Korut Tegaskan Dukungan Rusia di Perang Ukraina, Putin Puji Pasukan Kim

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Rusia Vladimir Putin berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri Korea Utara Choe Son-hui saat melakukan pertemuan di Moskow, Rusia, Minggu (19/7/2026). Foto: ALEXANDER SHCHERBAK/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Rusia Vladimir Putin berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri Korea Utara Choe Son-hui saat melakukan pertemuan di Moskow, Rusia, Minggu (19/7/2026). Foto: ALEXANDER SHCHERBAK/AFP

Korea Utara (Korut) kembali menegaskan dukungannya terhadap Rusia dalam perang di Ukraina.

Komitmen itu disampaikan saat Menteri Luar Negeri (Menlu) Korut Choe Son-hui bertemu Presiden Vladimir Putin dan Menlu Rusia Sergey Lavrov di Moskow, Senin (20/7).

Menurut kantor berita Korut KCNA yang dilansir AFP pada Selasa (21/7), pertemuan Choe dan Lavrov adalah dialog strategis ketiga.

Korut menyatakan tetap mendukung seluruh kebijakan Rusia, termasuk upaya "menghilangkan akar penyebab sengketa Ukraina" serta menjaga "kedaulatan, integritas wilayah, dan keadilan internasional."

Sehari sebelumnya, Putin menerima Choe di Kremlin dan berterima kasih atas dukungan Pyongyang, termasuk pengiriman pasukan.

"Saya sekali lagi ingin menyampaikan terima kasih atas dukungan terhadap operasi militer khusus yang sedang kami lakukan," kata Putin.

Presiden Rusia Vladimir Putin (kedua dari kanan) dan Menteri Luar Negeri Korea Utara Choe Son-hui (kedua dari kiri) menghadiri pertemuan bilateral di Moskow, Rusia, Minggu (19/7/2026). Foto: ALEXANDER SHCHERBAK/AFP

Putin juga menegaskan Rusia tidak akan melupakan "tindakan heroik" tentara Korut yang bertempur bersama pasukan Rusia.

"Kami tidak akan pernah melupakan tindakan heroik mereka. Mereka akan dihormati sama seperti warga negara kami sendiri," ujarnya.

Korut diketahui telah mengirim pasukan ke wilayah Kursk serta memasok persenjataan untuk membantu Rusia.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un meresmikan Museum Peringatan Prestasi Tempur di Operasi Militer Luar Negeri untuk menghormati pasukan Korut yang gugur saat bertempur untuk Rusia di Pyongyang, Korea Utara, Minggu (26/4/2026). Foto: KCNA/via REUTERS

Sebagai imbalannya, para analis menilai Moskow memberikan bantuan berupa dana, pangan, energi, hingga teknologi militer kepada Pyongyang.

Sebelumnya, Kim Jong-un juga menyebut operasi Rusia di Ukraina sebagai "perang suci" dan berjanji membantu Moskow meraih kemenangan.