Konten Media Partner

Eksotisnya Danau Kaolin di Bangka Tengah

Babel Hitsverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pesona Danau Biru di Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung.
zoom-in-whitePerbesar
Pesona Danau Biru di Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung.

Danau Kaolin atau yang lebih dikenal dengan Kolong Biru sejatinya lahan bekas pertambangan timah. #publisherstory

Berwisata akhir pekan sangat dinanti oleh banyak keluarga untuk melepas penat. Banyak objek wisata di Bangka Belitung yang bisa dinikmati, salah satunya Danau Kaolin di Bangka Tengah.

Danau Kaolin atau yang lebih dikenal dengan Kolong Biru berada di Desa Nibung Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah. Jarak tempuh dari Bandara Depati Amir Pangkalpinang kurang lebih 60 kilometer dengan lama perjalanan darat 60 menit.

Danau ini sejatinya lahan bekas pertambangan timah yang membentuk kawah seperti danau yang berwarna putih pada bagian sisinya, namun airnya berwarna biru.

Indahnya kolong biru yang dulunya bekas tambang timah. (Ist)

Perpaduan putih dan biru ini menjadi sangat indah apalagi jika siang hari. Timbunan bekas galian yang berwarna putih menambah pamandangan saat mengujungi Danau Kaolin.

Kejernihan air danau yang berwarna biru tosca akan sangat kontras dipadukan dengan tekstur gundukan tanah berpasir putih, disulap menjadi bukit-bukit kecil yang mengelilingi area Danau Kaolin.

Warna air ini akan berubah-ubah menyesuaikan dengan suhu udara dan pancaran sinar matahari. Pengunjung dapat mengabadikan setiap moment bahagia bersama orang-orang terdekat di spot swafoto menarik di setiap sudut danau (kulong) yang tidak ditemukan di tempat lainnya.

Danau Kaolin memang unik dan menarik sehingga menyedot perhatian banyak turis domestik maupun mancanegara. Lokasi ini salah satu wisata andalan yang dimiliki Kabupaten Bangka Tengah dan masuk salah satu Destinasi Unik Terpopuler pada Anugerah Pesona Indonesia 2019.

Objek wisata ini didukung dengan fasilitas kepariwisataan seperti toilet¸ pujasera, lapangan parkir yang luas dan toko cinderamata. Kelebihan danau ini yakni suasana udara yang tetap segar tanpa terganggu aroma belerang karena memang bukan kawah pegunungan.

Lokasi ini adalah eks tambang, yang kini menjelma jadi kawasan wisata. (Ist)

“Lokasi ini adalah eks tambang yang mulai kami kembangkan sejak tiga tahun terakhir,” demikian ungkap Rian, salah satu pengelolah Danau Kaolin.

Berdasarkan catatan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemudan dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Bangka Tengah sebanyak 72.701 wisatawan yang berkunjung ke lokasi ini selama tahun 2020.

Menurut Disbudparpora Bangka Tengah, Zainal, Danau Kaolin merupakan lubang bekas penambangan bijih timah yang sudah ditinggalkan sejak 1971, kemudian airnya berubah menjadi biru sehingga disebut Danau Kaolin.

“Danau Kaolin ini merupakan kawasan penambangan bijih timah milik PT Koba Tin yang tidak lagi dieksplorasi sejak 1971, sekarang menjadi destinasi wisata baru,” tutur Zainal kepada babelhits.