Konten dari Pengguna

Bukan Sekadar Hiburan: Mengapa Fandom K-Pop Menjadi Ruang Aman bagi Mahasiswa?

aureli suyatno putri

aureli suyatno putri

Berprofesi sebagai Mahasiswa, sedang menempuh pendidikan S1, Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari aureli suyatno putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: https://www.istockphoto.com
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: https://www.istockphoto.com

Ketika K-Pop Menjadi Bagian dari Kehidupan Mahasiswa

Di tengah padatnya jadwal kuliah, tugas yang menumpuk, hingga berbagai tuntutan untuk berprestasi, mahasiswa sering mencari cara untuk melepaskan penat. Salah satu bentuk hiburan yang banyak digemari adalah K-Pop. Namun, bagi sebagian mahasiswa, K-Pop tidak hanya menjadi musik yang didengarkan saat waktu luang. Kehadiran K-Pop dan komunitas penggemarnya juga menjadi tempat untuk mencari kenyamanan ketika menghadapi berbagai tekanan.

Fenomena K-Pop saat ini telah berkembang menjadi budaya populer global yang memengaruhi gaya hidup, preferensi musik, hingga pola interaksi digital generasi muda. K-Pop tidak hanya menawarkan musik, tetapi juga menghadirkan hubungan yang lebih dekat antara idol dan penggemar melalui berbagai platform digital seperti Weverse, TikTok, Instagram, dan X (Zaini, 2023; James, 2025).

Tekanan yang Dihadapi Mahasiswa

Masa perkuliahan sering kali menjadi fase yang penuh tantangan. Mahasiswa dituntut untuk menyelesaikan tugas akademik, mengikuti ujian, aktif dalam organisasi, hingga mempersiapkan rencana karier setelah lulus. Tidak sedikit mahasiswa yang mengalami stres akibat berbagai tuntutan tersebut.

Tekanan akademik yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang. Oleh karena itu, mahasiswa membutuhkan berbagai strategi coping untuk membantu menjaga keseimbangan emosi dan kesehatan mental selama menjalani perkuliahan.

Ketika Fandom Menjadi Ruang Aman

Dalam kehidupan perkuliahan, tidak semua mahasiswa memiliki lingkungan yang dapat menjadi tempat berbagi cerita dengan nyaman. Tekanan akademik, tuntutan untuk berprestasi, hingga berbagai masalah pribadi terkadang membuat sebagian mahasiswa merasa kesulitan menemukan ruang yang aman untuk mengekspresikan perasaan mereka.

Dalam kondisi tersebut, fandom dapat menjadi salah satu komunitas yang memberikan rasa diterima dan dipahami. Di balik citra fandom yang sering dianggap hanya sebagai kumpulan penggemar, terdapat fungsi sosial yang cukup penting. Banyak mahasiswa menemukan rasa nyaman dalam komunitas fandom karena dapat berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama.

Melalui fandom, penggemar tidak hanya berbagi informasi tentang idol favorit, tetapi juga saling memberikan dukungan emosional. Obrolan sederhana, diskusi di media sosial, hingga interaksi dalam komunitas dapat membantu seseorang merasa lebih diterima dan tidak sendirian ketika menghadapi masalah. Karena itulah, bagi sebagian mahasiswa, fandom dapat berperan sebagai ruang aman atau safe space yang membantu mereka menghadapi berbagai tantangan selama menjalani masa kuliah.

Musik Menjadi Tempat Beristirahat Sejenak

Selain dukungan sosial dari komunitas, musik K-Pop juga dapat membantu regulasi emosi. Mendengarkan musik sering kali menjadi cara sederhana untuk memperbaiki suasana hati setelah menjalani hari yang melelahkan.

Musik serta aktivitas fandom dapat memberikan rasa nyaman dan membantu individu kembali merasa lebih stabil saat menghadapi tekanan (Amalia et al., 2024). Sementara itu, keterikatan dengan musik dan komunitas K-Pop juga dapat menjadi pelarian emosional yang positif ketika seseorang sedang menghadapi tekanan akademik maupun sosial (Lou, 2024).

Bagi sebagian mahasiswa, mendengarkan lagu favorit atau menonton konten idol setelah menyelesaikan aktivitas kuliah menjadi cara untuk mengembalikan energi sebelum kembali menjalani rutinitas.

Menjaga Keseimbangan dalam Menjalani Hobi

Meskipun memberikan banyak manfaat, keterlibatan dalam fandom tetap perlu dilakukan secara seimbang. Aktivitas fandom yang berlebihan dapat menyebabkan prokrastinasi, gangguan manajemen waktu, serta berkurangnya fokus terhadap tanggung jawab akademik.

Karena itu, fandom K-Pop sebaiknya dipandang sebagai salah satu sumber dukungan emosional yang dapat melengkapi strategi coping lainnya. Dengan manajemen waktu yang baik, mahasiswa tetap dapat menikmati hobinya tanpa mengabaikan kewajiban akademik.

Di era digital saat ini, komunitas daring tidak selalu membawa dampak negatif. Dalam beberapa kasus, komunitas seperti fandom K-Pop justru dapat menjadi ruang yang memberikan dukungan sosial dan kenyamanan emosional bagi mahasiswa. Selama dijalani secara seimbang, fandom dapat menjadi salah satu tempat bagi mahasiswa untuk beristirahat sejenak dari tekanan akademik dan kembali menjalani aktivitas dengan lebih baik.