Tanda-tanda IUD Bermasalah yang Perlu Diwaspadai Wanita

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak wanita memilih Intrauterine Devices (IUD) sebagai alat kontrasepsi karena dinilai lebih praktis dan bisa digunakan jangka panjang. Metode ini dilakukan dengan cara memasukkan alat kecil berbentuk "T" ke dalam rahim untuk menunda kehamilan.
Terdapat dua jenis IUD, yaitu IUD tembaga (non-hormonal) dan IUD hormonal yang melepaskan hormon progestin secara perlahan. Keduanya bekerja dengan tujuan agar sperma tak mencapai sel telur dan mencegah ovulasi.
Namun, seperti peralatan medis lainnya, IUD memiliki sejumlah risiko yang bisa terjadi. Memahami tanda-tanda IUD bermasalah dapat membantu pengguna mengidentifikasi masalah sejak dini dan mengetahui cara mengatasinya.
Tanda-tanda IUD Bermasalah
Pemasangan IUD bisa menimbulkan permasalahan seperti benang yang putus, infeksi, hingga IUD bergeser dari posisi yang seharusnya. Mengutip laman WebMD dan Healthline, berikut kondisi yang bisa menjadi tanda bahwa IUD sedang bermasalah di dalam tubuh.
1. Perubahan Posisi atau Benang Tak Teraba
Setiap IUD disertai dengan seutas benang tipis yang menjulur ke bagian leher rahim. Benang ini berfungsi untuk membantu pelepasan alat oleh dokter nantinya.
Jika benang IUD tiba-tiba tak terasa, terasa lebih panjang, atau justru lebih pendek, bisa jadi IUD telah bergeser dari posisinya. Namun, terkadang benang yang hilang juga dapat terjadi karena mereka melingkar di dalam rahim.
Penting bagi pengguna untuk mengunjungi dokter jika benang-benang tersebut hilang untuk memastikan bahwa IUD berada di lokasi yang tepat, terutama jika disertai dengan gejala lain yang tidak biasa.
2. Nyeri Hebat di Perut Bawah
Rasa kram ringan setelah pemasangan adalah hal normal. Namun, jika merasakan nyeri hebat terus-menerus atau kram bertambah parah, ini bisa menjadi pertanda bahwa IUD sedang bermasalah.
Gejala ini bisa mengindikasikan bahwa telah terjadi infeksi, pergeseran, atau IUD telah keluar sebagian dari rahim sehingga perlu mendapatkan tindakan medis lebih lanjut.
3. Perdarahan Tidak Normal
Banyak pengguna IUD mengalami bercak ringan beberapa minggu setelah pemasangan. Hal ini umumnya masih tergolong normal, tetapi perdarahan hebat atau tidak biasa di luar siklus menstruasi bisa menandakan adanya gangguan akibat IUD.
Baca Juga: Cara Minum Pil KB untuk Pemula sesuai Jenisnya
4. Keputihan Tidak Biasa
Jika mengalami keputihan yang tidak normal seperti timbul bau tidak sedap atau terasa gatal, segera konsultasikan dengan dokter. Gejala ini bisa menandakan bahwa IUD telah bergeser dari posisinya atau infeksi.
5. Demam Tinggi
Demam tinggi yang disertai nyeri panggul, kram hebat, atau keluarnya cairan berbau tak sedap dari vagina bisa menjadi tanda infeksi serius. Infeksi semacam ini bisa terjadi jika bakteri masuk ke dalam rahim saat atau setelah pemasangan IUD.
(SA)
