Konten dari Pengguna

Mengenal Pembelajaran Diferensiasi

Asep Totoh

Asep Totohverified-green

Guru SMK Bakti Nusantara 666, Dosen Masoem University, Guru SMP Pasundan Rancaekek

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Asep Totoh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi anak belajar bahasa Inggris. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak belajar bahasa Inggris. Foto: Shutter Stock

Pembelajaran diferensiasi tentunya bukan hal yang baru dalam dunia pendidikan. Adapun fokus perhatian dalam pembelajaran diferensiasi adalah kepedulian pada siswa dalam memperhatikan kekuatan dan kebutuhan siswa. Pembelajaran diferensiasi sebagi profil pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar siswa yang mengharuskan pendidik mencurahkan perhatian dan memberikan tindakan untuk memenuhi kebutuhan khusus siswa sehingga memungkinkan guru melihat pembelajaran dari berbagai perspektif.

Pembelajaran diferensiasi adalah proses siklus mencari tahu tentang siswa dan merespons belajarnya berdasarkan perbedaan. Ketika guru terus belajar tentang keberagaman siswanya, maka pembelajaran yang profesional, efesien, efektif, dan menyenangkan akan terwujud.

Mengutip Tomlinson (2001:1), pada pembelajaran diferensiasi berarti mencampurkan semua perbedaan untuk mendapatkan suatu informasi, membuat ide dan mengekspresikan apa yang mereka pelajari. Dengan kata lain bahwa pembelajaran diferensiasi adalah menciptakan suatu kelas yang beragam dengan memberikan kesempatan dalam meraih konten, memproses suatu ide dan meningkatkan hasil setiap murid, sehingga murid-murid akan bisa lebih belajar dengan efektif.

In its simple form, differentiated instruction means that you are consistently and proactively creating different pathway to help all your student to be succesfull”. Dari pernyataan tersebut di atas, dapat dijelaskan bahwa dalam pembelajaran diferensiasi seorang guru harus konsisten dan proaktif dalam mencari jalan untuk membantu murid-muridnya belajar sehingga akan mencapai kesuksesan dalam mencapai atau meraih proses pembelajaran di kelas.

Sebagai contoh, apabila guru memberikan tugas membaca kepada murid-muridnya, guru harus mengetahui tingkat level kemampuan membaca muridnya sehingga memberikan tugas membaca sesuai dengan tingkat level membaca murid tersebut dan juga bisa mengaitkannya dengan ketertarikan dari murid tersebut. Sehingga pembelajaran diferensiasi tidak menambah beban murid-murid dalam belajar tetapi justru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan merangsang anak untuk terus belajar sehingga akan membantu anak dalam mencapai kesuksesan dalam belajar. (Hollas dalam Andini,2016).

Pada hakikatnya pembelajaran diferensiasi sebagai pembelajaran yang memandang bahwa siswa itu berbeda dan dinamis. Oleh karena itu, sekolah harus memiliki perencanaan tentang pembelajaran berdiferensiasi, antara lain:

  1. Mengkaji kurikulum saat ini yang sesuai dengan kekuatan dan kelemahan siswa.

  2. Merancang perencanaan dan strategi sekolah yang sesuai dengan kurikulum dan metode pembelajaran yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan siswa.

  3. Menjelaskan bentuk dukungan guru dalam memenuhi kebutuhan siswa.

  4. Mengkaji dan menilai pencapaian rencana sekolah secara berkala.

Adapun tujuan dari pembelajaran diferensiasi

  1. Untuk menjalin hubungan yang harmonis guru dan siswa. Pembelajaran berdiferensiasi meningkatkan relasi yang kuat antara guru dan siswa sehingga siswa semangat untuk belajar.

  2. Untuk membantu siswa menjadi pelajar yang mandiri. Jika siswa dibelajarkan secara mandiri, maka siswa terbiasa dan menghargai keberagaman.

  3. Untuk membantu semua siswa dalam belajar. Agar guru bisa meningkatkan kesadaran terhadap kemampuan siswa, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai oleh seluruh siswa.

  4. Untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Agar siswa memperoleh hasil belajar yang sesuai dengan tingkat kesulitan materi yang diberikan guru. Jika siswa dibelajarkan sesuai dengan kemampuannya maka motivasi belajar siswa meningkat.

  5. Untuk meningkatkan kepuasan guru. Jika guru menerapkan pembelajaran diferensiasi, maka guru merasa tertantang untuk mengembangkan kemampuan mengajarnya sehingga guru menjadi kreatif.

Dalam kelas diferensiasi, guru akan memperhatikan 3 elemen penting dalam pembelajaran diferensiasi di kelas yaitu (1) Content (input) yaitu mengenai apa yang murid pelajari, (2) Process (Proses) yaitu bagaimana murid akan mendapatkan informasi dan membuat ide mengenai hal yang dipelajarinya, (3) Product (output), bagaimana murid akan mendemonstrasikan apa yang sudah mereka pelajari. Ketiga elemen tersebut di atas akan dilakukan modifikasi dan adaptasi berdasarkan asesmen yang dilakukan sesuai dengan tingkat kesiapan murid, ketertarikan (interes) dan learning profile.

Tiga elemen penting yang akan dilakukan diferensiasi antara lain adalah :

  • Diferensiasi Konten. Berhubungan dengan apa yang diajarkan pada murid dengan mempertimbangkan pemetaan kebutuhan belajar murid baik itu dalam aspek kesiapan belajar, aspek minat murid dan aspek profil belajar murid atau kombinasi dari ketiganya.

  • Diferensiasi Proses. Dalam kegiatan ini guru perlu memahami apakah murid akan belajar secara berkelompok atau mandiri. Guru menetapkan jumlah bantuan yang akan diberikan pada murid-murid. Siapa sajakah murid yang membutuhkan bantuan dan siapa sajakah murid yang membutuhkan pertanyaan pemandu yang selanjutnya dapat belajar secara mandiri. Semua hal tersebut harus dipertimbangkan dalam skenario pembelajaran yang akan dirancang. Cara diferensiasi proses di antaranya:

  • Diferensiasi Produk. Produk adalah hasil pekerjaan atau unjuk kerja yang harus ditunjukkan pada guru. Produk adalah sesuatu yang ada wujudnya bisa berbentuk karangan, tulisan, hasil tes, pertunjukan, presentasi, pidato, rekaman, diagram, dan sebagainya. Yang paling penting produk ini harus mencerminkan pemahaman murid yang berhubungan dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan.

Alhasil, pada dasarnya semua anak itu belajar akan tetapi mereka mempunyai kemampuan yang berbeda-beda di dalam kelas yang sama. Sehingga seorang guru harus teliti dan menyadari tingkat kemampuan dari masing-masing anak sebelum memberikan suatu instruksi dan guru harus memahami tahapan cara dalam memulai pembelajaran diferensiasi.

Ilustrasi Pembelajaran Diferensiasi, Foto: Google

Langkah memulai dalam pengajaran diferensiasi adalah dengan berawal dari tujuan pembelajaran itu sendiri, fokus pada apa yang akan murid pelajari kemudian baru berpikir bagaimana mengajarnya, sesuai dengan pernyataanya sebagai berikut: “Start with learning goals, first focus on his learning then think about teaching” (Hollas ,2013).

Sejatinya pembelajaran diferensiasi ini sangat sesuai dengan semangat Pendidikan nasional yang berakar dari pemikiran Ki Hadjar Dewantara. ."Pendidikan bertujuan untuk menolong anak agar bisa bertumbuh sesuai dengan kodratnya". Artinya mereka diberikan kemerdekaan untuk bisa menjadi pribadi yang berkembang sesuai dengan minat, bakat dan profil belajarnya.