Konten dari Pengguna

Samcofenac Obat Apa? Ini Khasiat, Efek Samping, dan Aturan Pakainya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 5 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi obat samcofenac. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi obat samcofenac. Foto: pixabay

Samcofenac merupakan sediaan obat yang termasuk dalam golongan natrium diklofenak. Jenis obat ini biasa digunakan dalam terapi akut dan kronik untuk reumatoid artritis, osteoartritis, dan spondilitis ankilosa.

Samcofenac termasuk obat keras yang harus dibeli dengan resep dokter. Tiap tabletnya mengandung natrium diklofenak sebesar 50 mg yang harus diminum sesuai dengan petunjuk medis.

Dalam dosis tertentu, samcofenac efektif meredakan nyeri, pembengkakan, dan kekakuan sendi yang dirasakan oleh pasien. Pada banyak kasus, obat ini bisa membantu pasien melakukan lebih banyak aktivitas normal sehari-hari.

Samcofenac dikenal juga sebagai obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Bagi yang ingin tahu samcofenac obat apa, berikut penjelasan lengkapnya untuk Anda.

Kegunaan

Ilustrasi obat samcofenac. Foto: pixabay

Samcofenac adalah obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang tersedia dalam jumlah bebas di apotek. Menurut khasiatnya, obat ini bisa meredakan nyeri ringan hingga sedang yang disebabkan oleh radang sendi.

Samcofenac bekerja mirip dengan NSAID oral lainnya seperti ibuprofen atau natrium naproxen. Obat ini bekerja dengan cara menghalangi produksi bahan kimia sinyal rasa sakit yang disebut prostaglandin.

Menurut ahli farmasi, samcofenac bekerja dengan menembus kulit dan menghilangkan rasa sakit radang sendi pada sumbernya. Biasanya, obat ini bekerja dengan efektif selama 7 hari atau lebih.

Dosis dan Aturan Pakai

Ilustrasi penggunaan obat harus sesuai anjuran dosis. Foto: Pexels

Samcofenac termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga penggunaan obat ini harus sesuai dengan resep dokter. Obat ini hanya boleh dikonsumsi orang dewasa.

Mengutip laman WebMD, natrium diklofenak oral sebaiknya dikonsumsi sesuai dengan jenis penyakit dan keluhannya. Untuk nyeri dan peradangan, dosis yang disarankan adalah 75-150 mg/hari.

Sedangkan untuk terapi migraine, dosis awalnya 50 mg dan diminum saat serangan migraine pertama kali. Kemudian ulangi 2 jam sekali jika dibutuhkan.

Jika Anda mengonsumsinya sesuai anjuran dosis, maka obat ini bisa bekerja lebih maksimal. Samcofenac mampu meredakan nyeri arthritis di lutut, pergelangan kaki, kaki, tangan, pergelangan tangan, dan siku.

Cara Menggunakan

Ilustrasi mengonsumsi obat. Foto: Pexels

Sebagai golongan obat keras, cara penggunaan samcofenac tidak boleh sembarangan. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan selama mengonsumsi obat ini, yaitu:

  • Konsumsi samcofenac harus sesuai dengan resep dokter. Penggunaannya tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan. Bacalah instruksi aturan penggunaan yang tertera pada kemasan obat.

  • Samcofenac tidak boleh digunakan pada pasien yang alergi terhadap kandungan obat.

  • Samcofenac dapat dikonsumsi sesudah makan untuk menghindari gangguan pencernaan.

  • Obat samcofenac harus ditelan secara utuh bersama air putih. Jangan menghancurkan obat.

  • Samcofenac dianjurkan untuk diminum secara teratur pada jam yang sama setiap harinya.

  • Jangan menggandakan dosis tanpa sepengetahuan dokter.

Cara Penyimpanan

Ilustrasi obat harus disimpan di tempat yang sejuk dan kering. Foto: Pexels

Simpan Samcofenac di tempat kering dan sejuk, serta terhindar dari panas sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.

Efek Samping

Ilustrasi obat samcofenac. Foto: pixabay

Anda tidak boleh mengonsumsi obat ini dalam jangka waktu panjang. Risiko kesehatan tertentu seperti serangan jantung, stroke, kerusakan hati, dan pendarahan bisa menyerang kapanpun jika Anda mengabaikannya.

Berikut efek samping samcofenac selengkapnya:

  • Dapat menyebabkan reaksi alergi yang parah, terutama pada orang yang alergi terhadap aspirin. Gejala yang timbul yaitu gatal-gatal, pembengkakan wajah, asma, syok, kulit memerah, ruam, atau lecet.

  • Pendarahan perut yang parah. Efek samping ini rentan terkena pasien berusia 60 tahun atau lebih; pernah mengalami sakit maag atau masalah pendarahan; pasien yang mengonsumsi pengencer darah (antikoagulan), obat steroid, atau obat lain yang mengandung NSAID.

Overdosis

Dalam beberapa kasus, samcofenac yang dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan overdosis. Adapun gejala overdosis dari obat ini, yaitu:

  • Mengantuk

  • Mual dan muntah

  • Sakit kepala dan pusing

  • Nyeri ulu hati

  • Perdarahan saluran cerna

  • Kejang

Apabila mengalami gejala overdosis, segera lakukan pemeriksaan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Kontraindikasi

Mengutip laman Know Your OTCs, obat samcofenac tidak dianjurkan untuk dikonsumsi jangka panjang. Jika dikonsumsi oleh ibu hamil selama 20 minggu lebih, samcofenac bisa menyebabkan masalah ginjal yang serius pada bayi sebelum lahir.

Selain itu, obat yang mengandung natrium diklofenak tidak boleh dikonsumsi bagi pasien yang memiliki alergi terhadap golongan obat NSAID.

Samcofenac juga tidak boleh digunakan pada pasien dengan riwayat penyakit jantung. Sebab, obat ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke yang fatal, terutama jika menggunakannya dalam jangka panjang atau dengan dosis tinggi.

Interaksi Obat

Ilustrasi obat-obatan jenis lain dapat berinteraksi dengan samcofenac apabila digunakan bersamaan. Foto: Pexels

Interaksi obat mungkin bisa terjadi apabila mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Adapun penggunaan samcofenac dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, seperti:

  • Penggunaan samcofenac bersama NSAID lain, obat penghambat pembekuan darah, dan obat pengencer darah dapat meningkatkan risiko luka dan perdarahan pada saluran pencernaan.

  • Penggunaan samcofenac bersama kolestipol dan kolestiramin dapat menurunkan efektivitas obat.

  • Penggunaan samcofenac bersama glikosida jantung dapat meningkatkan risiko efek samping yang berkaitan dengan gangguan jantung dan pembuluh darah.

  • Penggunaan samcofenac bersama inhibitor ACE, diuretik, siklosporin, dan tacrolimus dapat meningkatkan risiko toksisitas hematologis dengan AZT.

  • Penggunaan samcofenac bersama digoksin, litium, metotreksat, pemetrexed, dan fenitoin dapat meningkatkan kadar dan risiko toksisitas obat.

Baca Juga: Diclofenac Sodium Obat Apa? Ini Kegunaan, Efek Samping, dan Aturan Pakainya

Rekomendasi Obat Sejenis

Ilustrasi obat-obatan. Foto: Pexels

Selain samcofenac, ada beberapa obat lain yang bisa digunakan sebagai alternatif. Namun, perlu diingat bahwa obat-obatan tersebut harus menggunakan resep dokter. Adapun rekomendasi obat sejenis samcofenac, yaitu:

  • Divoltar, yakni obat yang mengandung natrium diklofenak dan digunakan untuk mengobati artritis reumatoid, osteoartritis, dan osteoartrosis.

  • Voltaren, yakni obat yang mengandung sodium diklofenak dan digunakan sebagai terapi awal untuk mengobati artritis reumatoid dan spondilitis ankilosa.

  • Renadinac, yakni obat yang mengandung natrium diklofenak serta digunakan untuk mengurangi nyeri dan peradangan.

  • Voltadex, yakni obat yang mengandung sodium diklofenak dan digunakan untuk mengobati rematik yang disertai peradangan.

  • Fenavel, yakni obat yang mengandung natrium diklofenak serta digunakan untuk meredakan nyeri sendi dan peradangan.

(MSD & SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa kegunaan obat samcofenac?

chevron-down

Jenis obat ini biasa digunakan dalam terapi akut dan kronik untuk reumatoid artritis, osteoartritis, dan spondilitis ankilosa.

Samcofenac golongan obat apa?

chevron-down

Samcofenac termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga penggunaan obat ini harus sesuai dengan resep dokter.

Apa efek samping samcofenac?

chevron-down

Dapat menyebabkan reaksi alergi yang parah, terutama pada orang yang alergi terhadap aspirin.