Konten dari Pengguna

Kurikulum Indonesia Terus Berubah, Tapi Apa Masalah Utamanya?

Komala

Komala

Mahasiswa sastra indonesia.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Komala tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Dokumen Pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Dokumen Pribadi.

Karena kurikulum menetapkan arah, pokok bahasan, dan strategi pengajaran yang digunakan dalam proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, kurikulum merupakan fondasi sistem pendidikan. Evolusi gagasan filosofis, kondisi sosial masyarakat, dinamika politik, dan peristiwa sejarah yang membentuk sejarah negara semuanya berdampak pada perubahan kurikulum Indonesia dari waktu ke waktu.

Kurikulum adalah fondasi penting dalam sistem pendidikan karena menjadi pedoman bagi proses pembelajaran. Di Indonesia, sistem kurikulum telah mengalami perubahan signifikan sejak kemerdekaan. Perubahan ini tidak terlepas dari pengaruh faktor sosial, budaya, ekonomi, hingga politik yang turut membentuk arah kebijakan pendidikan.

Dinamika Kurikulum di Indonesia:

Kurikulum telah mengalami perubahan yang signifikan sejak Indonesia merdeka. Kurikulum yang awalnya dibuat pada tahun 1947 dengan nama Rentjana Pelajaran 1947 ini menitikberatkan pada pengembangan nilai-nilai dan karakter bangsa. Kemudian, kurikulum ini disempurnakan menjadi Kurikulum 1952 yang mencakup mata pelajaran dengan tujuan pembelajaran yang lebih terarah.

Pendekatan sistematis diterapkan pada masa Orde Baru dalam kurikulum 1975 dan 1984, termasuk diperkenalkannya metode CBSA (Active Student Learning Method), yang mendorong partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran. Akan tetapi, Kurikulum 1994 dianggap terlalu rumit dan sulit untuk diadopsi oleh pendidik dan peserta didik.

Era reformasi dimulai dengan diperkenalkannya Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) pada tahun 2004 dan Kurikulum Tingkat Satuan Sekolah (KTSP) pada tahun 2006, yang memberikan otonomi lebih kepada sekolah. Selain itu, Kurikulum 2013 (K13), yang diciptakan untuk memperkuat nilai-nilai dan kompetensi karakter abad ke-21, telah berkembang menjadi Kurikulum Merdeka yang lebih adaptif, yang menekankan kebutuhan dan bakat siswa.

Tantangan dalam Implementasi Kurikulum:

Walaupun pembaruan kurikulum bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan, pelaksanaannya masih menghadapi banyak tantangan yang merujuk pada delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP), antara lain:

1. Standar Isi dan Prosedur Guru terkadang kesulitan memahami dan menerapkan isi kurikulum yang sering berubah-ubah. Di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), di mana akses pelatihan dan informasi masih terbatas, kondisi ini semakin marak [Mulyasa, 2013].

2. Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Terdapat perbedaan pencapaian antardaerah karena target kompetensi yang ditetapkan seringkali tidak dibarengi dengan kesiapan sarana dan sumber daya.

3. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Kendala itu sendiri meliputi pelatihan yang tidak memadai dan terbatasnya kapasitas guru untuk menyesuaikan diri dengan pendekatan kurikulum baru, seperti pembelajaran berbasis proyek dan penilaian yang sebenarnya [Sagala, 2010].

4. Standar Pembiayaan dan Sarana Prasarana, Terdapat kesenjangan yang cukup besar dalam teknologi dan infrastruktur yang tersedia untuk membantu implementasi kurikulum. Sekolah-sekolah terpencil sering kali kekurangan fasilitas yang paling mendasar, apalagi teknologi yang dibutuhkan untuk memfasilitasi pembelajaran daring.

5. Standar Penilaian, Karena kurangnya pengetahuan dan bantuan teknologi, sebagian besar guru terus menggunakan pendekatan evaluasi tradisional meskipun kurikulum menghasilkan penilaian yang lebih komprehensif dan autentik.

Kesimpulan: Perubahan kurikulum merupakan sesuatu yang tak terelakkan dalam dunia pendidikan yang dinamis. Namun, pergantian kurikulum seharusnya tidak hanya menjadi dokumen kebijakan, melainkan juga perlu didukung secara nyata oleh kesiapan guru, fasilitas memadai, pelatihan berkelanjutan, dan anggaran yang mencukupi. Dengan demikian, kurikulum dapat menjadi alat yang efektif dalam mencetak generasi penerus bangsa yang tangguh dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Kesimpulan

Perubahan kurikulum merupakan sesuatu yang tak terelakkan dalam dunia pendidikan yang dinamis. Namun, pergantian kurikulum seharusnya tidak hanya menjadi dokumen kebijakan, melainkan juga perlu didukung secara nyata oleh kesiapan guru, fasilitas memadai, pelatihan berkelanjutan, dan anggaran yang mencukupi. Dengan demikian, kurikulum dapat menjadi alat yang efektif dalam mencetak generasi penerus bangsa yang tangguh dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Daftar Pustaka

Mulyasa, E. (2013). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sagala, S. (2010). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.