Ketulusan Hati Seorang Ibu
Tulisan dari Azizah Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Terbitnya fajar dan dinginnya malam yang selalu menjadi teman akrabmu sebelum engkau melangkahkan kaki dari pintu rumah. Kesabaran dan ketulusan yang mengiringi tanpa lelah untuk bekerja dan memberikan yang terbaik kepada orang di sekitarnya. Setiap waktu dan setiap hari doa demi doa selalu engkau panjatkan kepada sang pencipta, agar dapat memberikan kebahagiaan kepada keluarga kecilnya. Wajahmu tak terlihat lelah sedikit pun, senyummu selalu memberikan motivasi lebih untuk anak-anakmu.
Sosok wanita yang dikagumkan oleh anak-anaknya yaitu seorang Ibu. Kasih sayangmu tak terbatas dan tak berujung untuk anak-anaknya. Wanita paruh baya ini tak kenal lelah. Ibu adalah malaikat tak bersayap yang dikirim tuhan untukku. Peran seorang Ibu sulit untuk digantikan oleh para lelaki. Kamu adalah pahlawan tanpa tanda jasa bagi anak-anakmu.
Wanita kelahiran 1975 bernama Tina. Ia bekerja di salah satu bank milik pemerintah dan memiliki 3 orang anak. Bagiku Ia merupakan sosok yang sangat luar biasa. Dia mengurus dan membesarkan anak – anaknya sedari masih didalam kandungan, hingga saat ini. Wanita ini berusaha memberikan pendidikan yang terbaik untuk anaknya, agar kelak buah hatinya bisa menjadi orang yang berguna dan bermanfaat bagi orang banyak.
Sifat – sifat dirimu selalu menjadi panutan untukku, bekerja tanpa lelah serta harus mengimbangi pekerjaannya dengan mengurus rumah. Memang tidak mudah tetapi dirimu menghadapi dan menyelesaikannya dengan baik.
Ketika buah hatimu sedang ingin bercerita tentang hari harinya yang melelahkan entah disekolah ataupun dikampusnya. Ibuku selalu menjadi pendengar yang baik untukku. Dirimu selalu memberikan nasihat, terkadang memberikan teguran yang bermaksud baik untuk buah hatinya agar tidak melakukan hal yang sama.
Aku adalah anak perempuan pertama yang dilahirkan olehmu. Betapa bangganya aku telah dilahirkan dari seorang Ibu sepertimu. Kamu tak pernah mengeluh untuk membesarkan aku dan adik-adikku. Walaupun kamu terdengar betapa cerewet tetapi di balik itu semua anakmu menyimpan rasa bangga terhadapmu. Aku tahu dibalik sikapmu itu terdapat maksud yang baik. Seorang ibu merupakan sosok inspirasi bagi anak-anaknya. Tidak ada seorang pun yang mampu membalaskan atas jasa-jasamu.
Ketika dirimu sedang tidak baik, dirimu selalu menutupi rasa itu. Seorang Ibu tidak ingin membuat orang yang berada di sekitar sedih, kamu selalu bersikap tegar. Hatimu sempurna dan mulia. Besar kasih sayang kepada keluarga kecilmu tidak dapat diukur, dihitung apalagi digantikan.
Meskipun setiap malam hari wajahmu terlihat lelah tetapi kamu tak sedikitipun menunjukkannya. Aku bangga memiliki ibu sepertimu, karena kamu adalah orang yang sangat pekerja keras dan kuat.
(Azizah Putri Octavina/Politeknik Negeri Jakarta)

