Konten dari Pengguna

Terapi Mata Minus Secara Alami dan Medis

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi terapi mata minus. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi terapi mata minus. Foto: Pexels.com

Mata minus atau rabun jauh menjadi salah satu gangguan penglihatan yang banyak diderita orang. Paparan layar gawai yang intens, kebiasaan membaca dalam pencahayaan minim, atau bekerja dalam waktu lama tanpa istirahat menjadi pemicu utama kondisi ini.

Kendati umum terjadi, bukan berarti mata minus tak bisa diatasi. Ada berbagai terapi mata minus, baik alami maupun prosedur medis yang bisa membantu memperbaiki fungsi penglihatan.

Artikel ini akan mengulas beberapa terapi mata minus yang bisa dilakukan sesuai dengan kondisi mata. Terapi ini bisa meliputi latihan mata, penggunaan alat bantu khusus, hingga prosedur medis.

Jenis Terapi Mata Minus

Ilustrasi terapi mata minus. Foto: Pexels

Dalam laman Cleveland Clinic disebutkan terdapat beberapa tindakan atau prosedur yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi mata minus, di antaranya:

1. Senam Mata

Senam mata merupakan terapi ini bertujuan untuk memperkuat otot di sekitar mata dan mengurangi ketegangan sehingga dapat meningkatkan ketajaman penglihatan.

Meski hasilnya tak instan, terapi ini mampu memperlambat perkembangan mata minus. Ini mencakup latihan fokus jarak jauh dan dekat, latihan berkedip, memutar bola mata, dan teknik palming.

Teknik palming dilakukan dengan cara menggosokkan kedua telapak tangan secara perlahan untuk menghasilkan kehangatan, lalu menempelkannya di atas mata yang tertutup. Teknik ini membantu merelaksasikan otot mata dan mengurangi ketegangan.

2. Rutin Berjemur di Pagi Hari

Rutin berjemur di pagi hari membantu seseorang mendapatkan asupan vitamin D sekaligus menjadi terapi alami mata minus. Paparan sinar matahari dapat menurunkan perkembangan mata minus, terutama pada anak-anak.

3. Orthokeratology (Ortho-K)

Terapi ini menggunakan lensa kontak khusus yang dipakai saat tidur untuk mengubah bentuk kornea secara sementara. Saat bangun, pasien dapat melihat dengan jelas tanpa kacamata untuk melakukan berbagai aktivitas harian.

Baca Juga: Gegar Otak Ringan: Definisi, Gejala, dan Cara Mengatasinya

4. LASIK (Laser in Situ Keratomileusis)

LASIK merupakan prosedur mengobati mata minus yang paling populer. Proses ini dilakukan menggunakan laser untuk mengangkat lapisan luar atau epitel kornea kemudian membentuk kembali jaringan kornea bagian dalam.

Namun, tak semua orang cocok menjalani LASIK. Ada syarat seperti ketebalan kornea, usia minimal, dan kondisi mata yang stabil selama kurun waktu tertentu.

5. PRK (Photorefractive Keratectomy)

Alternatif lain yang bisa meningkatkan kemampuan mata dalam memfokuskan penglihatan adalah PRK. Dalam operasi ini, dokter akan mengubah bentuk kornea menggunakan laser.

Prosedur ini umumnya digunakan untuk mengoreksi rabun jauh ringan atau sedang serta direkomendasikan pada orang dengan kornea yang lebih tipis atau memiliki permukaan kasar.

6. Implan Lensa Mata

Terapi medis yang juga membantu mengatasi mata minus adalah implan lensa intraokular. Pada operasi ini dokter akan memasukkan lensa baru ke mata melalui pembedahan. Prosedur ini umumnya dilakukan pada orang dengan mata minus tinggi yang tak dapat menjalani operasi laser.

(SA)