Kumparan Logo

Polling kumparan: 34,21% Pembaca Bakal Hindari Siren Bila Menjadi Odysseus

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Salah satu cuplikan dari Film 'The Odyssey' yang tayang pada Rabu (15/7/2026). Foto: Dok. Universal Pictures
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu cuplikan dari Film 'The Odyssey' yang tayang pada Rabu (15/7/2026). Foto: Dok. Universal Pictures

Kalau seandainya jadi Odysseus, sebanyak 34,21 persen atau 39 pembaca bakal menghindari jebakan nyanyian siren. Angka ini merupakan hasil polling kumparan yang dilakukan pada 21-28 Juli 2026.

Total ada 114 pembaca yang menjawab polling ini. Sebanyak 28,07 persen atau 32 pembaca memilih menghindari murka Poseidon. Sebanyak 21,05 persen atau 24 pembaca menghindari kejaran raksasa kanibal Laestrygonians, dan 16,67 persen atau 19 pembaca enggan melawan Cyclops Polyphemus.

embed from external kumparan

The Odyssey merupakan salah satu film yang sedang ramai diperbincangkan masyarakat. Film action-fantasy garapan sutradara Christopher Nolan ini telah tayang di bioskop Indonesia sejak 15 Juli 2026. Film berdurasi hampir 3 jam ini diadaptasi dari karya sastra epos berusia hampir 3.000 tahun karya Homeros, atau yang lebih dikenal sebagai Homer, berjudul Odyssey.

Tokoh utama, baik dalam film maupun karya aslinya, adalah Odysseus. Ia dikisahkan sebagai Raja Ithaca, sebuah kerajaan kecil di Yunani. Odysseus merupakan suami Penelope dan ayah dari Telemachus, pewaris takhta Ithaca. Dalam kisah-kisah lanjutan mitologi Yunani, ia juga memiliki seorang putra bernama Telegonus dari penyihir Circe.

Salah satu cuplikan dari Film 'The Odyssey' yang tayang pada Rabu (15/7/2026). Foto: Dok. Universal Pictures

The Odyssey mengisahkan perjalanan Odysseus kembali ke Ithaca setelah ikut berperang melawan Troya demi merebut kembali Helen, istri Raja Menelaus, yang dibawa lari Paris, pangeran Troya. Namun, perjalanan pulang itu tidaklah mudah.

Selama sepuluh tahun, Odysseus menghadapi berbagai rintangan, mulai dari murka para dewa, monster-monster laut, hingga badai yang menghancurkan kapal dan menewaskan satu per satu anak buahnya. Perjalanan Odysseus kembali ke Ithaca tidaklah mudah. Berkali-kali Odysseus beserta pasukannya kena hukuman akibat melanggar Hukum Zeus.

Salah satu peristiwa penting terjadi ketika Odysseus membutakan Cyclops Polyphemus, putra dewa laut Poseidon, demi menyelamatkan diri dan anak buahnya dari gua sang raksasa. Sang raksasa kemudian memohon kepada Poseidon agar membalas perbuatan tersebut. Sejak saat itu, Poseidon terus menghalangi perjalanan pulang Odysseus.