita skoliosis. Posisi ini menyebabkan tekanan besar pada tulang belakang dan membuat otot leher dan punggung tegang.
Maka bagi penderita skoliosis, posisi ini sebaiknya dihindari karena dapat memperburuk kondisi tulang belakang secara signifikan.
(SA)
