Konten dari Pengguna

Tanda Kolesterol Tinggi pada Kaki dan Cara Mengatasinya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kaki. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kaki. Foto: Unsplash.com

Kolesterol tinggi sering dijuluki sebagai “silent killer” karena kerap tak menunjukkan gejala nyata pada tahap awal. Namun, jika terus dibiarkan, kolesterol yang tinggi dapat menghambat aliran darah dari jantung ke seluruh tubuh.

Menurut WebMD, kolesterol adalah lemak yang secara alami diproduksi oleh tubuh, terutama oleh hati. Fungsinya untuk membentuk hormon, vitamin D, dan struktur sel. Namun, bila kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah terlalu tinggi, akan terjadi penumpukan di dinding pembuluh darah.

Salah satu bagian tubuh yang paling rentan terdampak adalah kaki, karena jaraknya yang paling jauh dari jantung dan sangat bergantung pada kelancaran sirkulasi darah. Lalu, apa saja tanda kolesterol tinggi pada kaki? Simak informasi lengkapnya di bawah ini.

Tanda Kolesterol Tinggi pada Kaki

Ilustrasi kaki. Foto: Unsplash.com

Tanda kolesterol tinggi pada kaki bisa menjadi indikasi awal bahwa aliran darah sudah mulai terganggu akibat penumpukan plak lemak dalam arteri. Kondisi ini dikenal dengan istilah aterosklerosis.

Bila dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan penyakit jantung, strok, bahkan amputasi. Mengutip American Heart Association, berikut tanda kolesterol tinggi pada kaki yang harus diwaspadai:

1. Nyeri Kaki saat Berjalan (Claudicatio Intermittens)

Ini adalah gejala paling umum dari penyempitan arteri akibat kolesterol. Kondisi ini biasanya muncul sebagai rasa nyeri, kram, atau kelelahan pada betis, paha, atau bokong saat berjalan. Rasa sakit akan hilang ketika berhenti berjalan.

2. Kaki Dingin Sebelah

Jika satu kaki terasa lebih dingin dibandingkan yang lain, ini bisa menjadi tanda bahwa aliran darah ke kaki tersebut terganggu akibat sumbatan kolesterol.

3. Luka pada Kaki Sulit Sembuh

Kolesterol tinggi dapat memperlambat penyembuhan luka karena kurangnya aliran darah yang membawa nutrisi ke jaringan. Karena itu, luka di kaki yang tak kunjung sembuh perlu segera diperiksa.

4. Kuku Kaki Menebal dan Pertumbuhan Lambat

Aliran darah yang terganggu memengaruhi pertumbuhan kuku kaki. Kuku bisa terlihat pucat, menebal, atau tumbuh sangat lambat.

5. Rambut Kaki Rontok

Kurangnya suplai darah juga mempengaruhi folikel rambut sehingga rambut pada kaki bisa rontok atau tak tumbuh sama sekali.

6. Perubahan Warna Kulit Kaki

Kaki bisa tampak lebih pucat, kebiruan, atau kemerahan karena terganggunya aliran darah. Dalam kasus berat, kulit bisa tampak mengilap dan kencang.

7. Mati Rasa atau Kesemutan

Jika sering merasa kesemutan di kaki atau bahkan mati rasa, ini bisa disebabkan oleh suplai darah yang terganggu akibat penyempitan arteri.

Baca Juga: Penyebab Penyempitan Pembuluh Darah di Otak dan Gejalanya

Cara Mengatasi Kolesterol Tinggi

Ilustrasi kaki. Foto: Unsplash.com

Jika mengalami gejala kolesterol tinggi pada kaki, langkah pertama adalah memeriksakan diri ke dokter. Pemeriksaannya terdiri dari pengecekan kolesterol darah dan Doppler ultrasound guna memastikan aliran darah di kaki.

Setelah itu, biasanya dokter akan menyarankan untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat berupa:

  • Mengonsumsi makanan sehat seperti sayur, buah, gandum utuh, dan lemak sehat dari ikan.

  • Menghindari makanan tinggi lemak jenuh dan trans.

  • Berhenti merokok.

  • Melakukan olahraga secara rutin (30 menit sehari).

  • Mengurangi berat badan jika berlebih.

Dokter mungkin juga akan memberikan obat penurun kolesterol seperti statin, serta obat untuk melancarkan aliran darah. Pada kasus yang berat, prosedur medis seperti angioplasti atau pemasangan stent bisa dilakukan.

(NDA)