Konten dari Pengguna

Sendawa Terus Menerus dan Mual, Ini 6 Penyebabnya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mengalami serdawa terus menerus disertai mual. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengalami serdawa terus menerus disertai mual. Foto: Pexels.com

Sendawa dan mual sering kali muncul bersamaan. Sendawa atau serdawa ini terjadi karena adanya penumpukan gas atau udara di perut, sedangkan mual adalah sensasi tak nyaman di perut yang membuat seseorang merasa ingin muntah.

Ketika serdawa terjadi terus-menerus disertai mual, hal ini bisa menandakan adanya gangguan di lambung atau usus bagian atas. Misalnya, produksi asam lambung berlebihan, infeksi, atau kelainan lain.

Simak informasi lebih lanjut seputar penyebab serdawa terus menerus dan mual beserta beberapa langkah untuk mengatasinya dalam uraian di bawah ini.

Penyebab Serdawa Terus Menerus dan Mual

Ilustrasi mengalami serdawa terus menerus disertai mual. Foto: Unsplash

Serdawa terus menerus dan mual bukan sekadar gangguan ringan. Kondisi ini bisa menjadi pertanda adanya masalah pencernaan yang lebih serius. Menurut Mayo Clinic, berikut penyebab serdawa terus menerus dan mual.

1. Dispepsia (Gangguan Pencernaan)

Dispepsia adalah salah satu penyebab paling umum dari serdawa berlebih dan mual. Kondisi ini dapat disebabkan oleh pola makan tak teratur, konsumsi makanan pedas, berlemak, atau asam, serta stres.

2. GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

GERD adalah penyakit yang terjadi akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan. Selain serdawa dan mual, penderita GERD biasanya mengalami nyeri dada, rasa asam di mulut, dan batuk kering kronis.

3. Gastroparesis

Ini adalah kondisi ketika otot-otot lambung tak bekerja secara normal sehingga makanan bergerak sangat lambat keluar dari perut. Akibatnya, gas menumpuk dan menyebabkan serdawa berlebih serta mual, bahkan muntah.

4. Infeksi Lambung (Helicobacter pylori)

Bakteri H. pylori dapat menyebabkan peradangan pada lambung (gastritis) dan bahkan luka (tukak lambung). Gejala umumnya adalah nyeri ulu hati, perut kembung, serdawa, dan mual.

5. Intoleransi Makanan

Beberapa orang tak dapat mencerna makanan tertentu, seperti laktosa atau gluten yang dapat menyebabkan gas berlebih, serdawa, dan rasa mual.

6. Kebiasaan Buruk Saat Makan

Makan terlalu cepat, berbicara saat makan, mengunyah permen karet, atau minum dengan sedotan dapat menyebabkan tertelannya udara dalam jumlah besar dan mengakibatkan terjadinya serdawa berulang.

Baca Juga: 8 Penyebab Mual Saat Bangun Tidur dan Cara Mengatasinya

Cara Mengatasi Serdawa Terus Menerus dan Mual

Ilustrasi mengalami serdawa terus menerus disertai mual. Foto: Unsplash

Penanganan dini serdawa yang terjadi secara terus menerus disertai mual dapat mencegah komplikasi yang lebih serius. Berikut beberapa cara mengatasinya yang bisa diterapkan sebelum semakin parah.

  1. Perbaiki pola makan. Hindari makan terlalu cepat atau berlebihan. Kunyah makanan secara perlahan dan sempurna. Hindari makanan berlemak, asam, pedas, dan minuman berkarbonasi.

  2. Minum air putih yang cukup. Air membantu menetralisasi asam lambung dan mengurangi gas dalam perut.

  3. Hindari kebiasaan buruk. Kurangi mengunyah permen karet, merokok, atau minum dengan sedotan karena bisa meningkatkan tertelannya udara.

  4. Mengonsumsi obat medis seperti antasida untuk menetralkan asam lambung, obat penghambat asam (H2 blocker atau PPI) jika disarankan oleh dokter, serta antibiotik jika terdeteksi infeksi H. pylori.

  5. Konsumsi jahe atau teh herbal. Jahe adalah bahan alami yang dapat membantu mengurangi mual dan menenangkan perut. Teh kamomil juga bisa membantu meredakan gas berlebih.

Jika Anda mengalami serdawa terus menerus dan mual lebih dari tiga hari, apalagi disertai gejala seperti muntah darah, tinja berdarah, penurunan berat badan drastis, atau nyeri hebat di perut, segera periksa ke dokter.

(NDA)