Konten dari Pengguna

Teh Manis untuk Ibu Hamil, Amankah Jika Dikonumsi?

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ibu hami minum teh manis. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hami minum teh manis. Foto: Unsplash.com

Selama masa kehamilan, seorang wanita dituntut lebih selektif dalam memilih makanan dan minuman. Banyak ibu hamil yang mempertanyakan keamanan beberapa minuman favoritnya, salah satunya adalah teh manis.

Teh manis untuk ibu hamil kerap menjadi topik diskusi karena kandungan gula dan kafein di dalamnya menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Lalu, sebenarnya aman atau tidak jika ibu hamil mengonsumsi teh manis? Simak jawaban lengkapnya di bawah ini.

Amankah Teh Manis untuk Ibu Hamil?

Ilustrasi ibu hami minum teh manis. Foto: Unsplash.com

Teh, terutama teh hitam dan teh hijau, mengandung zat-zat aktif seperti kafein, antioksidan (polifenol), dan tanin. Ketika ditambahkan gula, teh berubah menjadi teh manis yang menyegarkan, tetapi juga mengandung kalori tambahan.

American Pregnancy Association menerangkan bahwa teh manis aman untuk ibu hamil selama dikonsumsi dalam jumlah terbatas dan tak dikonsumsi secara berlebihan. Kandungan kafein dan gula pada teh manis bisa menjadi masalah bila tak dikontrol dengan baik.

Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk mengetahui batas aman konsumsi dan memilih waktu serta jenis teh yang tepat. Berikut tips untuk mengonsumsi teh manis untuk ibu hamil agar tak membahayakan janin dan diri.

  • Batasi konsumsi maksimal 1–2 cangkir teh manis per hari.

  • Pilih teh herbal non-kafein yang aman untuk ibu hamil seperti teh kamomil atau teh jahe.

  • Gunakan sedikit gula, atau ganti dengan pemanis alami seperti madu dalam jumlah wajar.

  • Hindari minum teh bersamaan dengan makan agar tak mengganggu penyerapan zat besi.

  • Konsultasikan dengan dokter, terutama jika memiliki riwayat anemia, diabetes gestasional, atau tekanan darah tinggi.

Baca Juga: 7 Makanan Penambah Darah untuk Ibu Hamil yang Kaya Nutrisi

Manfaat Teh Manis untuk Ibu Hamil

Ilustrasi ibu hami minum teh manis. Foto: Pexels.com

Meski perlu dibatasi, teh manis juga memiliki sejumlah manfaat bagi ibu hamil bila dikonsumsi dalam jumlah wajar. Dikutip dari WebMD, berikut manfaat teh manis untuk ibu hamil.

1. Mengurangi Mual di Trimester Awal

Minum teh hangat, terutama yang diberi sedikit gula atau madu, dapat membantu meredakan mual di pagi hari (morning sickness). Beberapa teh herbal seperti teh jahe juga terbukti efektif meredakan mual, tetapi pastikan jenisnya aman untuk kehamilan.

2. Meningkatkan Energi

Gula dalam teh manis bisa memberikan dorongan energi cepat, terutama jika ibu hamil merasa lelah. Namun, harus diingat bahwa asupan gula berlebih tak dianjurkan.

3. Menenangkan Pikiran

Aroma dan rasa teh bisa memberikan efek menenangkan, terutama setelah hari yang melelahkan. Ini bisa bermanfaat untuk mengurangi stres selama kehamilan.

Risiko Minum Teh Manis untuk Ibu Hamil

Ilustrasi ibu hami minum teh manis. Foto: Pexels.com

Sementara itu, jika teh manis dikonsumsi oleh ibu hamil secara berlebihan, berikut beberapa risiko yang kemungkinan bisa dialami:

1. Kelebihan Kafein

Ibu hamil sebaiknya tidak mengonsumsi kafein lebih dari 200 mg per hari. Teh hitam umumnya mengandung 30–50 mg kafein per cangkir. Jika dikonsumsi bersamaan dengan kopi atau cokelat, bisa saja batas kafein harian terlampaui.

Kafein berlebihan dapat meningkatkan risiko keguguran, berat badan bayi lahir rendah, dan gangguan tidur pada ibu hamil.

2. Risiko Gula Berlebih

Gula tambahan yang terdapat dalam teh manis bisa menyebabkan kenaikan berat badan berlebih, meningkatkan risiko diabetes gestasional, dan memicu lonjakan gula darah.

3. Penyerapan Zat Besi Terganggu

Teh mengandung tanin yang bisa menghambat penyerapan zat besi dari makanan. Padahal, zat besi sangat dibutuhkan selama kehamilan untuk mencegah anemia.

(NDA)