Kumparan Logo

Ini Jajaran Komisaris-Direksi PT DSI, Ada Tony Wenas hingga Mari Elka

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Danantara Indonesia. Foto: Dok. Danantara
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Danantara Indonesia. Foto: Dok. Danantara

PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) mulai menjalankan perannya sejak 1 Juni 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola perdagangan ekspor sumber daya alam (SDA) strategis Indonesia.

Dalam acara peluncuran DSI, CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan PT DSI diarahkan untuk membangun tata kelola ekspor yang lebih baik, transparan, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

“PT DSI ini mulai berlaku, mulai berjalan sejak 1 Juni. Dalam perannya tentunya kita inginkan ini dikelola secara lebih baik, transparan, dan juga memberikan nilai tambah,” kata Rosan saat peluncuran PT DSI di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (24/8).

Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga CEO Danantara Rosan Roeslani memberikan keterangan pers usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah direksi Himbara di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/6/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Rosan menegaskan keberadaan DSI bukan untuk menambah lapisan birokrasi maupun menggantikan fungsi regulator. Perizinan, pengaturan, dan pengawasan tetap menjadi kewenangan pemerintah serta lembaga terkait.

Berdasarkan paparan Dirut PT DSI Luke Thomas Mahony, sejak 1 Juni 2026 hingga periode presentasi, DSI telah menganalisis sekitar 6.500 deklarasi ekspor, dengan nilai ekspor yang dimonitor lebih dari USD 14 miliar.

Volume ekspor yang dipantau mencapai lebih dari 90 juta ton, dengan tujuan ekspor ke lebih dari 100 negara.

Daftar Komisaris dan Direksi DSI

Dalam paparan tersebut, sejumlah nama dengan latar belakang pemerintahan, korporasi, keuangan, pertambangan, hingga hukum diperkenalkan sebagai jajaran pengurus DSI.

Berikut daftar nama dan jabatan yang tercantum dalam paparan:

  • Komisaris Utama, M. Syaifurrahman Noer (Cipung Noer): Memiliki latar belakang panjang di sektor kedirgantaraan dan pertahanan. Ia pernah menjadi President Commissioner PT Indonesian Defense Security and Technology (IDST), President IPTN North America, serta Direktur IPTN untuk program CN-235.

Ahli ekonomi Indonesia Mari Elka Pangestu berpose menggunakan sarung tinju. Foto: ANTARA FOTO/Saptono
  • Komisaris, Mari Elka Pangestu: Berpengalaman lebih dari 30 tahun di sektor akademisi, pemerintahan, lembaga multilateral, dan swasta. Ia pernah menjabat Menteri Perdagangan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Managing Director of Development Policy and Partnerships di World Bank. Saat ini ia tercatat sebagai Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional dan Utusan Khusus Presiden untuk Perdagangan Internasional dan Kerja Sama Multilateral.

  • Komisaris, Harold Tjiptadjaja: Memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang investasi swasta dan publik, merger dan akuisisi (M&A), project finance, serta restrukturisasi korporasi. Ia pernah menjabat Managing Director Investment Banking di Mandiri Sekuritas dan CIO sekaligus Managing Director Indonesia Infrastructure Finance (IIF).

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas saat ditemui kumparan di Jakarta, Selasa (11/4/2023). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
  • Komisaris, Tony Wenas: Menjabat Presiden Direktur PT Freeport Indonesia sejak Desember 2018 dan memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun sebagai pemimpin lintas sektor. Ia dikenal memiliki pengalaman dalam tata kelola, pengelolaan pemangku kepentingan, serta memimpin perusahaan dalam lingkungan bisnis berisiko tinggi.

  • Direktur Manajemen Risiko, Nur Hidayat Udin: Pernah menjabat Director of Risk Management & HSSE di MIND ID. Ia juga memiliki pengalaman 26 tahun di Bank Mandiri, terakhir sebagai Senior Vice President–Wholesale Risk. Keahliannya mencakup enterprise risk management, credit/wholesale risk, operational risk, serta HSSE governance.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PLN, Sinthya Roesly. Foto: Dok. PLN
  • Direktur Keuangan, Sinthya Roesly: Memiliki pengalaman di bidang pembiayaan infrastruktur dan operasional. Ia pernah menjabat Chief Financial Officer/Director of Finance PT PLN (Persero), memimpin PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (IIGF/PII), serta menjadi Chairperson & CEO Indonesia Eximbank (LPEI).

  • Direktur Legal & Kepatuhan, Ivan Ferdiansyah Baely: Senior corporate lawyer dan Managing Partner IABF Law Firm dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang hukum korporasi, M&A, restrukturisasi, perbankan dan keuangan, pasar modal, kepailitan, serta kepatuhan regulasi.