Skoliosis Ringan Berapa Derajat? Ini Penjelasannya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Skoliosis adalah kelainan pada tulang belakang yang menyebabkan punggung melengkung ke samping menyerupai huruf “C” atau “S”. Kondisi ini bisa bersifat ringan, sedang, hingga berat tergantung dari seberapa besar sudut lengkung tulang belakang.
Mengetahui tingkat keparahan skoliosis sangat penting agar penanganan bisa tepat dan tak menimbulkan komplikasi di kemudian hari. Lalu, skoliosis ringan berapa derajat? Simak informasi lengkap mengenai batasan skoliosis ringan di bawah ini.
Skoliosis Ringan Berapa Derajat?
Dikutip dari WebMD, skoliosis umumnya terjadi selama masa pertumbuhan, terutama sebelum masa pubertas. Namun, ini bisa juga muncul pada orang dewasa akibat degenerasi tulang belakang.
Penyebab skoliosis bisa berbeda-beda, mulai dari idiopatik (tidak diketahui penyebabnya), kongenital (sejak lahir), neuromuskular (terkait gangguan otot atau saraf seperti cerebral palsy), dan degeneratif (karena usia atau kondisi tulang seperti osteoporosis).
Secara medis, tingkat keparahan skoliosis diukur menggunakan metode yang disebut sudut Cobb (Cobb angle). Pengukuran ini dilakukan melalui pemeriksaan rontgen tulang belakang. Berikut klasifikasi umum berdasarkan derajat skoliosis:
Skoliosis ringan: 10° hingga 20°.
Skoliosis sedang: 21° hingga 40°.
Skoliosis berat: Lebih dari 40°.
Jadi, jika Anda bertanya “skoliosis ringan berapa derajat?”, jawabannya adalah 10 hingga 20 derajat. Di bawah 10 derajat, umumnya tak dianggap sebagai skoliosis secara klinis. Namun, perlu diawasi jika terdapat faktor risiko.
Baca Juga: 4 Terapi untuk Penderita Osteoarthritis yang Direkomendasikan Dokter
Gejala Skoliosis Ringan
Skoliosis ringan sering kali tak menimbulkan gejala signifikan dan hanya ditemukan secara tak sengaja saat pemeriksaan kesehatan atau rontgen.
Menurut American Association of Neurological Surgeons (AANS), skoliosis ringan bisa diketahui dengan memperhatikan beberapa tanda berikut:
Bahu tidak sejajar (salah satu tampak lebih tinggi).
Pinggul terlihat miring atau tidak sejajar.
Satu sisi tulang belikat lebih menonjol.
Pakaian tampak tidak simetris saat dikenakan.
Karena gejalanya sering kali tidak disadari, banyak penderita skoliosis ringan yang baru mengetahuinya setelah menjalani pemeriksaan fisik oleh dokter ortopedi.
Apakah Skoliosis Ringan Perlu Diobati?
Meski ringan, skoliosis tetap perlu dipantau. Dalam banyak kasus, skoliosis ringan tidak memerlukan operasi atau penggunaan brace. Namun tetap perlu evaluasi berkala untuk mencegah progresi.
Berdasarkan informasi dari Mayo Clinic, beberapa bentuk penanganan skoliosis ringan meliputi:
Pemantauan berkala. Pemeriksaan rutin, seperti rontgen setiap 6 bulan atau setahun sekali, bertujuan untuk melihat apakah lengkungan tulang belakang bertambah.
Fisioterapi dan latihan khusus. Terapi fisik seperti metode Schroth terbukti efektif memperbaiki postur dan mencegah peningkatan lengkungan. Latihan peregangan dan penguatan otot punggung juga bisa membantu.
Perubahan gaya hidup. Menjaga berat badan ideal, menghindari posisi duduk buruk, dan aktif bergerak dapat memperlambat progresi skoliosis.
Sebagai informasi tambahan, skoliosis ringan tak bisa benar-benar sembuh total, tetapi bisa dikontrol agar tidak memburuk. Pada anak-anak dan remaja yang masih dalam masa pertumbuhan, pemantauan intensif sangat dianjurkan. Sedangkan pada orang dewasa, skoliosis ringan jarang berkembang lebih lanjut jika ditangani dengan benar.
(NDA)
