Combine Harvester Jadi Andalan Petani Desa Rias

Petani Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan kini tak lagi susah untuk memanenkan padinya secara manual atau tradisional pada umumnya.
Namun kini petani sudah beralih untuk memanenkan padinya dengan mesin pemanen, yakni combine harvester yang menjadi andalan petani untuk menghemat biaya dan waktu.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sepakat Jaya, Ariyanto mengatakan selain menghemat biaya dan waktu mesin pemanen tersebut memberikan kualitas dan kuantitas hasil panen tersebut.
"Petani di sini mengandalkan mesin combine untuk memanenkan padinya. Tentunya menghemat biaya, waktu, kualitas dan kuantitas padi" ujar Ariyanto.
Dia juga mengatakan dari segi biaya dan waktu, dulu bisa menghabiskan biaya sekitar Rp 4 juta per hektar, dan memakan waktu seminggu untuk memanenkan padinya.
"Adanya mesin ini, sekarang kita hanya menghabiskan biaya Rp 1,8 juta per hektar untuk sewa mesin tersebut, dan hanya memakan waktu tiga sampai dengan empat jam saja," tutur Ariyanto.
Tambahnya lagi, kualitas dan kuantitas padi tidak diragukan lagi, sehingga petani memperoleh keuntungan berlipat dengan adanya teknologi seperti ini.
"Kualitas padi jadi bagus pak, kuantitas padi pun kini jadi bertambah. Kalau metode tradisional, kualitas padi ada yang pecah atau terpotong, dan banyak biji padi yang terbuang," imbuhnya.
Di Desa Rias sendiri ada lima mesin panen combine harvester yang siap membantu petani. Dan mesin pemanen itu selain milik pribadi atau bos dengan sistem sewa per hektarnya, juga para petani mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan.
"ada 3 mesin yang dibantu dari pemerintah kabupaten untuk para petani disini," tukas Ariyanto.
