Trombosit Turun Karena Apa? Ini Penjelasan dan Cara Mengatasinya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Trombosit adalah salah satu komponen penting dalam darah yang bertanggung jawab dalam pembekuan darah. Jumlah trombosit yang normal sebanyak 150.000 hingga 450.000 per mikroliter darah.
Namun, dalam beberapa kondisi, jumlah trombosit dapat menurun drastis dan menyebabkan gangguan kesehatan serius. Penurunan jumlah trombosit ini bisa terjadi secara tiba-tiba maupun bertahap.
Lalu, trombosit turun karena apa? Di bawah ini akan dibahas secara lengkap penyebab turunnya trombosit dan langkah-langkah untuk mengatasinya.
Trombosit Turun Karena Apa?
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), trombosit turun atau trombositopenia adalah kondisi ketika jumlah trombosit dalam darah berada di bawah angka normal.
Ketika kadar trombosit rendah, tubuh menjadi lebih rentan mengalami pendarahan, bahkan hanya karena cedera ringan. Gejala trombositopenia bisa ringan hingga berat, tergantung seberapa rendah kadar trombosit dan apa penyebabnya.
Dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa mengancam jiwa jika tak ditangani dengan segera. Berikut penyebab trombosit turun menurut National Institutes of Health (NIH).
1. Infeksi Virus
Infeksi virus adalah penyebab umum trombosit turun secara tiba-tiba. Beberapa virus yang sering dikaitkan dengan trombositopenia antara lain:
Demam berdarah dengue (DBD).
HIV/AIDS.
Hepatitis B dan C.
Virus Epstein-Barr.
COVID-19.
Virus-virus ini dapat mengganggu produksi trombosit di sumsum tulang atau menyebabkan penghancuran trombosit secara cepat di dalam darah.
2. Gangguan pada Sumsum Tulang
Sumsum tulang adalah tempat utama produksi trombosit. Jika sumsum tulang terganggu, produksi trombosit juga akan menurun. Penyebabnya bisa berupa:
Leukemia.
Limfoma.
Aplasia sumsum tulang.
Kanker metastatik yang menyerang sumsum tulang.
3. Efek Samping Obat
Beberapa obat dapat menyebabkan reaksi autoimun yang menyerang trombosit atau menurunkan produksinya. Contoh obat tersebut antara lain:
Obat kemoterapi.
Antibiotik tertentu (seperti sulfonamida).
Obat antikejang.
Obat diuretik.
4. Gangguan Autoimun
Dalam beberapa kasus, sistem imun seseorang justru menyerang trombosit sehat. Contoh gangguan autoimun yang menyebabkan trombositopenia adalah:
Lupus.
Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP).
Rheumatoid arthritis.
5. Konsumsi Alkohol Berlebihan
Alkohol dalam jumlah berlebihan dapat menghambat produksi trombosit dan merusak hati yang berperan penting dalam regulasi pembekuan darah.
6. Kondisi Kehamilan
Pada beberapa wanita trombosit menurun selama kehamilan, terutama pada trimester akhir. Ini disebut trombositopenia gestasional, dan umumnya ringan serta tak membahayakan.
Baca Juga: Leukosit Rendah: Arti, Penyebab, hingga Gejalanya
Cara Mengatasi Trombosit Turun
Trombosit turun bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Jika mengalami kondisi ini, penting bagi penderita untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dengan beberapa tips berikut:
Langkah pertama adalah mengobati penyebab utama trombositopenia, seperti infeksi atau gangguan autoimun.
Pada kasus yang parah, dokter akan memberikan transfusi trombosit untuk menaikkan kadarnya secara cepat.
Penuhi kebutuhan nutrisi dengan makanan yang mengandung vitamin B12 dan C, folat, serta zat besi. Contoh pada makanan, misalnya, bayam, hati ayam, delima, dan kiwi dapat membantu produksi trombosit.
Jangan sembarangan mengonsumsi obat, terutama aspirin atau ibuprofen, karena bisa memperburuk kondisi trombosit rendah.
(NDA)
