Polling: Apa Siasat Kamu saat Naik KRL di Jam Sibuk?

Bersedak-desakan di KRL saat jam sibuk sudah jadi makanan sehari-hari para komuter. Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, mengakui bahwa KRL mengalami overcapacity. Hal ini terjadi di lintasan padat pengguna seperti Green Line, Red Line, dan Blue Line.
Menurutnya, dalam ukuran 1 meter persegi di dalam gerbong, sudah diisi sekitar 8 orang. Jika terdapat ruang di gerbong dengan ukuran 60 meter persegi, maka total penumpang bisa mencapai 400 sampai 480-an orang.
"Yang Rangkasbitung itu okupansinya sekarang 160 persen, yang ke Bekasi itu 120 persen. Kemudian, yang Bogor itu 130%. Jadi kalau standarnya itu tadi 1:6 (6 orang per meter persegi). Nah, Bogor dan Bekasi itu masih sekitar 1:7 (7 orang per meter persegi). Sementara, kalau yang Rangkasbitung ini 1:12 (12 orang per meter persegi)," kata Bobby di RPD DPR RI, Rabu (13/10).
Untuk menyiasati kepadatan ini, tak jarang para komuter perlu memutar otak. Misalnya, Marudut Lumban Raja (29), warga KRL Green Line, memilih gerbong depan KRL untuk menghindari kepadatan. Sedangkan Karin Aliffa (24) memilih menunggu lebih lama hingga KRL lebih sepi.
Jadi, para komuter harus memilih antara mengorbankan waktu atau tetap berdesakan di KRL demi memangkas waktu perjalanan. Kalau kamu, termasuk yang mana? Sampaikan jawaban kamu dalam polling kumparan di bawah ini. Sampaikan juga pengalaman kamu di kolom komentar.
Apa Siasat Kamu saat Naik KRL di Jam Sibuk?
0 Pemilih · 7 hari
