Tips Hidup Berkualitas
Tulisan dari Asep Totoh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Di Era Pandemi Covid-19 saat ini adalah bagaimana kita mengenal kualitas diri kita sebagai manusia dan bagaimana supaya lebih banyak dari kita memaknai hidup ini. Bagaimana pun virus Covid-19 telah memaksa kembali kita untuk memperbaiki dan meningkatkan Iman, Imun dan Aman untuk hidup dengan panduan protokol hidup berkualitas dan sehat.
Dalam Islam, kualitas hidup manusia tidak hanya di ukur dari segi materil semata akan tetapi bagaimana kita menjalankan hidup dengan penuh makna bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga bermakna buat orang lain. Rasulullah pernah bersabda "Sebaik-baiknya manusia di antara kalian adalah yang paling banyak memberikan manfaat kepada orang lain (Alhadis).
Selanjutnya Islam mengajarkan bagaimana kita bertindak secara berkualitas, bukan saja hanya ketika menghadap Allah Swt dalam praktik ibadah-ibadah kita semata. Namun, Islam pun mengajarkan bagaimana agar kita berkualitas dalam setiap tindakan kita sehari-hari.
Pertanyaanya adalah bagaimana supaya setiap ucapan dan perbuatan kita berkualitas? Maka yakinilah bahwa tak ada hal sekecil apapun semua yang kita lakukan, kecuali pasti akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah Swt. Yakin saja jika hidup manusia akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah swt dan ada kehidupan yang langgeng lebih baik serta indah di alam akhirat. “Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan)( QS Ad-Dhuha:4).”
Pilihan selanjutnya agar hidup berkualitas adalah menjadi golongan orang-orang yang beruntung sebagaimana Allah Swt berfirman; "Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran." (QS. Al Ashr [103] : 1-3)
Maka bersegeralah agar kita mengaktualisasikan amal shaleh kita saat ini, karena hidup di dunia tidak ada pengulangan. ”Menunda beramal shaleh guna menantikan kesempatan yang lebih luang, termasuk tanda kebodohan jiwa” demikian nasihat Syaikh Ibn ‘Atha’illah as Sakandari dalam kitabnya Al Hikam.
Masih banyak lagi kajian kualitas manusia berdasarkan al-Qur’an dan pendapat para ulama, namun bisa disimpulkan bahwa pada dasarnya manusia telah diciptakan Allah sebagai makhluk yang paling hebat juga paling canggih, apabila manusia tersebut mampu menggunakan seluruh potensi yang dimilikinya dengan baik, dengan kata lain mengaktualisasikan potensi iman kepada Allah, menguasai ilmu pengetahuan, dan melakukan aktivitas amal saleh, maka manusia akan menjadi makhluk yang paling mulia dan makhluk yang berkualitas di muka bumi ini. Namun bila yang terjadi adalah sebaliknya, maka derajat manusia itu akan jatuh sampai tingkatan yang lebih hina dari hewan sekalipun.
Berikut 8 tips hidup berkualitas yang mungkin telah kita lakukan atau juga mungkin terlupakan;
Penuhi Waktu Tidur
Bagaimana kita mencontoh cara hidup sehat ala Rasulullah bisa dimulai dengan cara tidur, di mana beliau jarang begadang, dan diusahakan tidur selepas salat Isya."Waktu tidur itu adalah waktu yang paling efektif tubuh kita untuk meremajakan dirinya, dan waktu tidur Nabi Muhammad SAW adalah beliau umumnya tidur setelah Isya. Nanti tengah malam sekitar jam 1 atau jam 2 bangun untuk salat malam,"
Menurut kajian ilmu kesehatan, tidur lelap di malam hari bisa merangsang terbentuknya gold hormon pada pukul 10 hingga jam 12 malam. Sehingga banyak riset yang menunjukkan hubungan tidur dengan penyakit seperti kanker, jantung, diabetes dan penyakit degeneratif lainnya.
Rasulullah akan tidur lagi antara adzan dan iqomah subuh dan tidurnya sebentar, kemudian nabi pun tidur lagi siang sebentar.
Istiqomah dalam Ibadah Wajib dan Sunnah
Pandemi Covid-19 bukan sebagai halangan untuk beribadah, justru momentum umat meningkatkan ibadah. Saat ini bagaimana bisa menjadi solusi dari aktivitas keagamaan kita pada satu sisi bisa meningkat, tetapi di sisi lain bisa menjamin keselamatan dan keamanan masyarakat, bangsa dan negara.
Ibadah yang kita lakukan harus patuh dengan protokol kesehatan, kita pun harus meningkatkan kualitas ibadah serta memperbanyak dekat kepada Allah dan membuat hati kita menjadi tenang. Ada hikmah yang dapat kita ambil sebagai umat Islam adalah dengan memperbanyak serta meningkatkan kualitas ibadah kita kepada Allah, juga memperbanyak dzikir dan berdo’a.
Pola Olah Raga
Olahraga harus digiatkan untuk lebih menjaga kebugaran tubuh. Tubuh yang bugar dan sehat akan lebih sulit dimasuki virus karena daya tahan tubuh yang lebih kuat. Dibarengi dengan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan, olahraga bisa memberikan manfaat besar bagi setiap orang.
Menurut WHO, olahraga tak hanya bermanfaat untuk kesehatan fisik, tapi juga mental. Olahraga di tengah pandemi tetap mesti dengan melihat protokol kesehatan demi mencegah penularan virus corona. Karena itulah tidak semua jenis olahraga bisa dilakukan lantaran rentan menjadi sarana penularan Covid-19.
Menjadi Pribadi Yang Optimis
Menerapkan sikap optimis pada kehidupan sehari-hari adalah penting untuk dilakukan. Pasalnya, orang yang memiliki sikap optimis cenderung memiliki kesehatan mental dan fisik yang lebih baik, sehingga kualitas hidupnya pun menjadi baik.
Jadilah pribadi yang Berpikir positif, Mengambil hal baik dari setiap kejadian, Menghindari kata-kata atau ungkapan negatif, Bergaul dengan orang-orang sukses dan yang berpikiran positif, Mampu fokus pada masa sekarang dan masa depan.
Melatih Empati untuk Peduli dan Menolong orang lain
Seperti kisah film “Pay It Forward”, Film tentang kisah kebaikan seorang anak untuk orang sekitarnya. Bila diteruskan ke orang lain, maka dunia ini akan diisi oleh orang-orang yang saling tolong-menolong. Jadi, betapa pentingnya menebar kebaikan dan memberikan pertolongan untuk orang lain; kepada siapapun utamanya mereka yang membutuhkan.
Menjadi pribadi yang "Khoirunnas anfa'uhum linnas", hal inilah menjadikan karakter muslim untuk tidak memanfaatkan atau mencari manfaat dari orang lain. Namun, sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. (HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni. Disahihkan Al Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah)
Bekerja dengan Itqon
Kita dituntut untuk menunjukkan etos kerja yang tidak hanya rajin, gigih, setia, akan tetapi senantiasa menyeimbangkan dengan nilai-nilai Islami yang tentunya tidak boleh melampaui rel-rel yang telah ditetapkan al-Qur’an dan as-Sunnah.
Prespektif kerja itqon menuntut kita untuk yakin, professional, perfect dan berdedikasi tinggi agar memiliki 5 dimensi kerja itqon yaitu; Kerja Ikhlas, Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Mawas dan Kerja Tuntas.
Pandai Bersyukur
Bukankah setiap manusia harus pandai bersyukur, bersyukur merupakan salah satu cara mencintai dan taat kepada Allah SWT.Semakin kita bersyukur maka semakin di tambah nikmat-nikmat yang Allah berikan, namun semakin kita tidak bersyukur maka Alah cabut semua nikmat-nikmatnya dan tunggulah azab Allah swt.
Pola Makan
”Dan makanlah makanan yang halal dan baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu dan bertaqwala.” (QS. Al-Maidah:88).
Makanan yang halal dan baik bertujuan untuk menjaga kesehatan baik jasmani maupun rohani kita. Makanan yang halal pun harus memenuhi unsur yang tidak mengandung bahan-bahan kimiawi seperti pewarna dan pengawet.
Dan menjadi salah satu pola hidup sehat adalah mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang. Sayur dan buah-buahan sangat penting bagi tubuh karena mengandung serat yang tinggi, vitamin, dan mineral.
“Konsistenlah dalam kebenaran, mendekatlah padanya, bersegeralah untuk beramal di pagi hari, siang, maupun malam, dan pertengahanlah dalam segala hal niscaya engkau akan sampai ke tempat tujuan (berhasil).” (HR. Bukhori).
Semoga tips ini memberikan manfaat dan mengingatkan kita semua. Jika tidak berkenan dan tidak bermanfaat, mohon maaf telah mengganggu dan menyita waktunya. Kalaupun masih ada keraguan, mari kita coba lakukan dan lihat hasilnya. Dan jika ada yang memiliki tips lebih baik, maka berbagilah untuk kebaikan kita semua.
Oleh :
Asep Totoh - Dosen Ma'soem University, Kepala HRD Yayaan Pendidikan Bakti Nusantara 666 Cileunyi.

