Konten dari Pengguna

Sering Kentut Tanda Penyakit Apa? Ini Penjelasan Medisnya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sakit perut. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sakit perut. Foto: Pexels

Kentut atau buang gas merupakan bagian dari proses mencerna yang terjadi dalam tubuh. Kentut dianggap normal jika frekuensi keluarnya tidak berlebihan atau terlalu sering.

Merujuk Healthline, tubuh manusia menghasilkan gas saat mencerna makanan. Gas tersebut bisa keluar lewat sendawa atau kentut. Biasanya seseorang buang gas sebanyak 10–20 kali sehari.

Namun, bila kentut terjadi lebih dari itu, disertai bau yang menyengat, suara keras, atau bahkan perut kembung dan nyeri, bisa jadi terdapat gangguan dalam sistem pencernaan.

Lalu, sering kentut tanda penyakit apa? Artikel ini akan membahas berbagai kemungkinan penyebab kentut berlebihan, baik yang normal maupun yang patut diwaspadai sebagai gejala penyakit tertentu.

Sering Kentut Tanda Penyakit Apa?

Ilustrasi sakit perut. Foto: Pexels

Jika kentut terus menerus terjadi, menurut Verywell Health, hal itu bisa jadi merupakan tanda dari beberapa jenis penyakit berikut:

1. Irritable Bowel Syndrome (IBS)

IBS atau sindrom iritasi usus besar adalah gangguan kronis pada sistem pencernaan yang ditandai dengan perut kembung, nyeri, sembelit, dan sering kentut. IBS bukan penyakit berbahaya, tetapi bisa sangat mengganggu kualitas hidup penderitanya.

2. Intoleransi Laktosa

Orang dengan intoleransi laktosa tidak bisa mencerna gula alami pada susu dan produk turunannya. Akibatnya, bakteri di usus memfermentasi laktosa, menghasilkan gas berlebihan dan menyebabkan kentut, diare, serta perut bergas.

3. Celiac Disease

Celiac adalah gangguan autoimun ketika tubuh tak bisa mencerna gluten (protein dalam gandum). Gejalanya meliputi sering kentut, diare, penurunan berat badan, dan kelelahan.

4. Infeksi saluran cerna

Infeksi oleh bakteri, virus, atau parasit bisa menyebabkan produksi gas meningkat di dalam usus. Biasanya disertai gejala mual, muntah, atau diare.

5. Disbiosis Usus

Ketidakseimbangan mikrobiota (bakteri baik dan jahat) dalam usus dapat menyebabkan fermentasi berlebihan dalam sistem pencernaan sehingga menimbulkan kentut berlebihan, kembung, dan rasa tidak nyaman.

Baca Juga: 7 Jenis Penyakit Menular Seksual dan Gejalanya

Cara Mengatasi Kentut Berlebihan

Ilustrasi sakit perut. Foto: Pexels

Jadi, sering kentut bisa menjadi tanda penyakit jika disertai dengan gejala lain yang mengganggu. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi frekuensi kentut:

  • Hindari makanan penyebab gas. Kurangi konsumsi brokoli, kol, kacang, minuman bersoda, dan makanan tinggi lemak.

  • Makan perlahan dan kunyah dengan baik. Hal ini mencegah udara ikut tertelan saat makan.

  • Perhatikan intoleransi makanan. Jika tubuh sensitif terhadap laktosa atau gluten, sebaiknya hindari makanan tersebut.

  • Minum cukup air. Air membantu proses mencerna dan mengurangi fermentasi gas di usus.

  • Rutin berolahraga. Aktivitas fisik membantu mengurangi penumpukan gas dalam saluran pencernaan.

(NDA)