Bola & Sports
·
16 September 2021 5:24
·
waktu baca 3 menit

Susi Susanti, Legenda Bidadari Dunia Bulu Tangkis

Konten ini diproduksi oleh Asep Totoh
Pada medio 1990-an, Indonesia sempat memiliki kekuatan di nomor tunggal putri bulu tangkis. Saat itu, Indonesia memiliki dua tunggal putri jempolan atas nama Susi Susanti dan Mia Audina. Kombinasi keduanya membantu Indonesia meraih trofi Piala Uber 1994 dan 1996.
ADVERTISEMENT
Memang harus diakui jika Indonesia kesulitan menemukan tunggal putri berkelas dunia. Pasca Susi Susanti pensiun pada 1998, dan diikuti Mia Audina yang berganti kewarganegaraan menjadi Belanda pada 2000,
Nama Susi Susanti akan terus dikenang di dunia olahraga Indonesia. Bagaimana tidak, Susi Susanti merupakan atlet pertama yang memberikan kontingen Indonesia medali emas di ajang Olimpiade. Olimpiade Barcelona 1992 merupakan pertama kalinya cabang olahraga bulu tangkis dipertandingkan di Olimpiade.
Di nomor individu, Susi Susanti bahkan berstatus atlet pertama Indonesia yang menyumbangkan medali emas di ajang sebesar Olimpiade, Susi Susanti menang 5-11, 11-5 dan 11-3 atas wakil Korea Selatan, Bang Soo-hyun
Pemain kelahiran Tasikmalaya pada 11 Februari 1971 sudah sejak kecil memang dikenal sudah berlatih bulu tangkis. Dukungan penuh dari orang tua membuat kemampuannya dalam bermain bulu tangkis bisa berkembang secara baik. Susi berlatih di klub milik pamannya, PB Tunas Tasikmalaya, selama tujuh tahun dan berhasil memenangi kejuaraan level junior.
ADVERTISEMENT
Sudah banyak prestasi yang raihnya, untuk tunggal putri: Juara Indonesia Open 1989, 1991, 1994, 1995, 1996, dan 1997. Juara All England 1990, 1991, 1993, dan 1994. Juara Australia Open 1990. Juara China Taipei Open 1991, 1994 dan 1996. Medali Emas Olimpiade Barcelona 1992. Medali Perunggu Asian Games 1990, dan 1994. Medali Perunggu Olimpiade Atlanta 1996. Juara World Championship 1993. Juara World Cup 1989, 1990, 1993, 1994, 1996, 1997. Juara World Badminton Grand Prix 1990, 1991, 1992, 1993, 1994, dan 1996. Juara Malaysia Open 1992,1993, 1994, 1995, dan 1997. Juara Japan Open 1991 1992, 1994, dan 1995. Juara Korea Open 1995 Juara Dutch Open 1993, 1994. Juara German Open 1992, 1993 1994. Juara Denmark Open 1991 dan 1992. Juara Thailand Open 1991, 1992, 1993, dan 1994. Juara Swedish Open 1991 1992 dan Juara Vietnam Open 1997.
ADVERTISEMENT
Untuk beregu putri, Juara SEA Games 1987, 1989, 1991, 1995, 1997 dan Juara Piala Sudirman 1989 Juara Piala Uber 1994 dan 1996.
Susi Susanti, Legenda Bidadari Dunia Bulu Tangkis (104161)
searchPerbesar
Ilutrasi Bulu Tangkis, Foto: Pixabay
Susi Susanti adalah penjelmaan bidadari saat bermain bulu tangkis. Ia bisa menari dengan gemulai ke tiap sudut lapangan. Footwork-nya yang lincah dan efektif membuat Susi dengan mudah menjangkau tiap sudut lapangan.
Terlihat permainannya memiliki karakteristik, mulai dari gaya servis yang khas hingga kelenturan tubuh yang membuatnya bisa melakukan pukulan overhead dan juga split di lapangan dengan mudah. Bagi Susi, service menjaid modal utama dan bukan perkara sekadar permulaan permainan. Bagi Susi Susanti, servis adalah titik awal serangan.
Pesan Susi yang pernah disampaikan ke publik, jika jadi ingin sukses menjadi atlet profesional, bermimpilah setinggi mungkin. Tapi, mimpi saja tidak cukup. Butuh satu perjuangan, kerja keras, disiplin, semangat pantang menyerah dan teruslah berusaha.
ADVERTISEMENT
Seperti diketahui, Pasca mengharumkan Indonesia di Olimpiade Barcelona. Susi menikah dengan Alan Budi Kusuma, pemain tunggal putra yang sama-sama berhasil meraih medali emas.
Sepasang suami istri jebolan olahraga bulutangkis itu kini dikenal sebagai pebisnis alat-alat bulutangkis yang cukup sukses. Keduanya bahkan telah memiliki brand dengan nama Astec.
Membawa tagline #KitaMenangBersama, Astec mampu menjadi produk lokal Indonesia yang kualitasnya menyamai kualitas produksi mancanegara. Astec bahkan sudah berhasil menembus pasar dunia.
Susi Susanti adalah legenda dunia bulu tangkis Indonesia. Kisahnya bisa jadi akan abadi, diceritakan dari masa ke masa. Susi dengan prestasi dan kesuksesannya bisa menjadikannya sebagai “Atlet Indonesia Yang Jadi Idolamu"
Oleh :
Asep Totoh - Dosen Ma'soem University, Kepala HRD Yayasan Bakti Nusantara 666
ADVERTISEMENT