Konten dari Pengguna

Telapak Tangan dan Kaki Berkeringat, Tanda Penyakit Apa? Ini Penjelasannya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi telapak tangan yang berkeringat. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi telapak tangan yang berkeringat. Foto: Unsplash

Pernah mengalami telapak tangan dan kaki berkeringat? Bagi kebanyakan orang, fenomena telapak tangan dan kaki berkeringat kerap kali dianggap sebagai tanda penyakit tertentu.

Salah satu kondisi yang paling sering dikaitkan dengan munculnya keringat berlebih di telapak tangan dan kaki adalah penyakit jantung. Padahal, kondisi ini bisa juga muncul karena penyebab lain.

Telapak tangan dan kaki berkeringat tidak selalu menjadi tanda awal penyakit jantung. Sebab, ada banyak faktor yang bisa menyebabkan kondisi ini. Lantas, telapak tangan dan kaki berkeringat tanda penyakit apa?

Penyebab Telapak Tangan dan Kaki Berkeringat

Ilustrasi telapak tangan yang basah akibat keringat berlebih. Foto: Unsplash

Telapak tangan dan kaki berkeringat dapat disebabkan karena suatu kondisi yang disebut hiperhidrosis. Secara bahasa, hiperhidrosis berasal dari kata hyper yang artinya "berlebihan" dan hidrosis yang artinya "keringat".

Dalam istilah medis, hiperhidrosis adalah kondisi ketika terjadi keringat berlebihan, biasanya di telapak tangan, telapak kaki, dan ketiak. Kondisi ini muncul karena peningkatan sekresi kelenjar ekrin yang berperan mengatur suhu tubuh dalam menghasilkan keringat.

Hiperhidrosis dapat dialami semua kategori usia, baik pria maupun wanita. Mengutip The Art of Medicine oleh Dito Anurogo (2016: 213-215), hiperhidrosis dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan penyebabnya, yaitu:

1. Hiperhidrosis Primer

Hiperhidrosis ini tidak diketahui penyebab pastinya. Meskipun tidak jelas, terjadinya hiperhidrosis primer umumnya dipengaruhi oleh sistem saraf simpatik dan faktor genetik.

Hiperhidrosis primer yang paling umum terjadi pada bagian telapak tangan dan telapak kaki. Kondisi ini juga dikenal sebagai hiperhidrosis palmar-plantar.

2. Hiperhidrosis Sekunder

Hiperhidrosis ini bisa diidentifikasi penyebabnya dan berkaitan dengan berbagai kondisi. Beberapa penyebab hiperhidrosis sekunder antara lain obat-obatan seperti golongan antidepresan tertentu, menopause, obesitas, stres berat, dan infeksi.

Selain itu, hiperdrosis ini juga bisa dipicu sejumlah penyakit, seperti pernyakit Parkinson, penyakit tiroid, gangguan sel darah atau sumsum tulang, gangguan sistem saraf, asam urat, hipoglikemia, kanker sistem limfatik, dan serangan jantung.

Hiperhidrosis sekunder dapat terjadi pada bagian tubuh mana pun. Penting diketahui, telapak tangan dan kaki yang terasa basah akibat keringat bisa menjadi tanda penyakit jantung jika disertai dengan gejala lain yang berkaitan dengan masalah jantung.

Gejala penyakit jantung cukup bervariasi. Beberapa orang mengalami gejala ringan, sedangkan yang lainnya mengalami gejala parah. Mengutip Mayo Clinic, beberapa gejala penyakit jantung selain telapak tangan dan kaki berkeringat adalah:

  • Nyeri dada yang terasa seperti ditekan, sesak, atau diremas. Nyeri ini dapat menyebar ke bahu, lengan, punggung, leher, rahang, atau terkadang perut bagian atas.

  • Sesak napas atau sulit bernapas

  • Kelelahan

  • Mulas atau gangguan pencernaan

  • Pusing

  • Mual

  • Muntah

  • Jantung terasa berdetak kencang

Jika mengalami keringat di telapak tangan dan kaki disertai beberapa gejala di atas, bisa saja itu merupakan pertanda masalah jantung. Segera periksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Frequently Asked Question Section

Telapak tangan dan kaki berkeringat apakah sudah pasti tanda penyakit jantung?
chevron-down

Tidak selalu, karena ada banyak kondisi yang dapat menyebabkan telapak tangan dan kaki berkeringat.

Bagaimana cara mengenali kondisi telapak tangan dan kaki berkeringat merupakan t
chevron-down

Biasanya disertai dengan beberapa gejala seperti sesak napas dan mudah lelah.

(SFR)