kumparan
KONTEN PUBLISHER
13 Juli 2019 16:34

Menguak Jejak Kerajaan Balok di Belitung Timur

Bupati dan kapolres beltim saat eninjau penemuan situs baru kerajaan balok.JPG
Dok Humas Kabupaten Beltim, Provinsi Babel.
Sisa-sisa tembok bangunan peninggalan Kerajaan Balok ditemukan Tim Arkeolog dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional di Desa Balok Kecamatan Dendang, Kabupaten Belitung Timur.
ADVERTISEMENT
Kerajaan Balok merupakan kerajaan pertama di Pulau Belitung. Dari situs yang ditemukan tersebut, diperkirakan Kerajaan balok sudah berdiri antara abad ke-15 hingga abad ke-17.
Hasil ekskavasi selama kurang lebih belasan hari ini bisa dikatakan menjadi penemuan penting. Mengingat penemuan area bangunan berupa batu bata merah dan batu karang yang disusun rapi ini diklaim jauh lebih luas dari temuan pada tahun 2018.
Bangunan dari batu bata yang ditemukan dalam ekskasvasi di Desa Balok.JPG
Dok Humas Kabupaten Beltim, Provinsi Babel.
Diperkirakan situs tersebut berbentuk bangunan kuno yang memiliki panjang 7,5 meter dan lebar 3,5 meter. Selain itu, terdapat anak tangga pada bagian selatan sepanjang 150 sentimeter dan lebar 120 sentimeter.
Ketua Tim Arkeolog, Sonny Wibisono, memastikan bangunan dan batu bata yang ditemukan bukan batu biasa yang lazim digunakan saat abad ke-18 hingga saat ini. Lantaran ukurannya sangat besar dan tebalnya seperti batu bata yang terdapat pada candi.
ADVERTISEMENT
"Batu-batu seperti itu biasanya ditemukan di wilayah percandian, khususnya wilayah Sumatera. Tapi para arkeolog belum bisa memastikan apakah bangunan biasa atau candi," tutur Sonny.
Tim yang dibantu pekerja lokal mengukur kedalaman tanah dan banguynan.JPG
Dok Humas Kabupaten Beltim, Provinsi Babel.
Sebelumnya, situs bangunan Kerajaan Balok sempat diduga seperti Candi Gede Ing Suro di Palembang. Namun tak ada makam di atasnya. Tim arkeologi juga menemukan lintasan galian parit antara kerajaan dengan sungai di sekitarnya.
Sonny menduga sungai itu adalah bagian dari kerajaan. Jika melihat gambar lokasi, maka kerajaan dikelilingi oleh sungai yang dihubungkan dengan parit.
"Adanya temuan lokasi baru kerajaan Balok di Desa Balok Kecamatan Dendang akan membuat Kabupaten Beltim (Belitung Timur) kaya dengan wisata sejarah," ujarnya.
Tim arkelog memeriksa dan mengukur ketinggian susunan batu bata.JPG
Dok Humas Kabupaten Beltim, Provinsi Babel.
Bupati Belitung Timur, Yuslih Ihza, mengatakan temuan baru itu memperkuat sejarah Kerajaan Balok yang dulunya sempat berkuasa di Pulau Belitung.
ADVERTISEMENT
“Bangunan yang ditemukan menggambarkan hebatnya orang pada zaman itu yang mampu membangun dengan keterbatasan,” ujar Yuslih, saat meninjau lokasi penemuan.
Bukan hanya batu bata, tim juhga menemukan batu karang untuk pagar bangunan.JPG
Yuslih bilang, penemuan situs ini mampu mendongkrak kunjungan wisata religi dan sejarah Pulau Belitung. Selain itu, penemuan situs ini juga dapat menguatkan keanggotaan Kabupaten Beltim dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI).
Kurang lebih selama dua tahun meneliti dan melakukan ekskavasi di Kabupaten Beltim, tim arkeolog menemukan kurang lebih ada 20 situs bangunan kuno di sekitar Sungai Balok dan Sungai Gubak.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan