Sakit Usus Buntu Sebelah Mana? Ini Lokasinya yang Paling Umum

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak orang bertanya, sakit usus buntu sebelah mana? Jawaban paling umumnya adalah sebelah kanan bawah perut. Namun, nyerinya bisa berkembang dan berpindah lokasi.
Mengenali lokasi nyeri usus buntu sangat penting untuk mencegah komplikasi serius, seperti pecahnya usus buntu yang dapat mengancam nyawa.
Artikel ini akan mengulas secara lengkap mengenai penyakit usus buntu, mulai dari lokasi, gejala, serta kapan penderita harus segera memeriksakan diri ke dokter.
Apa Itu Usus Buntu?
Dikutip dari Mayo Clinic, usus buntu adalah organ kecil berbentuk tabung sempit yang menempel pada usus besar di bagian kanan bawah perut.
Fungsi pasti dari usus buntu belum diketahui secara pasti. Namun ketika organ ini meradang, kondisi tersebut dikenal dengan istilah apendisitis.
Radang usus buntu dapat disebabkan oleh sumbatan, infeksi, atau penumpukan feses yang menghambat saluran di usus buntu. Akibatnya, timbul pembengkakan, infeksi, hingga kemungkinan pecah jika tak segera ditangani.
Baca Juga: Penyebab Usus Buntu Pecah, Gejala, dan Dampaknya
Sakit Usus Buntu Sebelah Mana?
WebMD menerangkan, gejala awal usus buntu sering kali berupa nyeri samar di bagian tengah perut (sekitar pusar). Namun dalam beberapa jam, rasa sakit tersebut akan berpindah ke bagian kanan bawah perut. Adapun ciri khas nyerinya berupa:
Nyeri tajam di perut kanan bawah.
Rasa sakit bertambah saat disentuh, batuk, atau bergerak.
Perut terasa kaku atau kembung.
Sakit makin parah dari waktu ke waktu.
Namun, perlu diingat bahwa lokasi nyeri bisa berbeda tergantung posisi usus buntu pada tiap orang. Pada wanita hamil, misalnya, usus buntu bisa terdorong lebih tinggi sehingga nyerinya terasa di perut atas kanan.
Kapan Harus ke Dokter?
Selain nyeri di kanan bawah perut, segera temui tenaga medis jika Anda mengalami:
Nyeri yang tak kunjung membaik setelah beberapa jam.
Disertai demam tinggi dan muntah terus-menerus.
Perut terasa sangat sensitif atau membengkak.
Gejala-gejala ini bisa menyerupai gangguan pencernaan biasa. Namun, jika disertai nyeri menetap di perut kanan bawah, sangat disarankan untuk segera ke dokter.
Penanganan medis yang cepat sangat penting karena usus buntu yang meradang bisa pecah dalam waktu 24–72 jam setelah gejala muncul. Jika sudah pecah, infeksi bisa menyebar ke seluruh rongga perut (peritonitis) dan bisa berakibat fatal.
Jika dipastikan terkena apendisitis, tindakan operasi pengangkatan usus buntu (apendektomi) adalah pilihan utama. Operasi bisa dilakukan dengan metode bedah terbuka atau laparoskopi (lubang kecil).
(NDA)
