Konten dari Pengguna

Awas! 7 Kebiasaan Ini Akan Menjadikan Kamu Mental Block

Asep Totoh

Asep Totohverified-green

Guru SMK Bakti Nusantara 666, Dosen Masoem University, Guru SMP Pasundan Rancaekek

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Asep Totoh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mental block. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mental block. Foto: Shutterstock

Kita sudah tidak asing jika mendengar kata "Mental Block", istilah mental block menjadi familiar terlebih di masa Pandemi COVID-19. Umumnya kata mental block sering digunakan untuk merepresentasikan kondisi di mana pikiran menghambat kita untuk melakukan sesuatu sesuai keinginan kita.

MENTAL dan BLOCK, secara ringkas adalah penekanan atau pengekangan terhadap memori atau pikiran dalam diri seseorang. Mental block bekerja sebagai sebuah hambatan psikologis yang ada dalam diri seseorang yang menghalangi untuk meraih apa yang diinginkan atau dibutuhkannya.

Setidaknya setiap pribadi kita memiliki kebiasaan yang dapat membuat mental block, bahayanya bisa menggagalkan kesuksesan kita. Seriusan, apa saja?

  1. Resistensi

    Tidak mau berubah dan takut perubahan, takut keadaan mendatang tidak seperti yang sekarang sedang didapatkan.

  2. Comfort Zone

    Selalu merasa jika keadaan sekarang sudah cukup baik, aman dan nyaman. Kenapa harus berpindah keadaan, pekerjaan atau bahkan tempat tinggal kita.

  3. Overthinking

    Terlalu banyak memikirkan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu dan tidak penting untuk dipikirkan, selalu khawatir akan sesuatu yang sebenarnya belum tentu akan terjadi.

  4. Terjebak Masa Lalu

    Sebagian dari kita mungkin tidak asing dengan istilah “unfinished business”. Unfinished business terjadi ketika kita masih merasa tidak nyaman dengan peristiwa yang telah berlalu. Ketika masih merasa sakit dengan peristiwa yang telah terjadi, maka kamu masih memiliki unfinished business. Berdamai atau terjebak dengan masa lalu adalah kondisi yang harus kita sadari dalam diri kita.

  5. Selalu Malu dan Rendah Diri

    "Ah, da aku mah apa atuh" selalu menjadikan kita merasa malu dan rendah diri di hadapan orang lain. Sifat malu atau rasa malu memang harus dimiliki oleh setiap orang karena itu menunjukkan bahwa kita adalah manusia yang bermoral. Namun, tidak berarti berlebihan untuk menjadi minder dan menjadi kurang percaya diri.

  6. People Pleaser

    Kecenderungan selalu ingin menyenangkan orang lain, keinginan untuk selalu memenuhi apa yang diinginkan orang lain secara berlebihan justru dapat membuat diri Anda merugi. Bahkan bisa sampai membuat kita tidak produktif, tidak bahagia baik itu secara fisik dan mental. Untuk itu, jangan sampai kita terlalu fokus pada kebutuhan dan kebahagiaan orang lain sampai melupakan kebutuhan dan kebahagiaan diri sendiri.

  7. Prasangka (prejudice) buruk

    Selalu curiga dan berpikiran negatif sehingga memunculkan emosi negatif yang melahirkan prasangka-prasangka buruk pada orang lain. Terlalu larut berlebih pada prasangka buruk yang akhirnya membuat rasa cemas, gelisah dan juga tak tenang.

Senyatanya sangatlah baik jika kita mulai mengenal diri dan mental block yang dimiliki agar dapat membantu dalam perkembangan diri kita untuk menjadi lebih baik. Pergunakanlah sisi positifnya dan kendalikan sisi negatif dengan melepaskan memori negatif yang tersimpan. "Banyak yang seharusnya kita ubah dan kita lakukan, supaya keadaan dan kehidupan kita seperti seharusnya".

Asep Totoh - Dosen Ma'soem University, Kepala HRD Yayasan Pendidikan Bakti Nusantara 666