Kumparan Logo

Traveler Jangan Buang Koper Bekasmu, Bisa Tukar Baru hingga Jadi Scholar Panel

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi koper di bandara. Foto: Prostock-studio/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi koper di bandara. Foto: Prostock-studio/Shutterstock

Samsonite Indonesia kembali menghadirkan Luggage Trade-In, program tahunan global yang memberi nilai baru bagi koper preloved atau bekas. Berlangsung pada 3 September sampai 11 Oktober 2026, program ini menawarkan potongan harga hingga 50 persen untuk koleksi pilihan Samsonite.

Traveler yang kerap memiliki koper preloved atau bekas, umumnya merasa sayang jika harus membuang barang yang telah menemani perjalanan panjang selama travelling tersebut. Sedangkan barang itu sudah tak layak lagi dipakai. Menjawab keresahan tersebut, brand yang sudah ada sejak 1910 ini kemudian memberikan solusi bagi pelanggan yang mau menukar tambah koper lama mereka.

Program yang tersedia di seluruh gerai itu, menerima koper preloved dalam keadaan apa pun, dan bisa langsung menikmati diskon khusus 50 persen khusus untuk koleksi HI-FI serta 40 persen khusus untuk koleksi Octolite Neo dan Modio. Harga koper terendah pun mulai dari Rp 2.454.000 untuk Octolite Neo Spinner 55/20 EXP. Pelanggan juga berhak mendapatkan tambahan potongan 30 persen untuk aksesori perjalanan tertentu, tentunya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Program trade in hingga daur ulang koper preloved Samsonite. Foto: Dok. Istimewa

Mengutip siaran resminya, Nadya Pertiwi, Country Head Samsonite Indonesia, mengatakan, “Bagi Samsonite, memperbarui perlengkapan perjalanan tidak harus mengakhiri nilai dari koper yang telah menemani berbagai perjalanan sebelumnya. Melalui Luggage Trade-In, kami ingin memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan perjalanan berikutnya, sekaligus memastikan bahwa koper preloved dapat dikelola kembali untuk menghadirkan manfaat sosial yang lebih luas. Inilah komitmen yang terus kami kembangkan dari tahun ke tahun.”

Koper Preloved untuk Scholar Panel

Program trade in hingga daur ulang koper preloved Samsonite. Foto: Dok. Istimewa

Pada 2025, sebanyak 1.792 koper preloved dari 36 gerai di seluruh Indonesia diolah menjadi Scholar Panel; panel akustik yang dipasang di SDN Cipeujeh Wetan 03, Cirebon. Inisiatif ini membantu menurunkan kebisingan ruang kelas dari 92 dB menjadi 50 dB sehingga menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif.

Tahun ini, komitmen tersebut berlanjut melalui Breathable Classroom. Jika Scholar Panel berfokus pada polusi suara, maka inisiatif terbaru ini dirancang untuk memanfaatkan kembali material koper preloved sebagai bagian dari sistem jendela sekolah guna membantu menciptakan ruang belajar yang lebih nyaman di tengah paparan polusi udara.

Berdasarkan penjelasan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Ayo Sehat pada 2024, menyebutkan bahwa polusi udara dapat berdampak pada otak serta mempengaruhi kemampuan belajar dan memori. Temuan ini semakin diperkuat dengan studi kohort dalam PLOS Medicine pada 2015 terhadap 2.715 anak dari 39 sekolah di Barcelona, Spanyol. Studi tersebut menemukan bahwa anak-anak di sekolah dengan tingkat polusi lalu lintas lebih tinggi, menunjukkan perkembangan memori kerja dan perhatian yang lebih lambat, dibandingkan mereka yang berada di lingkungan dengan paparan lebih rendah.

“Tahun lalu, komitmen ini diwujudkan melalui Scholar Panel serta kolaborasi Water Guardian bersama Kitabisa, yang menghadirkan sumur dan tangki air untuk mendukung akses air bersih bagi masyarakat di Yogyakarta. Tahun ini, perjalanan tersebut berlanjut melalui Breathable Classroom. Kami ingin memastikan setiap inisiatif memiliki tujuan, proses, dan hasil yang jelas sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat,” tutup Nadya.