Berbagai Cara Dilakukan untuk Atasi Sampah

PANGKALPINANG, Babelhits.com -- Permasalahan sampah di kota besar, khususnya kota yang sedang berkembang pasti terjadi. Hal ini dipicu oleh pertumbuhan masyarakat dan juga tingkat kesadaran terhadap permasalahan sampah itu sendiri masih rendah.
Pangkalpinang salah satu kota yang sedang berupaya mencari formulasi tepat dalam menanggulangi persoalan sampah. Dinas Lingkungan Hidup Kota Pangkalpinang mengaku kewalahan mengatasi sampah liar yang berada di sudut-sudut kota.
"Sebetulnya sampah itu tidak ada masalah karena benda mati, yang masalah itu orangnya, belum ada keikutsertaan dalam menjaga lingkungannya sendiri," ujar Kabid Pengelolaan Sampah Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas Pemkot Pangkalpinang, Jumhari, Rabu (20/2/2019) sore.
Ketersediaan akan sarana dan prasarana yang dimiliki DLH Pangkalpinang juga menjadi kendala dalam menangani sampah di Kota Pangkalpinang. Saat ini DLH hanya memiliki 42 unit motor, 21 truk, dan 5 buah ambrol untuk mengangkut sampah. Seharusnya menurut Jumhari, agar bisa mencover sampah diperlukan lima unit motor di setiap kelurahan.
Sementara untuk tempat sampah di ruang publik atau lebih tepatnya Tempat Pembuangan Sementara (TPS), pihak DLH telah menyiapkan 36 kontainer dengan kapasitas 350 kilogram untuk menampung sampah. Akan tetapi hal tersebut tidak mengatasi permasalahan sampah, bahkan menambah persoalan baru. Hal ini dikarenakan sampah yang berdatangan tidak saja dari warga setempat yang di sediakan bak kontainer.
"Bak inikan diperuntukan untuk warga sekitar, tapi malah ada sampah yang datang bukan dari warga sekitar itu sendiri. Bahkan sampah yang dibuang, berserakan begitu saja tidak pada tempatnya," imbuh Jumhari.
Disinggung terkait Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Ia tidak menampik jika kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sudah mulai memprihatinkan. Pasalnya, TPA yang hanya memiliki luas lahan 2,4 hektare harus mampu menampung setiap harinya 1,3 ton sampah rumah tangga. Saat ini, sampah-sampah yang berada di TPA sudah mencapai ketinggian delapan meter dari permukaan tanah.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkot Pangkalpinang berupaya melakukan pembebasan lahan seluas 2.5 hektare untuk memperluas TPA Pangkalpinang. Diharapkan mampu menampung sampah dari warga Pangkalpinang.
Berbagai cara dilakukan DLH untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap permasalahan sampah. Seperti membuat program Gotong Royong di setiap kelurahan, hingga mendirikan Bank Sampah untuk warga Pangkalpinang.
Program gotong royong ini sendiri dilakukan setiap dua kali dalam satu bulan. Untuk Bank Sampah sendiri, Jumhari menuturkan sejak tiga tahun berdiri antusiasme masyarakat cukup tinggi. Tercatat hingga saat ini sudah ada sekitar 1.500 nasabah yang terlibat aktif dalam bank sampah.
Dan yang teranyar, DLH akan mengeluarkan surat edaran ke seluruh dinas yang ada di lingkungan Pemkot Pangkalpinang agar dalam setiap rapat tidak menggunakan wadah berbahan plastik.
"Surat edaran ini langsung dari pak walikota, sedang saya susun rancanganya. Ini dilakukan guna mengurangi sampah berjenis plastik. Langkah selanjutnya yang dilakukan yakni membentuk Satgas Kebersihan. Satgas Kebersihan ini nantinya akan ditempatkan di seluruh kelurahan yang ada di Pangkalpinang," ungkap Jumhari.
Dengan banyak nya program yang dicanangkan oleh Pemkot Pangkalpinang, Jumhari optimis permasalahan sampah di Pangkalpinang dapat segera teratasi.(*)
Penulis : Tim Babelhits
