Yayuk Basuki Sang 'Forehand Bazooka', Legenda Hidup Tenis Indonesia

Guru SMK Bakti Nusantara 666, Dosen Masoem University, Guru SMP Pasundan Rancaekek
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Asep Totoh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) yang jatuh setiap 9 September bisa menjadi momentum untuk mengingat lagi sejarah dan prestasi Indonesia di bidang olahraga.
Mengenang kembali Yayuk Basuki Sang Legenda hidup tenis Indonesia ini berkali-kali berhasil mengharumkan nama bangsa. Atlet dengan nama aslinya Nany Rahayu Basuki merupakan petenis putri kebanggaan Indonesia, yang pernah menembus ranking 19 dunia.
Sepanjang kariernya, Yayuk berhasil mengemas, enam gelar tunggal Tur WTA dan sembilan gelar dari ganda. Peringkat tertinggi yang pernah dicapainya adalah posisi ke-19 nomor tunggal dan ke-9 di nomor ganda. Prestasi terbaiknya dalam turnamen Grand Slam adalah mencapai babak perempat final Wimbledon pada 1997.
Keahlian Yayuk dalam memainkan tenis tak perlu diragukan lagi sampai ia diberi predikat “Jaguar dari Asia”. Yayuk pun lihai sekali dalam memiliki teknik Forehand yang sangat keras. Bahkan, pers internasional memberikan ia predikat "Forehand Bazzoka" yang sudah menjadi teknik andalannya.
Saat itu, Yayuk Basuki masih berusia 19 tahun. Postur tubuhnya kurus, kecil menurut rata-rata ukuran petenis top dunia. Tetapi pukulannya? Keras melesat forehand-nya, dan servis pun dicatat mencapai kecepatan di atas 170 km per jam.
Segudang prestasi telah diraih oleh Yayuk seperti Atlet terbaik versi SIWO PWI Jaya pada tahun 1995, Semifinal Indonesia terbuka, Babak ketiga Australia terbuka, Babak ketiga Toray Pan Pasifik, Babak kedua Indian Wells, Babak ketiga Lipton, Asian Games Bangkok 1998 dan masih banyak lagi segudang prestasi yang didapatkan oleh Yayuk.
Berikut torehan terbaik prestasi Yayuk Basuki
1986: Medali Emas Asian Games Seoul (Ganda Putri)
1987: Perempat final Wimbledon junior
1990: Medali Emas Asian Games Beijing (Ganda Campuran)
1990: Medali Emas Asian Games Beijing (Ganda Putri)
1991: Babak ketiga Wimbledon dan Juara pertama Thailand Open
1992: Babak keempat Wimbledon dan Juara pertama Malaysia Terbuka
1993: Babak keempat Wimbledon, Juara pertama Indonesian Open, Juara pertama Thailand Open
1994: Babak keempat Wimbledon, Juara pertama Nokia Open di Beijing , Juara pertama Indonesian Open
1995: Atlet terbaik versi SIWO PWI jaya
1996: Babak ketiga Tasmania Terbuka
1997: Babak kedua Australia Terbuka, Perempatfinal Wimbledon
1998: Medali Emas Asian Games Bangkok (Tunggal Putri)
Yayuk pun pernah menjadi anggota DPR 2014-2019 Komisi X yang kerjanya berkaitan dengan olahraga dan kegiatan kepemudaan. Sehingga, semasa tugasnya bisa menjadi penyambung lidah bagi kepentingan kemajuan olah raga tenis khususnya.
Yayuk juga masih aktif dalam pembinaan atlet-atlet tenis dengan mendirikan tennis academy, masih aktif sebagai Wakil Ketua Pelti, juga bikin event-event kejurnas tenis, dan pembibitan atlet. Sampai saat ini, menurutnya sesibuk apapun, harus ada waktu untuk tenis.
“Hidup Saya Adalah Tenis”, Yayuk Basuki
Pesannya “menjadi petenis top dunia bukan perkara mudah. Semua itu butuh perjuangan keras, disiplin dan ketekunan untuk meraihnya”
Semoga Indonesia ke depan memiliki atlet tenis yang bisa sejajar dan melebihi ketangguhan ketangguhan capaian prestasi Yayuk Basuki dan mungkin bisa jadi "Atlet Indonesia yang Jadi Idolamu".
**Asep Totoh - Dosen Ma'soem University - Kepala HRD Yayasan Pendidikan Bakti Nusantara 666 Cileunyi Kab.Bandung
