Lailatul Qadar

Penasihat PKP (Partai Keadilan dan Persatuan)
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Aunur Rofiq tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Keutamaan utama Lailatul Qadar adalah lebih baik dari seribu bulan. Di mana ibadah di malam ini, pahalanya setara dengan ibadah selama lebih dari 83 tahun (1.000 bulan), menjadikannya kesempatan langka.
Bukan hanya itu, Lailatul Qadar juga merupakan malam turunnya Al-Quran. Allah SWT.menurunkan Al-Quran secara keseluruhan dari Lauhul Mahfuz ke langit dunia pada malam ini, sebagai petunjuk bagi manusia.
Lailatul Qadar juga merupakan diturunkannya malaikat, termasuk Malaikat Jibril yang turun ke bumi membawa rahmat dan mengatur segala urusan, serta menyaksikan ibadah umat muslim.
Hal ini sebagaimana firman-Nya dalam Surah al-Qadr ayat 4 yang terjemahannya,” Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhan-nya untuk mengatur semua urusan.”
Pada malam itu turun para malaikat dan ruh, yakni Jibril, dari langit ke bumi dengan izin Tuhan-nya untuk mengatur semua urusan makhluk yang telah ditentukan-Nya di Lauh Mahfuz untuk satu tahun mendatang, seperti umur, rezeki, kematian, dan sebagainya. Inilah yang membuat malam itu begitu mulia.
Malam Lailatul Qadar merupakan waktu emas untuk memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu. Waktu yang sangat istimewa di bulan Ramadan di mana pintu ampunan dibuka lebar-lebar. Ibadah pada malam ini diyakini lebih baik dari seribu bulan. Berdasarkan hadis-hadis sahih, menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan keimanan dan mengharap ridha Allah adalah sarana penggugur dosa-dosa terdahulu.
Ampunan pada malam ini mencakup pengampun dosa-dosa terdahulu (dosa kecil, atau menurut sebagian ulama juga dosa besar jika disertai taubat nasuha) bagi mereka yang bersungguh-sungguh beribadah.
Bukan hanya itu, pahala ibadah, doa, zikir, dan sedekah sangat besar nilainya, mengalahkan ibadah ribuan bulan atau bisa dibilang pahala malam ini berlipat ganda.
Allah SWT menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi hamba-Nya yang berbuat kebaikan, bersedekah, atau melakukan ibadah tertentu. Pelipatgandaan ini menunjukkan kasih sayang Allah yang luas, di mana satu kebaikan bisa dibalas sepuluh kali lipat hingga lebih dari 700 kali lipat.
Dalilnya adalah:
”Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah SWT. adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah SWT. melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki..." (QS. Al-Baqarah: 261).
Malam yang tenang, penuh berkah, rahmat, dan kebaikan dari Allah SWT. Surah yang secara khusus menggambarkan kemuliaan dan kedamaian adalah Surah Al-Qadr (Surah ke-97).
Kata Qadr berarti kemuliaan atau keagungan. Surah ini menceritakan tentang malam Lailatul Qadr, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Ayat ke-5 berbunyi "Salāmun hiya ḥattā maṭla'il-fajr" yang artinya: "Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar". Malam tersebut penuh dengan kedamaian, keselamatan, dan keberkahan hingga pagi.
Hikmah dan Motivasi
Malam Lailatul Qadar mendorong umat Islam untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperkuat takwa.
Peningkatan keimanan dalam Islam adalah proses berkelanjutan yang melibatkan penguatan keyakinan dan pengamalan melalui berbagai cara, seperti memperdalam ilmu agama (Al-Quran, sifat Allah, sirah Nabi), meningkatkan ibadah ritual (salat, puasa), memperbaiki akhlak dan amal saleh, serta membangun lingkungan yang saleh (bergaul dengan orang saleh, menjauhi maksiat) untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mencapai ketenangan spiritual, dengan landasan utama adalah ketulusan niat dan konsistensi.
Bukan hanya itu, hal ini juga bisa jadi motivasi untuk meningkatkan ibadah seperti salat, membaca Al-Quran, zikir, dan bersedekah di 10 malam terakhir Ramadan.
Untuk memperbanyak amal saleh menurut Islam, fokus pada keikhlasan dan konsistensi, lakukan amal ibadah dasar (salat, puasa, sedekah), serta amal sosial (menolong sesama, menyebarkan ilmu). Jadikan amal saleh sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk dengan memanfaatkan teknologi untuk kebaikan. Penting juga untuk menjaga amal dari penyakit hati seperti riya (ingin dipuji) dan ujub (membanggakan diri) agar pahalanya tidak hilang.
Kesempatan terbaik untuk memanjatkan doa, seperti doa yang diajarkan Nabi: "Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni" (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, suka mengampuni, maka ampunilah aku)".
Lailatul Qadar adalah salah satu malam istimewa yang terjadi pada bulan Ramadan, yang diyakini dalam Islam sebagai malam yang penuh kemuliaan, keberkahan, dan ampunan. Malam ini digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan, di mana para malaikat turun ke bumi, membawa kedamaian, dan Allah SWT membuka pintu rahmat-Nya. Umat Islam dianjurkan untuk memaksimalkan ibadah dan memanjatkan doa, khususnya pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.
Tanda-tanda Lailatul Qadar (Menurut Hadis)
Malam yang cerah, tenang, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.
Matahari terbit keesokan harinya berwarna putih bersih tanpa sinar yang menyilaukan.
Angin berembus lembut.
Yang paling istimewa dari malam Lailatul Qadar adalah nilainya lebih baik dari seribu bulan (sekitar 83 tahun), malam turunnya Al-Quran dan para malaikat (termasuk Malaikat Jibril), malam di mana doa lebih mudah dikabulkan, dosa-dosa diampuni, dan takdir tahunan ditetapkan dengan hikmah. Ibadah di malam ini (salat, zikir, doa, sedekah) pahalanya dilipatgandakan, menjadikannya waktu emas untuk memohon ampunan dan meningkatkan ketakwaan.
