Konten dari Pengguna

Mudik Sehat dan Gembira

Asep Totoh

Asep Totohverified-green

Guru SMK Bakti Nusantara 666, Dosen Masoem University, Guru SMP Pasundan Rancaekek

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Asep Totoh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemerintah meminta masyarakat mudik lebih awal untuk mengurai kepadatan, pantau sembilan hari menjelang Lebaran para pemudik sudah bergerak menuju kampung halaman masing-masing.

Arus mudik berdasarkan sumber Kementrian Perhubungan yang menghitung hingga Sabtu 23 April 2022 lalu, jumlah pemudik mencapai 5-10 persen lebih tinggi di bandin pada 2019.

Kensicayaan Lebaran Iedul fitri merupakan hari yang dianggap sangat sakral dan penting terutama bagi umat Islam di Indonesia. Pada hari raya tersebut biasanya orang tidak memperhitungkan untung dan rugi, melainkan kebahagiaan tahunan yang langgeng diperingati bersama keluarga di kampung halaman.

Terlebih 2 kali lebaran di masa pandemi terlewati tanpa kemeriahan mudik seperti lazimnya karena larangan pemerintah untuk menghentikan laju lonjakan virus Covid-19.

Mudik di pulau Jawa di prediksi sekitar 80 jutaan lebih yang akan, euforia mungkin akan terjadi karena bisa kembali mudik. Akan tetapi perlu diwapadai jika pandemi belum berakhir dan dinyatakan hilang.

Ilustrasi Mudik Foto; Pixabay/ al-grishin

Pasca lebaran 2022 ketika kasus pandemi Covid-19 sudah melandai, semoga tidak terjadi kembali lonjakan bahkan ledakan kasus. Maka Pemerintah dan para pemudik harus senantiasa memperhatikan hal-hal seperti :

  1. Kemudahan pemberian vaksin penguat (booster) bagi pemudik. Selain bermanfaat bagi pemudik, hal ini juga memberi perlindungan dari kemungkinan penularan di kampung halaman.

  2. Tetap menjaga protokol Kesehatan 4M. para pemudik selalu berupaya optimal , mencuci tangan, memakai masker,menjaga jarak dan menghindari kerumunan, disesuaikan dengan situasi lapangan yang ada.

  3. Kemudahan dan peningkatan tes bagi para pemudik terutama bagi yang baru vaksin dosis satu kali dan dua kali.

  4. Adanya tes dan telusur sesuai cara epidemiologis, yakni memeriksa siapapun kontak erat khususnya transmisi yang terjadi di lingkungan padat penduduk. Dibutuhkan juga kejujuran para pemudik ketika mengalami gejala segera untuk isolasi mandiri dan melaporkan pada keluarga dan pemerintah setempat.

  5. Kemudahan masyarakat mendapatkan penangganan dan pelayanan di puskesmas atau RS kalau memang mereka terkena Covid-19.

Mengutip laman presidenri.go.id Presiden Joko Widodo menyatakan, ”Pemerintah, kita semua, tentu sangat menginginkan perjalanan mudik berlangsung lancar dan penuh kegembiraan.” Presiden juga menegaskan pemerintah selalu meletakkan keselamatan masyarakat selama perjalanan mudik ataupun keselamatan kesehatan kita.

Semoga mudik tahun ini dilancarkan, disehatkan, diselamatkan dan penuh kegembiraan.