Eksplorasi Restoran Bali Syrco BASE: Pasangkan Klepon dan Praline Sambal Matah

Ada cerita menarik dari pesisir Jimbaran, Bali setiap harinya di dapur Syrco BASÈ, Ubud. Sebelum kompor dinyalakan, seorang nelayan lokal bernama Oka mengirimkan foto hasil tangkapan lautnya pagi itu. Bukan chef yang mendikte bahan baku, melainkan hasil laut harian Oka yang menentukan bagaimana hidangan seafood disajikan hari itu.
Melalui pendekatan berani ini, Chef Syrco Bakker bersama timnya memperbarui konsep tasting menu di Syrco BASÈ. Mereka tidak lagi berupaya "mencari" cara mengekspresikan bahan lokal, melainkan membiarkan karakteristik asli rempah dan kekayaan alam Nusantara bercerita dengan sendirinya.
Sentuhan Nusantara dari Pesisir hingga Kebun
Di ruang bersantap eksklusif KU culinary atelier, perjalanan 11 hidangan membawa pengunjung melintasi bentang alam Bali. Cita rasa kesegaran laut dari ikan tangkapan Oka dipadukan harmonis dengan kerang segar.
Sementara itu, sajian bertajuk Land & Garden mempertemukan manis asam tomat lokal dengan aroma pekat kopi Kintamani, serta herba segar yang dipetik dari kebun sendiri.
Pengalaman kuliner ini makin unik saat memasuki sesi pencuci mulut. Jajanan pasar legendaris seperti klepon dan rujak dihadirkan kembali dengan kejutan tekstur modern, lengkap dengan kejutan rasa praline berpadu sambal matah yang mengejutkan lidah.
Keunikan cita rasa lokal juga terasa kuat pada sajian di area restaurant utama. Terdapat hidangan jagung BBQ yang terinspirasi dari tradisi jajanan jagung bakar di sepanjang pantai Bali. Cita rasa manis alami jagung diseimbangkan secara apik dengan sentuhan asam jawa dan sedikit rasa pedas cabai. Ada pula olahan ayam kampung berpadu bumbu hitam rempah, jamur, dan buah salak, hingga sajian crayfish asal Nusa Dua.
Perpaduan Santai di Area Bar
Semangat merayakan kekayaan rasa Nusantara ini juga merambah ke area Syrco BASÈ Bar. Tanpa meninggalkan nuansa kasual, menu kudapan diisi dengan kreasi unik seperti beef steak tartare yang diberi saus rendang kaya rempah di atas roti focaccia, serta taro rosti gurih yang disajikan bersama topping ayam betutu beraroma kecombrang.
Langkah ini mempertegas komitmen restoran lokal ini dalam mengusung tiga pilar utamanya; traceability (ketertelusuran bahan), nature (penghormatan pada alam), dan transparency (kejujuran dalam penyajian). Hasilnya bukan sekadar hidangan mewah, melainkan sebuah bentuk apresiasi terhadap nelayan, petani, dan tradisi kuliner lokal yang diracik secara jujur dan bersahaja.
