Konten dari Pengguna

Mini Retirement: Liburan Panjang di Tengah Karir yang Lagi Hits

Sesilia Ayu Febriani

Sesilia Ayu Febriani

Lulusan Sastra Indonesia Universitas Pamulang dan Sarjana Tersesat di Persimpangan Karir.

·waktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sesilia Ayu Febriani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mini Retirement: Liburan Panjang di Tengah Karir yang Lagi Hits. Foto oleh RF._.studio _: https://www.pexels.com/id-id/foto/manusia-di-depan-komputernya-3059661/
zoom-in-whitePerbesar
Mini Retirement: Liburan Panjang di Tengah Karir yang Lagi Hits. Foto oleh RF._.studio _: https://www.pexels.com/id-id/foto/manusia-di-depan-komputernya-3059661/

Pernah nggak sih kalian merasa capek banget sama rutinitas kerja, terus kepikiran, "Kok rasanya lama banget ya nungguin masa pensiun?" Nah, kalau kalian pernah ngerasa gitu, berarti kalian butuh yang namanya mini retirement.

Konsep ini bukan berarti kalian berhenti kerja selamanya, tapi lebih ke mengambil jeda panjang dari pekerjaan untuk melakukan hal-hal yang selama ini cuma jadi wishlist. Bayangin aja, kalian bisa traveling keliling dunia, belajar skill baru, atau bahkan cuma rebahan tanpa mikirin deadline. Sounds tempting, right?

Jadi Sebenernya Mini Retirement Itu Apa?

Mini retirement adalah konsep mengambil cuti panjang atau break dari pekerjaan selama beberapa bulan hingga setahun (atau bahkan lebih) di tengah-tengah karir, bukan menunggu sampai usia 60-an tahun. Ide ini dipopulerkan oleh Tim Ferriss dalam bukunya "The 4-Hour Workweek".

Bedanya sama cuti biasa? Kalau cuti biasa mungkin cuma seminggu dua minggu, mini retirement ini jauh lebih panjang dan punya tujuan yang lebih dalam. Ini tentang eksplorasi diri, mengisi ulang energi, dan mengejar passion yang selama ini tertunda.

Banyak orang mikir kalau pensiun itu cuma bisa dinikmati pas udah tua. Padahal, kenapa harus nungguin tubuh kita udah nggak sefit dulu buat menikmati hidup? Mini retirement memungkinkan kita untuk menikmati kebebasan finansial dan waktu di saat kita masih energik dan produktif.

Kenapa Orang Makin Banyak yang Tertarik?

Capek Kerja Terus-Terusan Itu Nyata

Di era hustle culture kayak sekarang, burnout bukan lagi hal yang aneh. Kita dituntut untuk selalu produktif, meeting sana-sini, deadline yang nggak ada habisnya. Mental health jadi taruhannya.

Mini retirement bisa jadi solusi buat reset mental kita. Daripada kita stuck dalam pekerjaan yang menguras energi sampai akhirnya collapse, mending ambil jeda untuk recharge. Trust me, produktivitas kalian akan jauh lebih baik setelah kalian balik dari mini retirement.

Ngapain Nunggu Tua Buat Seneng-Seneng?

YOLO bukan cuma jargon anak muda yang suka party. Filosofi "you only live once" sebenarnya mengingatkan kita bahwa hidup itu pendek dan berharga. Kenapa harus nunggu pensiun kalau sekarang kita bisa melakukan hal-hal yang kita suka?

Mau belajar surfing di Bali? Belajar masak di Italia? Atau keliling Indonesia naik motor? Semua bisa dilakukan dengan mini retirement. Jangan sampai kalian nyesel di kemudian hari karena terlalu fokus kerja dan melupakan pengalaman hidup yang berharga.

Zaman Sekarang Makin Gampang Kerja Fleksibel

Pandemi mengubah banyak hal, termasuk cara kerja. Remote work bukan lagi hal yang mustahil. Banyak perusahaan yang sekarang lebih open dengan sistem kerja fleksibel.

Kondisi ini bikin mini retirement makin feasible. Kalian bisa bekerja sambil traveling (digital nomad), atau bahkan negosiasi sama perusahaan untuk unpaid leave yang lebih panjang. Era sekarang jauh lebih suportif untuk gaya hidup kayak gini dibanding 10 tahun lalu.

Bahkan beberapa perusahaan progresif sekarang udah mulai nawarin sabbatical leave sebagai benefit karyawan. Mereka sadar bahwa karyawan yang puas dan well-rested itu lebih produktif dan loyal. Jadi peluang buat ambil mini retirement sekarang lebih terbuka lebar.

Gimana Caranya Biar Mini Retirement Bisa Terwujud?

Mini Retirement: Liburan Panjang di Tengah Karir yang Lagi Hits. Foto oleh Jakub Zerdzicki: https://www.pexels.com/id-id/foto/cahaya-sinar-wanita-perempuan-21342604/

Urusannya Dimulai dari Kantong Dulu

Ini yang paling penting. Mini retirement butuh dana yang nggak sedikit. Mulai hitung berapa biaya hidup kalian per bulan, kalikan dengan durasi mini retirement yang kalian mau, plus buffer untuk emergency.

Idealnya, kalian udah punya dana darurat minimal 12 bulan biaya hidup, plus dana khusus untuk mini retirement. Jangan sampai mini retirement malah bikin kalian stres gara-gara keuangan berantakan.

Beberapa tips mengatur keuangan:

  • Mulai nabung dan investasi dari sekarang

  • Kurangi lifestyle inflation

  • Cari passive income kalau memungkinkan

  • Hitung biaya mini retirement dengan detail, termasuk asuransi kesehatan

  • Pertimbangkan untuk pindah ke negara dengan cost of living lebih rendah selama mini retirement

Banyak yang memanfaatkan mini retirement dengan tinggal di negara-negara Southeast Asia seperti Thailand, Vietnam, atau Indonesia karena biaya hidupnya jauh lebih murah dibanding negara Barat. Dengan budget yang sama, kalian bisa hidup lebih lama dan nyaman.

Ngobrol Dulu Sama Boss dan Keluarga

Jangan tiba-tiba resign tanpa planning yang jelas. Coba komunikasikan keinginan kalian buat ambil mini retirement ke atasan. Siapa tau mereka bisa kasih unpaid leave atau sabbatical leave.

Keluarga juga perlu tahu rencana kalian. Pastikan mereka support dan paham bahwa ini bukan keputusan impulsif tapi udah kalian pikirin matang-matang.

Bikin Rencana Tapi Santai Aja

Kalian perlu punya gambaran mau ngapain selama mini retirement. Tapi jangan bikin jadwal yang terlalu rigid sampai mini retirement kalian jadi kayak project kerja lagi.

Kasih ruang untuk spontanitas dan eksplorasi. Mungkin kalian tadinya mau keliling Eropa, tapi pas di Thailand kalian ngerasa cocok dan mau stay lebih lama? Why not?

Mau Ngapain Aja Selama Mini Retirement?

Kemungkinannya unlimited! Bisa traveling ke negara-negara yang udah lama jadi bucket list, belajar skill baru kayak fotografi atau memasak, volunteering, nulis buku, atau bahkan cuma quality time sama keluarga.

Beberapa orang juga manfaatin mini retirement buat explore bisnis baru atau hobi yang bisa jadi income stream. Jadi nggak cuma vacation mode aja, tapi juga produktif dengan cara yang kalian suka.

Ada juga yang fokus ke personal development - ikut retret meditasi, belajar bahasa baru dengan tinggal langsung di negara tersebut, atau bahkan mengambil course intensif yang selama ini nggak sempat diambil karena tuntutan pekerjaan. Mini retirement adalah kesempatan emas untuk invest di diri sendiri.

Yang penting, apapun yang kalian lakuin, pastikan itu bikin kalian bahagia dan fulfilled. Ini waktu kalian untuk diri kalian sendiri.

Habis Mini Retirement, Trus Balik Kerja Lagi?

Banyak yang khawatir, "Nanti susah nggak ya balik kerja lagi?" Legit concern sih. Tapi justru mini retirement bisa bikin kalian lebih valuable.

Kalian bakal balik dengan perspektif baru, skill baru, dan mental yang lebih fresh. Employer juga makin menghargai orang yang punya pengalaman dan worldview yang luas.

Plus, kalian jadi lebih tahu apa yang kalian mau dalam karir. Mungkin kalian bakal balik ke industri yang sama, atau malah career switch ke bidang yang kalian temuin passion-nya selama mini retirement.

Yang menarik, banyak orang yang setelah mini retirement justru lebih fokus dan punya clarity tentang tujuan hidup mereka. Ada yang balik kerja dengan semangat baru, ada yang memutuskan untuk jadi entrepreneur, atau bahkan ada yang menemukan calling mereka di bidang yang totally berbeda. Semua pilihan itu valid.

Mini retirement bukan cuma mimpi atau privilege orang kaya. Dengan planning yang matang dan mindset yang tepat, siapa saja bisa melakukannya.

Hidup kalian, pilihan kalian. Kalau kalian merasa butuh break dari hustle culture dan pengen ngalamin hidup dengan cara berbeda, mini retirement bisa jadi jawabannya.

Don't wait until you're too old to enjoy life. Start planning now, and make it happen!

Ingat, kalian nggak harus ikutin jalur hidup yang "seharusnya" menurut orang lain. Create your own path, dan jadikan mini retirement sebagai bagian dari perjalanan hidup kalian yang penuh makna.