Kumparan Logo
Konten Media Partner

Diclofenac Sodium Obat Apa? Ini Kegunaan, Efek Samping, dan Aturan Pakainya

Kata Dokter

·waktu baca 7 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi obat sodium diklofenak. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi obat sodium diklofenak. Foto: Unsplash

Diclofenac sodium obat apa? Diclofenac sodium atau sodium diklofenak adalah obat yang digunakan untuk mengobati kondisi nyeri dan peradangan. Obat ini termasuk ke dalam golongan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID).

Sodium diklofenak telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) untuk digunakan dalam pengobatan nyeri akut dan kronis yang terkait dengan kondisi peradangan.

Kondisi peradangan tersebut terutama yang melibatkan sistem muskuloskeletal (struktur yang mendukung anggota tubuh, leher, dan punggung), seperti osteoartritis dan artritis reumatoid.

Apa Itu Diclofenac?

Ilustrasi obat diklofenak. Foto: Pexels

Diclofenac atau diklofenak adalah jenis obat yang termasuk dalam kategori obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Obat ini biasa digunakan untuk mengatasi nyeri ringan hingga sedang dan pembengkakan.

Diklofenak memiliki efek antiinflamasi dan analgesik, sehingga sangat efektif dalam meredakan pembengkakan dan nyeri yang muncul akibat berbagai kondisi medis.

Beberapa kondisi yang dapat diatasi dengan diklofenak meliputi artritis reumatoid, steoartritis, cedera otot, sakit punggung, sakit gigi, migrain, encok, dan ankylosing spondylitis.

Diklofenak tersedia dalam berbagai bentuk sediaan obat, termasuk tablet, kapsul, supositoria, gel, plester, suntikan, hingga obat tetes mata. Pilihan obat tersebut bergantung pada kebutuhan pasien dan kondisi medis yang mendasarinya.

Kegunaan Diclofenac Sodium

Ilustrasi diclofenac sodium digunakan untuk mengatasi nyeri terkait masalah tulang belakang. Foto: Unsplash

Dikutip dari jurnal Advances in NSAID Development: Evolution of Diclofenac Products Using Pharmaceutical Technology oleh Roy Altman, dkk., sodium diklofenak digunakan untuk mengobati nyeri dan peradangan yang melibatkan masalah dengan sendi, otot, dan tulang, seperti:

1. Artritis Reumatoid dan Osteoartritis

Artritris reumatoid atau rematik merupakan peradangan jangka panjang pada sendi yang disebabkan oleh penyakit autoimun atau sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringan tubuh sendiri.

Sementara osteoartritis adalah penyakit sendi degeneratif yang memengaruhi tulang rawan persendian. Kondisi ini menyebabkan gesekan antara tulang yang terdapat dalam sendi, sehingga menimbulkan rasa sakit, kaku, dan gejala lainnya.

Perlu diketahui, penggunaan sodium diklofenak pada artritis reumatoid dan osteoartritis dapat membantu meredakan gejala nyeri, tapi tidak dapat mengobati ataupun mencegah kondisi kerusakan sendi tersebut.

2. Ketegangan Otot

Ketegangan pada otot dapat terjadi akibat penggunaan otot secara berlebihan. Kondisi ini juga bisa terjadi saat seseorang mengalami kecelakaan atau jatuh.

3. Spondilitis Ankilosa

Spondilitis ankilosa merupakan peradangan kronis yang terjadi pada tulang belakang. Kondisi ini dapat menyebabkan tulang belakang terasa nyeri, kaku, serta dapat mengubah postur tubuh penderitanya.

4. Keratosis Aktinik

Secara topikal, sodium diklofenak dapat mengobati keratosis aktinik, yakni kelainan kulit akibat paparan berlebih radiasi ultraviolet yang menyebabkan kulit kasar dan bersisik.

5. Nyeri

Sodium diklofenak dapat membantu meredakan nyeri selama proses peradangan, seperti nyeri punggung, sakit gigi, dan nyeri sendi. Selain itu, obat ini juga dapat membantu meredakan gejala pada asam urat, migrain, dan mialgia.

Sebuah studi Diclofenac for Acute Pain in Children oleh Joseph F. Standing, dkk., juga menjelaskan manfaat penggunaan sodium diklofenak dapat membantu mengatasi nyeri setelah operasi.

Efek Samping Sodium Diklofenak

Ilustrasi salah satu efek samping diklofenak adalah pusing. Foto: Pexels

Sama seperti obat-obatan lainnya, sodium diklofenak juga memiliki sejumlah efek samping, yaitu:

  • Gangguan pada lambung

  • Pusing dan sakit kepala

  • Penglihatan kabur

  • Sakit perut dan mual

  • Mengantuk

Selain itu, sodium diklofenak juga memiliki beberapa efek samping serius yang jarang terjadi, seperti telinga berdenging, nyeri saat menelan, dan kelelahan.

Dosis dan Aturan Pakai Sodium Diklofenak

Ilustrasi mengonsumsi obat. Foto: Unsplash

Sebelum mengonsumsi sodium diklofenak, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, terutama jika memiliki riwayat alergi dan penyakit seperti yang disebutkan sebelumnya.

Dokter akan menyarankan dosis obat yang sesuai dengan kondisi pasien. Berikut ini dosis sodium diklofenak secara umum untuk orang dewasa sesuai dengan kondisi pasien:

Dosis Sodium Diklofenak (Obat Tablet) untuk Osteoartritis

Obat ini berguna untuk meredakan nyeri dan peradangan akibat osteoartritis, artritis reumatoid,

  • Dewasa: dosis 50 mg, diminum 2-3 kali sehari.

Dosis Sodium Diklofenak (Obat Tablet) untuk Migrain

Obat ini berguna untuk meredakan migrain akut.

  • Dewasa: dosis awal 50 mg pada serangan pertama. Apabila migrain masih terasa setelah 2 jam, konsumsi lagi sebanyak 50 mg.

  • Selama gejala migrain masih ada, konsumsi obat dengan dosis 50 mg setiap 4-6 jam. Dosis maksimal 200 mg per hari.

Dosis Sodium Diklofenak (Obat Tablet) untuk Nyeri

Obat ini berguna untuk meredakan gejala nyeri atau sakit, seperti nyeri punggung dan sakit gigi.

  • Dewasa: dosis 50 mg, diminum 3 kali sehari.

Peringatan Sebelum Menggunakan Diclofenac

Ilustrasi konsumsi obat diklofenak harus sesuai anjuran dosis. Foto: Pexels

Sebelum mengonsumsi diklofenak, konsultasikan dengan dokter riwayat penyakit yang Anda miliki dan semua obat-obatan atau suplemen herbal yang dikonsumsi agar tidak terjadi kontraindikasi. Jangan mengonsumsi obat ini apabila memiliki kondisi berikut:

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap kandungan obat maupun golongan obat NSAID lainnya.

  • Pasien dengan riwayat penyakit jantung. Obat ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke yang fatal, terutama jika menggunakannya dalam jangka panjang atau dengan dosis tinggi.

  • Pasien yang baru saja menjalani atau berencana untuk melakukan operasi bypass jantung.

  • Pasien yang memiliki riwayat atau sedang menderita perdarahan saluran pencernaan, tukak lambung, atau penyakit ginjal. Diklofenak dapat menyebabkan pendarahan lambung atau usus yang bisa terjadi secara tiba-tiba.

  • Ibu hamil dan menyusui.

Cara Menggunakan Diclofenac dengan Benar

Ilustrasi mengonsumsi obat diklofenak dengan segelas air putih. Foto: Pexels

Diklofenak termasuk golongan obat keras, sehingga penggunaannya tidak boleh sembarangan. Adapun cara mengonsumsi diklofenak dengan benar sesuai jenisnya, yaitu:

1. Diclofenac Tablet dan Kapsul

  • Konsumsi obat diklofenak sebelum atau setelah makan. Jika ingin menghindari sakit perut, disarankan untuk mengonsumsinya setelah makan.

  • Konsumsi obat diklofenak secara utuh dengan segelas air putih.

  • Jangan mengunyah, menghancurkan, atau mencampurkan obat dengan makanan.

  • Setelah mengonsumsi obat diklofenak, hindari berbaring setidaknya 10 menit.

  • Jika Anda lupa mengonsumsi obat diklofenak pada waktu yang ditentukan, segera konsumsi obat begitu ingat selama jeda dengan waktu konsumsi berikutnya belum terlalu dekat.

2. Diclofenac Suntik

  • Diklofenak suntik harus diberikan oleh dokter atau tenaga medis yang berwenang.

  • Pemberian suntikan dapat dilakukan melalui pembuluh darah (intravena/IV) atau melalui otot (intramuskular/IM).

3. Diclofenac Gel

  • Bersihkan bagian yang akan diberi gel diklofenak sebelum mengaplikasikan obat.

  • Oleskan obat secukupnya pada bagian yang terasa nyeri.

  • Pastikan tangan Anda bersih sebelum dan sesudah menggunakan gel.

  • Hindari penggunaan gel diklofenak pada luka terbuka, kulit yang terinfeksi, dan kulit yang terkelupas.

  • Tunggu sekitar 10-15 menit sebelum menutup bagian kulit yang diberi obat.

  • Jangan membilas area yang dioleskan obat setidaknya selama 1 jam setelah pemberian.

4. Diclofenac Tetes Mata

  • Cuci tangan dengan bersih menggunakan sabun dan air mengalir.

  • Pastikan ujung botol obat tetes mata tidak menyentuh tangan yang kotor atau permukaan apa pun.

  • Dongakkan kepala ke belakang, tarik kelopak mata bawah, dan teteskan 1 tetes obat ke kelopak mata bagian bawah.

  • Tekan ujung mata dekat hidung selama 1-2 menit untuk memastikan obat meresap.

  • Jangan berkedip atau menggaruk mata setelah pemberian obat tetes hingga obat meresap sepenuhnya.

  • Jika ingin menggunakan obat tetes mata lain, beri jeda sekitar 5-10 menit sebelum menggunakan obat tetes mata diklofenak.

5. Diclofenac Suppositoria

  • Cuci tangan dan bagian dubur dengan bersih menggunakan sabun dan air mengalir.

  • Masukkan suppositoria ke dalam dubur minimal sedalam 3 cm.

  • Duduk atau berbaring selama 15-20 menit untuk membiarkan suppositoria melunak di dalam dubur.

Baca Juga: 8 Obat Nyeri Sendi dari Apotek dan Bahan Alami

Interaksi Diclofenac dengan Obat Lain

Ilustrasi obat-obatan yang dapat berinteraksi dengan diklofenak. Foto: Pexels

Diklofenak dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat lain yang berpotensi memengaruhi efektivitas obat dan meningkatkan risiko efek samping. Dikutip dari laman WebMD, adapun interaksi diklofenak dengan obat lain yang perlu diwaspadai, yaitu:

  • Obat-obatan antihipertensi (obat untuk menurunkan tekanan darah), seperti aliskiren, benazepril, lisinopril, losartan, atau valsartan. Kombinasi diklofenak dengan obat-obatan ini dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia).

  • Obat-obatan pengencer darah, seperti clopidogrel, dabigatran, enoxaparin, atau warfarin. Kombinasi diklofenak dengan obat-obatan ini dapat meningkatkan risiko perdarahan.

  • Obat-obatan pereda nyeri atau penurun demam, seperti aspirin, ibuprofen, ketorolac, atau naproxen. Obat-obatan ini memiliki cara kerja yang mirip dengan diklofenak, sehingga dapat meningkatkan risiko efek samping jika dikonsumsi bersamaan.

  • Obat-obatan diuretik hemat kalium, ciclosporin, dan tacrolimus. Kombinasi diklofenak dengan obat-obatan ini dapat meningkatkan risiko terjadinya hiperkalemia.

Perlu diingat, daftar obat di atas belum mencakup semua kemungkinan interaksi obat yang dapat terjadi dengan diklofenak. Karenanya, setiap pasien yang sedang mengonsumsi obat lain atau suplemen herbal perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa efek samping diclofenac sodium?

chevron-down

Diclofenac sodium memiliki sejumlah efek samping, yaitu gangguan pada lambung, pusing, sakit kepala, dan penglihatan kabur.

Apa kegunaan diclofenac sodium?

chevron-down

Diclofenac sodium digunakan untuk mengobati nyeri dan peradangan yang melibatkan masalah dengan sendi, otot, dan tulang.

Apa diclofenac sodium boleh dikonsumsi penderita penyakit jantung?

chevron-down

Jangan gunakan obat ini pada pasien dengan riwayat penyakit jantung. Sebab, dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.